A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Salah satu distribusi Linux yang masih bisa menggunakan TweetDeck dengan cukup cantik adalah Jolicloud, terima kasih pada teknologi Web HTML5 yang tertanam padanya. Saya kebetulan memiliki Jolicloud, distribusi Linux yang menggunakan kekuatan komputasi awan menyelip di dalam Ubuntu Raring Ringtail yang sebentar lagi akan diganti. Saya pun iseng melihat tawaran aplikasi yang terdapat di App Center milik Jolicloud, dan ternyata di dalamnya masih ada TweetDeck.

TweetDeck adalah, bagi yang belum kenal, aplikasi untuk mengelola jejaring sosial Twitter (dan mungkin juga masih bisa Facebook). Aplikasi ini dulu sangat populer di era akhir kejayaan komputer pribadi sebelum didesak oleh perkembangan teknologi bergerak seperti smartphone dan tablet PC. Mereka yang gemar berceletuk ria akan berada di depan monitor memerhatikan pembaruan yang muncul di lini masa Twitter mereka, di sinilah TweetDeck sempat menjadi raja sesaat.

Bagi mereka yang ingin bernostalgia kembali, bisa mencobanya via web atau via desktop mereka jika mereka sudah lama melupakannya. Tapi ternyata TweetDeck mengalami banyak perubahan.

TweetDeck
Tampilan aplikasi TweetDeck pada jendela penuh di Jolicloud Linux.

Mungkin karena menggunakan teknologi HTML5, bukan AdobeAIR, maka di sini TweetDeck terasa sangat mulus. Jika Anda adalah seorang admin usaha daring yang memerlukan akses/pantuan jejaring sosial. Maka TweetDeck bisa menjadi salah satu andalan Anda, dan jangan lupa bahwa Jolicloud adalah teknologi komputasi awan yang cukup ringan, bisa dipasang pada komputer dan laptop tua.

Dan memiliki Jolicloud, maka twitter client TweetDeck adalah salah satu aplikasi yang wajib dimiliki. Karena saya belum melihat aplikasi sebaik ini yang berjalan di Linux, mungkin kita harus menunggu Corebird untuk memastikan apakah aplikasi baru yang datang dengan usungan GTK3+ dan Gnome 3.10 itu akan bisa tampail lebih baik.

Artikel Baru Terbit

  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
  • Ketika Muntah Datang Seperti Badai yang Terjadwal: Mengenal Cyclic Vomiting Syndrome
    Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
  • Demo Besar 27 Agustus 2026: Apa yang Perlu Dicermati Pelaku Bursa Saham dalam Jangka Pendek
    Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca