A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Zorin OS masih merupakan salah satu pilihan di daftar paling atas mereka yang ingin beralih dari Windows ke Linux. Terutama bagi mereka yang ingin mempertahankan kenyamanan menggunakan Windows ketika mulai menggunakan Linux. Zorin OS kini sudah mencapai versi 8, dan sepertinya masih serupa, ada edisi gratis dan berbayarnya.

Zorin OS 8 Core merupakan versi gratis, bisa digunakan untuk pengguna rumahan; sedangkan Zorin OS 8 Ultimate merupakan versi berbayar, walau hanya diminta sumbangan senilai €9.99 saja untuk mengunduh, versi yang cocok untuk para pebisnis menurut situs resmi mereka.

Saya masih sering memberikan saran mencoba Zorin OS, karena terus terang, sifatnya sepertinya Elementary OS yang jadi favorit saya. Tapi tentunya berbeda dengan Elementary OS, distribusi yang satu ini tidak mengusung pada prinsip kesederhanaan, dan tidak memiliki dukungan jangka panjang (LTS); yang bermakna pengguna akan selalu ditawarkan versi baru setiap sekitar 9 bulan. Walau sebenarnya bisa menghilangkan bosan juga.

Pengguna Zorin OS akan dimanjakan dengan tampilan ala Windows 7, 8, atau jika ingin bisa mendapat tampilan Mac OS X, ataupun Unity dari Ubuntu. Ini merupakan tawaran yang jarang dijumpai pada sebuah distribusi Linux. Selain aplikasi yang cukup banyak, Zorin OS juga membawa sendiri WINE-nya, sebuah emulator untuk menjalankan program atau software yang biasanya berjalan pada Microsoft Windows.

WINE akan membantu anak sangat banyak, misalnya Anda belum terbiasa dengan Libre Office, maka dengan WINE, pengguna bisa memasang Microsoft Office pada Linux.

Saya tidak bisa berbicara banyak tentang Zorin OS, karena jika Anda berminat, maka satu-satunya cara adalah mencicipinya langsung. Jika Anda menyukai dekstop yang penuh pernak-pernik, maka Zorin OS akan siap memanjakan Anda.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

12 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    salah satu fav distro. bagus banget tampilannya, mungkin saya akan coba versi LTE yang terbaru .., nanti …. *masih suka sama menu windows*

    1. Avatar Cahya

      Saya malah ndak tahu kalau Zorin punya LTE. Kadang saya mikir kalau masang nanti ndak jauh beda sama Windows :D.

      1. Avatar gadgetboi

        Zorin kan mengikuti rilisan Ubuntu 😀 …

      2. Avatar Cahya

        Seperti Mint, hanya saja DE-nya kadang buggy, mungkin itu yang ndak pas buat pemula. Dan susahnya ngikuti hulu yang mudah berubah seperti Ubuntu ya begitu :D.

  2. Avatar Nathan
    Nathan

    Saya sudah download bliii… 😀

    1. Avatar Cahya

      Wah, Mas Nathan ini, nyaris ndak ada yang terlewatkan :).

      1. Avatar Nathan
        Nathan

        Saya selau update kalo os yang mirip windows. untuk saya coba remaster. 😀 sudah nyaman bli dengan KDE nya

      2. Avatar Cahya

        Wah, mainnya sudah ke arah remaster segala. Saya malah masih jadi pengguna saja.

        KDE-nya saya masih nunggu LibreOffice 4.2, dan semoga ikonnya ndak bikin sakit mata.

      3. Avatar Nathan
        Nathan

        Tapi saya masih remaster pemula bli.. cuma nambahi aplikasi dan beberapa pengarah

        Libre 4.2 mirip Caligra kok bli.. saya sudah coba juga 😀

      4. Avatar Cahya

        Yang 4.2 malah saya sudah pasang di Windows, tapi yang mirip Caligra apanya ya?

        Malah mirip Ms Office sepertinya.

      5. Avatar Nathan
        Nathan

        yang bilang caligra itu kata teman saya.. kalo saya sih ngga terlalu intens pake yang libre. saya pake kingsoft

      6. Avatar Cahya

        Oh ya, katanya Kingsoft bisa buat Linux ya? Saya belum sempat mencari tahu ke arah sana.

        Kalai Caligra menurut saya terlalu sederhana. Mirip mesin blog Blogilo yang punyanya KDE.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca