Ah, my “bleeding heart”, it’s so wonderful! – Jika saya berkata demikian banyak orang yang mungkin salah sangka, bahkan sepertinya terdengar seperti masochist saja. Dulu nenek mengatakan pada ibu saya bahwa namanya adalah “Kembang Nyonya”, ya memang demikian dikenal umum, di Jawa mungkin dikenal dengan nama “Kembang Nona Makan Sirih“. Berasal dari genus Clerodendrum dengan nama spesies, C. thomsoniae – meski yang saya sendiri tidak yakin ini bunga yang tepat (karena saat saya temukan, dualisme warnanya tidak kentara).
Dikenal juga sebagai Bleeding Glory Bower atau Bleeding Heart, terutama yang berwarna putih dengan mahkota merahnya. Di halaman saya ada keduanya, yang putih dan yang ungu. Namun karena penataannya kurang baik, jadi tidak tampak menonjol.
Jika tidak sedang berbunga, hanya ada dedaunan hijau yang cukup lebar dan terkadang malah tampan terlalu rimbun.
Kembang Nona Makan Sirih yang berwarna ungu, salah satu dari varietas yang cukup umum digunakan sebagai tanaman hias. Gambar diambil dengan "color accent" ungu + makro.
Tanaman kembang nona makan sirih ini cukup mudah tumbuh, akarnya memerlukan tanah yang basah/lembap, sedangkan bagian dauh memerlukan sinar matahari yang baik. Sehingga sangat cocok di daerah khatulistiwa seperti negeri kita.
Ada kegunaan lain dari bunga ini. Jika Anda merasa tersakiti oleh pasangan Anda, namun tidak berani berkata langsung, berikan saja kembang yang satu ini, ia akan berkata “my heart is bleeding” pada pasangan Anda. Sayangnya, jika pasangan Anda tidak cukup peka nan romantis, maka rasanya sia-sia juga. Hal sebaliknya juga berlaku, jangan iseng memberikan bunga ini pada pasangan Anda karena kelihatannya menarik, siapa tahu dia akan menduga dia tengah menyakiti hati Anda.
Jika Anda cenderung peka atau mudah tersakiti perasaannya, mungkin menanam sejumlah bunga ini di rumah Anda akan ada manfaatnya. He he…, mungkin juga tidak akan berguna, selain menikmati keindahannya.
Studi fase 3b terbaru di JAMA Network Open melaporkan 54% perempuan dengan ISK tanpa komplikasi merasakan gejala membaik dalam 24 jam setelah gepotidacin. Namun desain studinya satu lengan, tanpa pembanding dan tanpa penyamaran. Artikel ini membedah angka, keterbatasan, keamanan, serta relevansinya bagi praktik klinis dan pengendalian resistansi antibiotik di Indonesia.
Bahu adalah sendi paling sering mengalami dislokasi di tubuh manusia—dan salah tangani bisa berujung ketidakstabilan berulang. Artikel ini mengulas mekanisme cedera, lesi Bankart dan Hill-Sachs, protokol reduksi dan imobilisasi terkini, hingga kapan operasi seperti Bankart repair atau Latarjet diperlukan, lengkap dengan konteks layanan ortopedi di Indonesia.
Laporan Direktur Regional WHO Pasifik Barat untuk periode Juli 2025–Juni 2026 memuat bab khusus Indonesia. BPOM naik kelas sebagai WHO Listed Authority dan wabah polio dinyatakan selesai, tetapi hanya 5% penderita hipertensi yang terkendali dan cakupan campak dosis kedua masih 78%.
WHO merilis paket panduan 2026 untuk mencegah penyakit akibat panas di acara massal. Intinya: nilai risiko sejak awal, pasang pelindung berlapis seperti air minum, area pendingin, dan jalur rujukan, tentukan tingkat eskalasi sebelum acara, serta ubah pesan “minum air” menjadi arahan yang didukung layanan nyata. Relevan bagi penyelenggara di Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
9 tanggapan
Applaus Romanus
nama lucu… kok saya belum pernha lihat ya… banyak sekali ternyata tanaman yang belum pernah saya lihat… namanya juga bagus ya…
Tinggalkan Balasan