A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Saya dengar mulai Bulan Juni 2014 mendatang, setiap bungkus rokok yang beredar di negeri ini sudah akan berisi peringatan tidak hanya tulisan, namun juga gambar/foto kampanye melek bahaya rokok. Sejumlah pemerintah pelbagai negara memang memiliki kebijakan tersendiri tentang peringatan pada bungkus rokok, tapi mungkin ini pertama kali saya dengar gambar berwarna bahaya merokok dipampang di bungkus rokok itu sendiri.

Kita tidak akan tahu, seberapa efektif peringatan ini akan berdampak pada konsumsi rokok nasional. Alangkah bagusnya memang bisa mengurangi budaya merokok, mengurangi asap rokok, yang bermakna mengurangi banyak bahaya rokok, seperti kanker misalnya.

Hari ini salah satu berita kesehatan populer di dunia adalah prediksi yang menunjukkan ledakan jumlah penderita kanker di dua dasa warsa ke depan. Dan pola hidup masyarakat diyakini sebagai salah satu pemicu ledakan kasus kanker ini, salah satunya adalah pola hidup sebagai perokok aktif maupun pasif.

WHO: Cancer cases to rise 57% in 20 years in ‘human disaster’ – CNN.com(CNN) — Cancer cases are expected to surge 57% worldwide in the next 20 years, an imminent “human disaster” that will require a renewed focus on prevention to combat, according to the World Health Organization.

<span class="embedly-powered" style="float:right;display:block"><a target="_blank" href="http://embed.ly/code?url=http%3A%2F%2Fedition.cnn.com%2F2014%2F02%2F04%2Fhealth%2Fwho-world-cancer-report%2Findex.html&quot; title="Powered by Embedly"><img src="http://static.embed.ly/images/logos/embedly-powered-small-light.png&quot; alt="Embedly Powered" /></a></span>

via Cnn

‘}”>

WHO: Cancer cases to rise 57% in 20 years in ‘human disaster’ – CNN.com(CNN) — Cancer cases are expected to surge 57% worldwide in the next 20 years, an imminent “human disaster” that will require a renewed focus on prevention to combat, according to the World Health Organization.

Embedly Powered

via Cnn

Saya tahu sulit sekali menghentikan budaya merokok di negeri ini, apalagi di era gempuran kapitalis perusahaan rokok raksasa. Generasi muda kita adalah pangsa pasar mereka, sementara generasi tua sudah mungkin mulai tidak banyak merokok karena kesehatan mereka sudah tidak cukup untuk “kenikmatan” itu.

Jika hari ini saya duduk, dan seminggu menerima dua atau tiga kasus kanker; mungkin dua puluh tahun lagi, seorang dokter seperti saya akan kedatangan tiga atau empat penderita kanker dalam seharinya (sedikit? tidak!) – siapa yang tahu. Karena kebiasaan masyarakat kita yang memang susah diubah, baik mulai dari rokok hingga junk food.

Bahkan orang yang menjaga kesehatan mereka dengan baik pun bisa terserang kanker dan banyak penyakit lainnya, apalagi mereka yang tidak, apalagi mereka yang perokok.

Ini hanya permasalahan yang kembali ke kita. Apakah kita mau menuntun bangsa ini untuk sadar (melek) bahaya merokok?

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca