A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sebenarnya mesin pencetak tiga dimensi, yang dikenal sebagai Printer 3D sudah mulai banyak beredar di pasaran, namun harganya masih cukup tinggi. Saya sendiri merasa tidak akan memerlukan teknologi ini dalam tempo dekat, atau mungkin tidak akan pernah sama sekali. Printer 3D terkesan seperti kamera SLR kelas atas, mahal, dan hanya penghobi atau profesional yang menggunakannya.

Tapi penawaran printer 3D memang semakin banyak, di Indonesia saja misalnya ada situs Printer 3D Indonesia yang mempromosikan diri sebagai penyalur mesin cetak 3 dimensi ini; dan Microsoft mempromosikan kemampuan Windows 8.1 yang langsung mampu mendeteksi dan mencetak dengan teknologi ini melalui bantuan layar sentuh yang memikat.

Hands-On: TierTime Up Plus 2 3D Printer with Windows 8.1The Extreme Windows Blog is where we will blog about the more advanced bleeding edge scenarios for Windows and PCs.

<span class="embedly-powered" style="float:right;display:block"><a target="_blank" href="http://embed.ly/code?url=http%3A%2F%2Fblogs.windows.com%2Fwindows%2Fb%2Fextremewindows%2Farchive%2F2014%2F02%2F06%2Fhands-on-tiertime-up-plus-2-3d-printer-with-windows-8-1.aspx&quot; title="Powered by Embedly"><img src="http://static.embed.ly/images/logos/embedly-powered-small-light.png&quot; alt="Embedly Powered" /></a></span>

‘}”>

Hands-On: TierTime Up Plus 2 3D Printer with Windows 8.1The Extreme Windows Blog is where we will blog about the more advanced bleeding edge scenarios for Windows and PCs.

Embedly Powered

Printer konvensional yang mencetak di atas kertas memang sudah menjadi pasangan wajib yang ada di rumah jika kita seorang pekerja profesi tertentu, atau memiliki usaha tertentu.

Hanya pergerakan ke arah paperless world membuat penggunaan printer mungkin tidak meningkat dengan semarak seiring perkembangan teknologi. Banyak data kini bisa disimpan dalam bentuk data digital tanpa perlu dicetak dan diarsip, bahkan bisa dibawa ke mana-mana dalam ponsel cerdas atau komputer tablet.

Saya menjadi penasaran, seperti apa era pencetak 3D ini ke depannya.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca