A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Jika ada yang bertanya pada saya, apa sistem operasi distribusi Linux yang paling ramah pemula. Saya akan merekomendasikan Zorin OS. Mereka yang membantu migrasi juga tidak banyak dibuat pusing, tinggal pasang dan gunakan.

Zorin OS 16 sendiri sudah cukup populer, walau di antara antusias Linux, tidak banyak yang memilih menggunakannya. Setidaknya Pop! OS dari System 76 masih lebih populer jika saya perhatikan. Saya sendiri menggunakan openSUSE Tumbleweed untuk salah satu daily driver.

Apa yang menjadi kunci penting dalam rilis baru ini?

Berikut adalah ringkasan dari postingan blog tentang Zorin OS 17:

  • Zorin OS 17 adalah versi terbaru dari sistem operasi alternatif untuk Windows dan macOS yang menawarkan berbagai fitur dan peningkatan kinerja, keamanan, dan privasi.
  • Zorin OS 17 menawarkan pengalaman multitasking yang lebih lancar dan menyenangkan dengan tampilan desktop yang dapat disesuaikan, pencarian universal, tata letak jendela yang canggih, dan efek desktop spasial.
  • Zorin OS 17 memperbarui toko perangkat lunak dan dukungan untuk aplikasi Windows dengan desain yang lebih cantik dan cepat, serta integrasi dengan paket APT, Snap, Flatpak, AppImage, dan WINE.
  • Zorin OS 17 memperkenalkan mode gelap, mode daya, dan pengalaman tangkapan layar yang baru yang memudahkan pengguna untuk mengatur preferensi mereka, menghemat baterai, dan berbagi konten.
  • Zorin OS 17 Pro menambahkan dua tata letak desktop baru yang mirip dengan ChromeOS dan GNOME 2 yang dapat dipilih dari aplikasi Zorin Appearance.
  • Zorin OS 17 mendapat dukungan jangka panjang hingga 2027 dan dapat diunduh dari situs web Zorin atau dibeli dengan komputer yang sudah terpasang Zorin OS 17.

Dalam pengumuman rilis Zorin OS 17, kita bisa menemukan lebih banyak informasi detail tentang poin-poin di atas.

Bagi mereka yang laptop-nya sudah terlalu tua untuk menjalankan Windows, atau tidak mendukung upgrade Windows ke versi terbaru yang masih didukung oleh Microsoft. Maka beralih ke Zorin OS menjadi pilihan agar masih dapat menggunakan laptop dengan lancar dan produktif.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca