A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Beberapa waktu lalu, saya melakukan dual-boot kembali Windows 8.1 yang saya gunakan dengan openSUSE 13.1 Bottle. Tujuan saya adalah menggunakannya untuk mencoba memasang dan mempelajari openEMR, sebuah aplikasi rekam medis plus berbasis open source. Saya sengaja tidak menggunakan Windows untuk ini, karena nanti saat presentasi saya ingin menggunakan Linux, dan server di tempat kerja saya juga berbasis Linux, meskipun sementara kami kekurangan tenaga IT untuk mengelolanya.

Selain OpenEMR sebenarnya masih banyak aplikasi lain yang sejenis, misalnya GnuMED atau OpenVisTa yang cukup terkenal di Amerika. Saya sendiri belum mencoba keduanya, jadi saya hanya mendemonstrasikan ini dan memperlihatkan bahwa SIM-RS sederhana dapat dibangun dengan menggunakan aplikasi berbasis open sorce yang akan menghemat anggaran.Ini adalah beberapa lakah sederhana yang saya kumpulkan dalam mempersiapkan openEMR berjalan di openSUSE. Kalau bertanya apakah bisa digunakan di Linux lainnya, tentu saja bisa, menggunakan Ubuntu malah lebih sederhana lagi ketika saya mencobanya. Tapi sederhana karena saya memang tidak terbiasa menjadi pengguna Linux dalam arti yang sebenarnya.

OpenEMR
Ilustrasi antarmuka OpenEMR yang diakses dari Firefox. Sumber: Blog Regional Extension Center.

Pertama, tentu saja perlu memasang openSUSE Linux dulu, versi terkini bisa didapatkan di: http://software.opensuse.org/. Saya memilih versi 32-bit, biasanya cukup aman untuk eksperimen seperti ini (my gut tells me that way).

Kedua, siapkan tipe server yang akan digunakan. Saya memilih menggunakan XAMPP yang bisa diunduh di: http://www.apachefriends.org/en/xampp.html. Karena jika terjadi kerusakan, tinggal dibilas habis saja (again, my gut tells me that way).

Saya mengunduh XAMPP Linux 1.8.3 untuk keperluan ini, ada versi 32-bit dan ada versi 64-bit.

Ketiga, saya mengunduh berkas instalasi OpenEMR yang bisa didapatkan di http://www.open-emr.org/wiki/index.php/OpenEMR_Downloads. Saya memilih versi dengan nama berkas: openemr-4.1.2.tar.gz karena ini adalah yang paling baru.

Keempat, langkah selanjutnya setelah kedua berkas tersedia adalah melakukan pemasangan. Pemasangan XAMPP tinggal pergi ke map di mana unduhan berkas instalasi XAMPP berada, lalu klik kanan di dalam map unduhan (download folder) dan pilih “open in terminal“.

Terminal terbuka, ketika perintah untuk masuk sebagai super user, mengubah izin berkas instalasi, dan melakukan instalasi:

su
chamod 755 xampp-linux-1.8.3-2-installer.run
./xampp-linux-1.8.3-2-installer.run

Maka sebuah jendela antarmuka grafis akan muncul melanjutkan proses pemasangan. Lanjutkan hingga selesai, dan boleh mulai sebentar XAMPP untuk Linux, jika merasa localhost sudah baik, bisa ditutup kembali. Tentu saja kita harus tahu bagaimana cirinya localhost berjalan dengan baik saat menggunakan XAMPP. Harus diingat bahwa XAMPP terpasang di alamat /opt/lampp pada openSUSE (dan Linux lainnya).

Kelima, memasang OpenEMR adalah langkah selanjutnya. Hal yang sama dilakukan ada membuka jendela terminal pada lokasi berkas unduhan OpenEMR.

Lakukan ekstraksi berkas yang tersedia dengan perintah:

tar -pxvzf openemr-4.1.2.tar.gz

Perintah tersebut akan membuat sebuah map bernama: openemr-4.1.2 pindahkan map tersebut ke map htdocs milik XAMPP dan ubah nama map menjadi openemr saja (tanpa nomor versinya). Gunakan perintah (sebaiknya dalam mode super user):

sudo mv openemr-4.1.2 /opt/lampp/htdocs/openemr

Jika Anda benar, maka berkasnya sekarang sudah berada di lokasi yang tepat. Dan pemasangannya selanjutnya menggunakan peramban, pilih peramban favorit, saya lebih suka menggunakan Firefox. Dan masuk ke localhost/openemr, kemudian di sana akan dimulai pembuatan/pemasangan openEMR, seperti kita memasang WordPress secara manual. Beberapa hal perlu diperhatikan:

