Hotot bisa dikatakan salah satu aplikasi klien Twitter untuk Linux yang cukup layak digunakan, tidak terlalu bagus, tapi tidak juga terlalu buruk. Pengembangannya naik dan turun, sebagaimana banyak nasib aplikasi open source lainnya. Pertama kali saya mengenal Hotot adalah dari pengembang IGOS Nusantara di sebuah pertemuan. Saya memang tidak merekomendasikan aplikasi yang satu ini, mungkin karena faktor selera pribadi saja.
Mungkin juga karena Hotot adalah aplikasi yang sedang dalam tahap pengembangan, jadi Anda bisa menemukan banyak hal yang agak mengganggu (buggy) saat menggunakannya. Namun jika hanya melewati jalanan yang tenang, bukan pengguna Linux namanya.
Tampilan Hotot saat baru pertama kali diluncurkan.
Hotot mendukung multiplatform, artinya bisa digunakan pada Windows, Mac, dan Linux. Tapi tentunya Linux adalah tempat asal bagi Hotot. Di situsnya langsung ada banyak cara untuk memasang Hotot. Misalnya pada Ubuntu, kita bisa menggunakan repositori bawaan atau memasangnya melalui PPA dengan perintah:
Sedangkan pengguna openSUSE harus menambahkan repositori yang berasal dari KDE ekstra. Pengguna Fedora sudah memiliki aplikasi ini di dalam repositori mereka (termasuk pengguna IGN). Pengguna Arch mungkin agak binggung karena banyak sekali aplikasi/repo yang memiliki Hotot.
Pengguna Windows yang mencari kenyamanan mungkin sebaiknya tetap menggunakan TweetDeck atau MetroTwit saja. Sedangkan pengguna Mac, hmm, silakan pilih sendiri (saya bahkan tidak tahu seluk beluk Mac). Tapi jika pengguna Windows/Mac tetap ingin mencoba Hotot, mungkin mereka akan berhadapan dengan versi yang tidak stabil.
Tampilan Hotot pada layar penuh menggunakan Ubuntu 13.04 Raring Ringtail 64-bit.
Berbicara tentang potensi, tentu saja saya rasa Hotot memiliki banyak potensi. Tapi seperti pada tulisan sebelumnya, saya rasa aplikasi ini akan berperang melawan aplikasi pada ponsel cerdas dan tablet, karena saya rasa di era sekarang kebanyakan orang beralih menggunakan tablet dan smartphone untuk keperluan serupa.
Jika Anda memutuskan mencoba Hotot, jangan lupa tinggalkan kesan Anda pada komentar di bawah tulisan ini.
Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan