Nomor Smartfren (Fren) yang sudah saya gunakan sejak 6 tahun lebih masih bertahan sebagai nomor pasca bayar. Mungkin karena termasuk cukup murah digunakan. Lalu masalahnya, nomor Flexi yang sementara terhubung dan terdaftar di sekretariat KIDI pusat tentu tidak akan bisa dilepas sampai pertengahan tahun depan. Saya pun mencari ponsel CDMA yang pas.
Bagi yang sudah melihat UpDate di Lifelog saya, pasti sudah mengetahui bahwa pilihan itu jatuh pada ponsel BlackBerry Style 9670 CDMA yang berwarna Royal Purple. Alasannya sederhana, karena barang ini bukan barang baru, alias merupakan second hand. Harganya pun cukup miring dari seorang agan di Forum Jual Beli Kaskus. Lalu masalah warna, yah namanya barang bekas, tidak akan bisa memilih warna yang lain.
Karena di Banyuwangi tidak terdapat galeri resmi Smartfren, kecuali sebuah galeri kerja sama yang sudah saya adukan ke pihak Smartfren karena pelayanannya yang tidak bersahabat dengan konsumen, maka saya belum melakukan aktivasi nomor lama saya di perangkat ini. Tapi saya memiliki PIN yang aktif dan bisa digunakan untuk berkomunikasi via BBM.
BlackBerry Style 9670 CDMA, warna ungu berbasis jaringan Smartfren. Mungil dan nyaman di bawa ke mana-mana bersama jaringan EVDO yang mumpuni.
Sayangnya saya kira BlackBerry ini tidak mendukung antarmuka berbahasa Indonesia, karena sejatinya tidak untuk dijual di negara kita. Jadi, saya tidak tahu perangkat ini aslinya terjual di negara mana.
Sementara saya tidak menyediakan nomor ponsel untuk yang satu ini. Saya menyediakan PIN – BB untuk publik.
328A4143
Atau tentu saja, masih dengan metode favorit saya, yaitu tetap bisa dihubungi via surat elektronik.
Ternyata setelah saya memulihkan kontak lama dari BlackBerry Odin, sudah banyak teman-teman yang tidak menggunakan BlackBerry lagi, namun beralih ke perangkat berbasis Android. Sayang, bagi saya perangkat Android High-End itu tidak terjangkau.
Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan