Ah, my “bleeding heart”, it’s so wonderful! – Jika saya berkata demikian banyak orang yang mungkin salah sangka, bahkan sepertinya terdengar seperti masochist saja. Dulu nenek mengatakan pada ibu saya bahwa namanya adalah “Kembang Nyonya”, ya memang demikian dikenal umum, di Jawa mungkin dikenal dengan nama “Kembang Nona Makan Sirih“. Berasal dari genus Clerodendrum dengan nama spesies, C. thomsoniae – meski yang saya sendiri tidak yakin ini bunga yang tepat (karena saat saya temukan, dualisme warnanya tidak kentara).
Dikenal juga sebagai Bleeding Glory Bower atau Bleeding Heart, terutama yang berwarna putih dengan mahkota merahnya. Di halaman saya ada keduanya, yang putih dan yang ungu. Namun karena penataannya kurang baik, jadi tidak tampak menonjol.
Jika tidak sedang berbunga, hanya ada dedaunan hijau yang cukup lebar dan terkadang malah tampan terlalu rimbun.
Kembang Nona Makan Sirih yang berwarna ungu, salah satu dari varietas yang cukup umum digunakan sebagai tanaman hias. Gambar diambil dengan "color accent" ungu + makro.
Tanaman kembang nona makan sirih ini cukup mudah tumbuh, akarnya memerlukan tanah yang basah/lembap, sedangkan bagian dauh memerlukan sinar matahari yang baik. Sehingga sangat cocok di daerah khatulistiwa seperti negeri kita.
Ada kegunaan lain dari bunga ini. Jika Anda merasa tersakiti oleh pasangan Anda, namun tidak berani berkata langsung, berikan saja kembang yang satu ini, ia akan berkata “my heart is bleeding” pada pasangan Anda. Sayangnya, jika pasangan Anda tidak cukup peka nan romantis, maka rasanya sia-sia juga. Hal sebaliknya juga berlaku, jangan iseng memberikan bunga ini pada pasangan Anda karena kelihatannya menarik, siapa tahu dia akan menduga dia tengah menyakiti hati Anda.
Jika Anda cenderung peka atau mudah tersakiti perasaannya, mungkin menanam sejumlah bunga ini di rumah Anda akan ada manfaatnya. He he…, mungkin juga tidak akan berguna, selain menikmati keindahannya.
Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
9 tanggapan
Applaus Romanus
nama lucu… kok saya belum pernha lihat ya… banyak sekali ternyata tanaman yang belum pernah saya lihat… namanya juga bagus ya…
Tinggalkan Balasan