A piece of love – saya rasa memang tepat ditujukan bagi film “La Maison en Petits Cubes” ini, yang bermakna rumah dari kubus-kubus kecil. Karya Kunio Kato yang diiringi musik oleh Kenji Kondo ini memang luar biasa menyentuh – siapa pun yang menyaksikan animasi pendek yang berdurasi sekitar 12 menit ini, termasuk saya sendiri tentunya.
Jika Anda bertanya-tanya seperti apa kualitas film animasi pendek yang memenangkan Oscar, maka “La Maison en Petits Cubes” akan memiliki jawabannya. Tidak ada film tanpa kata-kata yang bisa membawa Anda sejauh dan sedalam “La Maison en Petits Cubes” kecuali dibuat dengan sepenuh hati.
Saya sendiri akan memberikan nilai 9/10 untuk film yang tidak berkata-kata ini, namun telah dapat menyampaikan semuanya.
Poster promosi untuk "La Maison en Petits Cubes".
Animasi pendek ini berkisah tentang seorang laki-laki manula yang hidup sendiri di dalam kamar sempit yang menjadi rumahnya – dan berada di atas permukaan perairan yang luas di mana kapal-kapal berlalu lalang di sekitarnya. Kamar sempit itu seperti kubus-kubus yang tampaknya ditumpuk dari ruang-ruang yang berada di bawahnya yang telah terendam, entah sejak berapa lama.
Suatu ketika, air mulai menggenangi kamarnya dan dia memutuskan membuat bilik baru di atas bilik lamanya. Namun ketika si kakek hendak memindahkan barangnya, pipa rokoknya terjatuh ke kamar di bawah yang telah terendam air. Saat ia menyelam ke bawah untuk menemukan pipanya, ia justru menemukan kembali masa lalu dan kenangannya pada setiap kamar/ruang yang telah terbenam dalam perairan tersebut.
Nah, saya tidak akan banyak berkata, atau justru malah dapat merusak keindahan film pendek ini sendiri. Jika Anda ingin menyaksikan film yang memenangkan Academy Award tahun 2009 untuk Best Animated Short Film ini, maka berikut adalah bagian (semoga lengkap) yang diunggah di Vimeo.
Semoga Anda menyukainya. Dan jika Anda tipe penonton yang peka, mungkin ada baiknya menyiapkan saputangan.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan