Tidak sengaja ketika saya mengunjungi tulisan psikolog Sekarum – “Meredifinisikan Mimpi“. Saya menemukan tentang Pencerah Nusantara, sebuah gerakan yang menyerupai Indonesia Mengajar.
Pencerah Nusantara adalah suatu gerakan berdasarkan semangat untuk mewujudkan kesehatan sebagai hak asasi fundamental bagi seluruh warga negara Indonesia. Banyak masalah kesehatan di negeri ini yang perlu dibenahi, tapi apa yang dapat kita lakukan bersama sebagai suatu bangsa?
Setidaknya demikian yang saya kutip dari situs resminya.
Gerakan ini memanggil tenaga kesehatan termasuk dokter, dokter gigi, perawat, psikolog dan lain sebagainya untuk ikut serta dalam pelayanan kesehatan primer yang menyebar di seluruh nusantara setidaknya selama 1 tahun penuh.
Dasar gagasan dari gerakan ini saya rasa sangat positif. Namun seberapa banyakkah akan membantu?
Permasalahan kesehatan adalah permasalahan yang kompleks, tidak hanya sekadar obat – namun juga menyangkut pola pikir, tingkat pendidikan, sosio kultural, kondisi lingkungan dan banyak lagi faktor lagi mungkin kadang bagaikan tembok yang begitu kuatnya.
Ketika dokter duduk pusat kesehatan primer, maka ia mesti berpikir seperti ahli strategi militer. Musuhnya yang utama bisa jadi bukan penyakit/sakit yang di bawa pasien ke dahapannya, namun bisa jadi kemiskinan, kebodohan, kebobrokan sistem, konflik sosial, hingga kondisi alam yang mungkin memang bukan wilayah layak hun – yang kesemuanya itu memunculkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat.
Dan jika semua faktor itu di luar jangkauan, maka seorang tenaga kesehatan mungkin hanya dapat membantu dengan meringankan penderitaan dan memperpanjang usia.
Pencerah Nusantara | Gerakan Bersama Menuju Kesejahteraan di Bidang Kesehatan (klik gambar untuk mendaftarkan diri).
Pendaftaran periode pertama untuk Pencerah Nusantara sudah dimulai pada 4 Mei 2012. Jika Anda berkesempatan turut serta dan berminat dalam kegiatan ini, maka ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi Anda untuk melihat langsung problematika permasalahan kesehatan di negeri ini dan turut ambil bagian dalam menemukan solusi yang tepat.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
10 tanggapan
@zizydmk
COba saya ke tkp nya dulu … pengen tahu seperti apa.
Ndak harus Mas, jika punya kemampuan memberikan solusi bagi masalah kesehatan mengapa tidak. Namun saya rasa latar belakang dunia medis juga diperlukan.
Tinggalkan Balasan