  • Pemasangan berlanjut dalam tahapan, pastikan membaca tahapan secara seksama dan mengisi borang yang disediakan, terutama bagian nama pengguna, hak akses dan kata sandi.
  • Jika database OpenEMR belum ada, misalnya untuk pemasangan pertama kali, jangan lupa memilih membuat database dalam salah satu tahap instalasinya. Dan biasanya memang wajib demikian, dengan membiarkan pilihan pada: “Have setup create the database“.
  • Setelah selesai pemasangan, (dapat) lakukan pembersihan aplikasi berikut dengan hak super user:
  • chmod 644 openemr/library/sqlconf.php
  • chmod 600 openemr/acl_setup.php
  • chmod 600 openemr/acl_upgrade.php
  • chmod 600 openemr/sl_convert.php
  • chmod 600 openemr/setup.php
  • chmod 600 openemr/sql_upgrade.php
  • chmod 600 openemr/gacl/setup.php
  • chmod 600 openemr/ippf_upgrade.php
  • Lalu, kadang harus menyunting sejumlah setelah PHP, terutama agar tidak memperlihatkan catatan galat yang mengganggu, memperbesar memori akses, dan memperpanjang waktu eksekusi. Semuanya bisa disunting menggunakan aplikasi nano (perintah sederhana menggunakan nano bisa dipelajari di: http://www.howtogeek.com/howto/42980/) dengan menjalankan perintah di terminal: sudo nano /opt/lampp/etc/php.ini

Terkahir, semua sudah terpasang, sekarang bisa masuk ke localhost/openemr dan mulai menjalankan aplikasi OpenEMR, pastikan bahwa XAMPP telah dimulai sebelum mulai menggunakan OpenEMR. Hanya saja banyak yang harus saya pelajari untuk bisa menggunakan aplikasi ini dengan baik, tapi untuk sekadar presentasi awal sehingga kantor mungkin bersedia mencari ahli yang lebih tepat mungkin akan sangat bermanfaat.

Artikel Baru Terbit

  • Kode yang Tak Bersuara: Mengapa “Code Grey” Belum Menjadi Regulasi Baku di Fasilitas Kesehatan Indonesia?
    Fasilitas kesehatan Indonesia tidak memiliki regulasi baku code grey, meski banyak rumah sakit menerapkannya secara internal. Absennya standar nasional bukan sekadar kelalaian, melainkan hasil pilihan legislatif, fragmentasi kelembagaan, kerangka epistemik yang berat pada hukum-pidana, keterbatasan sumber daya, dan lemahnya budaya pelaporan. Perlindungan sistemik terhadap kekerasan di fasilitas kesehatan memerlukan lebih dari sekadar meminjam istilah asing.
  • Ketika Chatbot Belajar Menghitung: Sudahkah SPSS, R, JASP, dan Jamovi Boleh Pensiun?
    Chatbot kini bisa menjalankan uji-t, membuat grafik, dan menafsirkan nilai p dalam hitungan detik. Namun riset terbaru menunjukkan AI sering “benar karena kebetulan”: kesimpulannya tepat, tetapi jalannya keliru. Apakah SPSS, R, JASP, dan Jamovi sudah boleh pensiun? Ternyata yang berubah bukan aplikasinya, melainkan peran kita, dari operator menjadi penyunting.
  • The Memory of Bronze: Why People Believe in Karma
    In a gong-smithy at Wirun, an apprentice cracks the bronze and learns that metal forgets nothing. Drawing on the Upanishads, the Pali canon, Rumi, Anaximander, Arendt, and the Balinese Sārasamuccaya, this essay asks why humanity keeps believing in karma, and why the wisest believers hold it as a lamp, never a verdict.
  • Paliatif Bukan Tanda Menyerah: Kapan Sebaiknya Tenaga Kesehatan Mulai Menawarkannya?
    Perawatan paliatif sering disalahpahami sebagai layanan menjelang ajal. Padahal pedoman ASCO 2024, WHO, dan Kepmenkes 2180/2023 menekankan identifikasi dini sejak diagnosis penyakit serius. Artikel ini membahas kapan paliatif sebaiknya ditawarkan kepada pasien dan keluarga, alat penapisan seperti SPICT dan Pertanyaan Kejutan, serta penerapannya di layanan kesehatan Indonesia.
  • Ketika Wajah Bayi Menyimpan Rahasia di Kromosom 22
    Sindrom DiGeorge (22q11.2 deletion syndrome) adalah kelainan delesi mikro kromosom tersering pada manusia, memengaruhi jantung, imunitas, kalsium darah, dan perkembangan. Diagnosis sering terlambat karena gejala menyerupai kondisi lain. Di Indonesia, skrining jantung bawaan kritis berpotensi menangkap sebagian kasus, namun konfirmasi genetik masih terbatas aksesnya.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

3 tanggapan

  1. Avatar jarwadi

    sepintas fitur aplikasi ini banyak sekali, dulu sekali pernah melihat ada yg mempresentasikan ini di Mag Kes UGM, tapi saya ya, bingung sajal hehe

  2. Avatar Nathan
    Nathan

    Cara dual bootnya gimana mas.. kebetulan saya juga pake 8.1

    1. Avatar Cahya

      Kalau saya belum pernah coba yang pakai UEFI, kalau tidak salah beberapa distro Linux sudah mendukung fitur tersebut.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca