Ah, my “bleeding heart”, it’s so wonderful! – Jika saya berkata demikian banyak orang yang mungkin salah sangka, bahkan sepertinya terdengar seperti masochist saja. Dulu nenek mengatakan pada ibu saya bahwa namanya adalah “Kembang Nyonya”, ya memang demikian dikenal umum, di Jawa mungkin dikenal dengan nama “Kembang Nona Makan Sirih“. Berasal dari genus Clerodendrum dengan nama spesies, C. thomsoniae – meski yang saya sendiri tidak yakin ini bunga yang tepat (karena saat saya temukan, dualisme warnanya tidak kentara).
Dikenal juga sebagai Bleeding Glory Bower atau Bleeding Heart, terutama yang berwarna putih dengan mahkota merahnya. Di halaman saya ada keduanya, yang putih dan yang ungu. Namun karena penataannya kurang baik, jadi tidak tampak menonjol.
Jika tidak sedang berbunga, hanya ada dedaunan hijau yang cukup lebar dan terkadang malah tampan terlalu rimbun.
Kembang Nona Makan Sirih yang berwarna ungu, salah satu dari varietas yang cukup umum digunakan sebagai tanaman hias. Gambar diambil dengan "color accent" ungu + makro.
Tanaman kembang nona makan sirih ini cukup mudah tumbuh, akarnya memerlukan tanah yang basah/lembap, sedangkan bagian dauh memerlukan sinar matahari yang baik. Sehingga sangat cocok di daerah khatulistiwa seperti negeri kita.
Ada kegunaan lain dari bunga ini. Jika Anda merasa tersakiti oleh pasangan Anda, namun tidak berani berkata langsung, berikan saja kembang yang satu ini, ia akan berkata “my heart is bleeding” pada pasangan Anda. Sayangnya, jika pasangan Anda tidak cukup peka nan romantis, maka rasanya sia-sia juga. Hal sebaliknya juga berlaku, jangan iseng memberikan bunga ini pada pasangan Anda karena kelihatannya menarik, siapa tahu dia akan menduga dia tengah menyakiti hati Anda.
Jika Anda cenderung peka atau mudah tersakiti perasaannya, mungkin menanam sejumlah bunga ini di rumah Anda akan ada manfaatnya. He he…, mungkin juga tidak akan berguna, selain menikmati keindahannya.
Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
9 tanggapan
Applaus Romanus
nama lucu… kok saya belum pernha lihat ya… banyak sekali ternyata tanaman yang belum pernah saya lihat… namanya juga bagus ya…
Tinggalkan Balasan