Pikiran berkata, “Akan kukelabui dia dengan kata-kata“. Cinta berkata, “Diamlah! Aku tipu dia dengan hati dan jiwa.”
Jiwa berkata kepada hati, “Pergilah! Jangan buat aku tertawa. Segala sesuatu miliknya. Jadi bagaimana aku bisa menipunya dengan apa saja?”
“Ia bukan seseorang yang terjatuh ke dalam pikiran dan berharap dapat melupakan dirinya, karenanya aku akan mengalihkan perhatiannya dengan anggur dan gelas besar.”
Panah pandangnya tak memerlukan sebuah busur dariku sehingga dapat mengenai sasaran. Ia laksana rumah yang melirikkan para bidadari dengan ornamennya. Di mana bisa kutemukan tempat yang lebih baik untuk memesonanya?
Ia tak memerlukan kuda. Ia terbang tanpa sayap.
Ia makan dan minum cahaya ilahi. Bagaimana bisa kusuap dia dengan sepotong roti?
Ia adalah saudagar dari semesta alam, tetapi ia tak membeli pun menjual apa-apa. Bagaimana dapat aku mengelabuinya dengan laba dan rugi?
Tak ada yang dapat tersembunyi daripadanya. Bagaimana dapat aku berpura-pura sakit dengan mengeluh, “aduh… aduh…“. Bagaimana dapat aku mengelabuinya?
Aku bisa ikat kepalaku dengan bando berbasah anggur – bando basah oleh anggur. Aku berteriak, “Aku sekarat!” Aku tak bisa mendapat perhatian dan belas-kasihnya.
Ia tahu semua tentang diriku, helai demi helai rambutku. Apa yang ia tak ketahui yang dapat kugunakan untuk menipunya?
Ia tak mencari ketenaran atau penyair yang memujinya sedemikian hingga aku dapat mengelabuinya dengan puisi, ghazal, dan sajak-sajak.
Shams dari Tabriz adalah pilihannya, kekasihnya. Mungkin aku bisa pengaruhi dia dengan itu.
Diadaptasi dari: Rubaiyat Terlarang Rumi – Nyanyian untuk Shams, Nyanyian untuk Tuhan.
Frambusia adalah infeksi kulit kuno akibat bakteri sekerabat sifilis yang menyerang anak-anak di wilayah terpencil, namun bisa sembuh total dengan satu dosis azitromisin. Artikel ini mengulas gejala tiga tahapnya, tantangan diagnosis di lapangan, dan status terkini eliminasi frambusia di kantong-kantong endemik Indonesia timur.
Mycetoma, kromoblastomikosis, dan sporotrikosis adalah tiga infeksi jamur dalam yang masuk lewat luka kecil di kulit petani dan pekerja kebun. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, dan tata laksananya berdasarkan panduan WHO SEARO, dilengkapi kasus nyata kromoblastomikosis dari Sumba yang menyingkap kesenjangan diagnosis di Indonesia timur.
Filariasis limfatik atau kaki gajah bukan sekadar bengkak biasa, melainkan hasil kerusakan sistem getah bening bertahun-tahun akibat cacing yang ditularkan nyamuk. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, manajemen limfedema tujuh tahap, dan tantangan unik Indonesia sebagai satu-satunya negara dengan tiga spesies cacing filaria sekaligus.
Setiap kali rumah sakit direnovasi, debu konstruksi membawa risiko infeksi jamur yang bisa mengancam nyawa pasien imunokompromais. Artikel ini mengulas metode ICRA—dari matriks klasik hingga pembaruan ASHE ICRA 2.0—bukti ilmiah di balik aspergilosis terkait konstruksi, kedudukannya dalam regulasi Indonesia, serta praktik terbaik yang seharusnya diterapkan setiap fasilitas kesehatan.
Perpindahan ke Linux sering kali menimbulkan “kejutan budaya” bagi pengguna baru yang terbiasa dengan Windows atau macOS. Tantangan meliputi manajemen paket yang asing, ketersediaan software, masalah driver, penggunaan command line, dan pilihan distro. Adaptasi lebih mudah bagi developer, power user, dan gamer, sementara pengguna awam mungkin kesulitan. Kesiapan mental dan pemilihan distro yang tepat sangat penting untuk transisi yang baik.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan