A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Ah, my “bleeding heart”, it’s so wonderful! – Jika saya berkata demikian banyak orang yang mungkin salah sangka, bahkan sepertinya terdengar seperti masochist saja. Dulu nenek mengatakan pada ibu saya bahwa namanya adalah “Kembang Nyonya”, ya memang demikian dikenal umum, di Jawa mungkin dikenal dengan nama “Kembang Nona Makan Sirih“. Berasal dari genus Clerodendrum dengan nama spesies, C. thomsoniae – meski yang saya sendiri tidak yakin ini bunga yang tepat (karena saat saya temukan, dualisme warnanya tidak kentara).

Dikenal juga sebagai Bleeding Glory Bower atau Bleeding Heart, terutama yang berwarna putih dengan mahkota merahnya. Di halaman saya ada keduanya, yang putih dan yang ungu. Namun karena penataannya kurang baik, jadi tidak tampak menonjol.

Jika tidak sedang berbunga, hanya ada dedaunan hijau yang cukup lebar dan terkadang malah tampan terlalu rimbun.

Bleeding Heart Vine
Kembang Nona Makan Sirih yang berwarna ungu, salah satu dari varietas yang cukup umum digunakan sebagai tanaman hias. Gambar diambil dengan "color accent" ungu + makro.

Tanaman kembang nona makan sirih ini cukup mudah tumbuh, akarnya memerlukan tanah yang basah/lembap, sedangkan bagian dauh memerlukan sinar matahari yang baik. Sehingga sangat cocok di daerah khatulistiwa seperti negeri kita.

Ada kegunaan lain dari bunga ini. Jika Anda merasa tersakiti oleh pasangan Anda, namun tidak berani berkata langsung, berikan saja kembang yang satu ini, ia akan berkata “my heart is bleeding” pada pasangan Anda. Sayangnya, jika pasangan Anda tidak cukup peka nan romantis, maka rasanya sia-sia juga. Hal sebaliknya juga berlaku, jangan iseng memberikan bunga ini pada pasangan Anda karena kelihatannya menarik, siapa tahu dia akan menduga dia tengah menyakiti hati Anda.

Jika Anda cenderung peka atau mudah tersakiti perasaannya, mungkin menanam sejumlah bunga ini di rumah Anda akan ada manfaatnya. He he…, mungkin juga tidak akan berguna, selain menikmati keindahannya.

Artikel Baru Terbit

  • Kenapa Pindah ke Linux Terasa Sulit di Awal? (dan Siapa yang Justru Cepat Beradaptasi)
    Perpindahan ke Linux sering kali menimbulkan “kejutan budaya” bagi pengguna baru yang terbiasa dengan Windows atau macOS. Tantangan meliputi manajemen paket yang asing, ketersediaan software, masalah driver, penggunaan command line, dan pilihan distro. Adaptasi lebih mudah bagi developer, power user, dan gamer, sementara pengguna awam mungkin kesulitan. Kesiapan mental dan pemilihan distro yang tepat sangat penting untuk transisi yang baik.
  • Ketika Amarah Pasien Berubah Jadi Ruang Belajar: Menata Keluhan sebagai Bagian dari Mutu Layanan Kesehatan
    Keluhan pasien bukan ancaman, melainkan peluang mutu. Artikel ini mengulas asal-usul kerangka L.E.A.S.T dan L.A.T.T.E dari ilmu manajemen jasa, bukti bahwa pelatihan komunikasi saja tak cukup mengatasi hambatan sistemik dan burnout staf, serta bagaimana hak mengadu pasien dalam UU 17/2023 perlu diimbangi sistem pendukung di faskes Indonesia.
  • Apakah Rumah Sakit Wajib Melakukan Penetration Test? Menelusuri Dasar Hukumnya
    Tidak ada pasal tunggal yang mewajibkan pentest bagi rumah sakit di Indonesia — tetapi UU PDP, kategorisasi risiko sistem elektronik, status Infrastruktur Informasi Vital, dan ekspektasi akreditasi bersama-sama menciptakan kewajiban de facto yang sulit dihindari. Artikel ini memetakan empat jalur regulasi tersebut dan memberi rekomendasi realistis sesuai skala fasilitas.
  • Bayi Tabung dan Godaan “Layanan Tambahan”: Mana yang Benar-Benar Terbukti Menaikkan Peluang Hamil?
    Program IVF di Indonesia tak ditanggung BPJS dan bisa menghabiskan puluhan hingga ratusan juta rupiah. Di tengah biaya besar itu, klinik kerap menawarkan add-ons seperti PGT-A, ICSI, atau assisted hatching. Artikel ini mengulas bukti ilmiah terkini di balik masing-masing prosedur tambahan tersebut—dan mana yang benar-benar layak dipertimbangkan.
  • Ketika Langit Kalimantan Menguning: Panduan Tanggap Darurat Kesehatan Menghadapi Kabut Asap Karhutla
    Kabut asap akibat kebakaran hutan di Kalimantan pada tahun 2026 menyebabkan lonjakan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di berbagai daerah. Artikel ini menyajikan dampak kesehatan dari partikulat PM2,5, pengalaman dari krisis asap sebelumnya, serta panduan tanggap darurat untuk pemerintah dan masyarakat guna melindungi kesehatan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

9 tanggapan

  1. Avatar Applaus Romanus
    Applaus Romanus

    nama lucu… kok saya belum pernha lihat ya… banyak sekali ternyata tanaman yang belum pernah saya lihat… namanya juga bagus ya…

    1. Avatar Cahya

      Saya juga kebetulan menemukan saja kok Mas.
      Pada 2012 6 12 16:45, “Disqus” menulis:

  2. Avatar fanny
    fanny

    wah cantik ya bunganya

    1. Avatar Cahya

      Makasih Mbak

  3. Avatar ladeva
    ladeva

    Kasih bunga ini+print tulisanmu ini jadi yang dikasih ngerti maksud pemberian bunga ini. Niat banget ya 😛

    1. Avatar Cahya

      Ayo, mau diberikan ke siapa? Jadi #curiga nih :D.

      1. Avatar ladeva
        ladeva

        #kepodetected 😛

  4. Avatar Titik
    Titik

    Cantik ya Dok…

    1. Avatar Cahya

      Ya Jeng Titik, kalau dilihat dari dekat sangat menarik. Tapi kalau dari jauh biasa saja, karena bunganya cukup kecil :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca