A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sindrom terowongan karpal atau carpal tunnel syndrome (CTS) adalah kumpulan kondisi nyeri yang muncul dan bertambah parah secara progresif pada tangan dan lengan disebabkan oleh terjepitnya saraf pada pergelangan tangan. Banyak hal bisa memicu munculnya kondisi ini, mulai dari struktur anatomi pergelangan tangan itu sendiri, hingga ke pola penggunaan tangan saat bekerja sehari-hari.

Sindrom terowongan karpal biasanya dimulai dengan nyeri yang samar-samar pada pergelangan tangan, yang kemudian dapat menyebar ke tangan dan lengan bawah.

Bisa terjadi rasa kesemutan pada ibu jari, telunjuk, jari tengah dan jari manis (namun tidak pada kelingking) tangan. Biasanya sensasi ini muncul ketika tangan menggenggam sesuatu, seperti setir, koran, gelas, atau telepon. Biasanya banyak orang menggoyangkan tangannya untuk menghilangkan sensasi ini, namun karena kecenderungan yang progresif, maka kondisinya bisa bertambah buruk.

Nyeri yang menjalar dari pergelangan tangan ke lengan atas hingga bahu, atau turun ke tangan hingga jemari, biasanya muncul setelah penggunaan yang berlebihan atau berulang. Nyeri lebih umum pada telapak tangan. Tangan juga menjadi terasa lemah, sehingga penderita mudah menjatuhkan barang yang dipegang.

carpal tunnel syndrome
Ilustrasi sindrom terowongan karpal. sumber: prweb.com

Sindrom terowongan karpal disebabkan oleh penjepitan pada nervus (serabut saraf) medianus. Nervus medianus melewati terowongan karpal yang berada di pergelangan tangan, serabut saraf ini menyediakan sensasi (fungsi sensorik) bagi telapak dan jari-jari tangan (terkecuali kelingking). Juga memberikan sinyal penggerak bagi otot-otot di sekitar basis ibu jari (fungsi motorik).

Secara umum, apapun yang mendesak, mengiritasi, atau menekan nervus medianus pada ruang terowongan karpal akan menyebabkan sindrom terowongan karpal. Sebagai contoh, patah tulang pergelangan tangan bisa mempersempit terowongan dan mengiritasinya, sebagaimana juga yang dihasilkan pada kasus rematik yang berkontribusi pada pembengkakan dan peradangan. Jika pada sebuah kasus tidak terdapat penyebab tunggal yang bisa diidentifikasi, kemungkinan sejumlah faktor risiko menjadi pencetusnya.

Ada sejumlah faktor risiko yang menyebabkan terpicunya kerusakan pada nervus medianus, walau risiko itu sendiri tidak langsung menyebabkan sindroma terowongan karpal. Misalnya pada faktor risiko anatomis, terjadi jika orang memiliki ruang terowongan karpal yang sempit, sehingga mempermudah kerusakan nervus medianus jika terjadi cedera. Perempuan cenderung memiliki ruang terowongan yang lebih sempit dibandingkan laki-laki, dan pelbagai variasi lainnya.

Sejumlah penyakit kronis atau kebiasaan menjadi faktor risiko juga. Penderita diabetes yang kronis memiliki risiko kerusakan serabut saraf yang tinggi, termasuk di dalamnya kerusakan nervus medianus; hal yang serupa juga merupakan risiko pada orang-orang yang kecanduan alkohol.

Perubahan pada keseimbangan cairan tubuh juga berpengaruh, jika cairan tubuh menumpuk maka rongga terowongan karpal bisa menyempit. Misalnya pada kehamilan, sangat umum terjadi penahanan cairan tubuh, sehingga terowongan karpal menjadi lebih sempit dan mudah mengiritasi nervus medianus, biasanya kondisi ini akan membaik setelah persalinan. Kondisi lain yang serupa misalnya pada penderita obesitas, atau gagal ginjal kronik.

Pekerjaan yang berulang menggunakan tangan pada posisi tertentu diduga bisa memicu kasus ini, misalnya pekerjaan yang memerlukan membengkokkan pergelangan tangan ke arah dalam (fleksi) secara berulang. Kondisi tersebut bisa membuat beban berlebihan bagi nervus medianus, dan memperparah kerusakannya. Walau sampai sekarang sepertinya belum ada bukti langsung secara keilmuan yang membuat faktor risiko ini menjadi penyebab langsung dari sindrom terowongan karpal.

Lalu, bagaimana dokter memeriksa dan mendiagnosis kondisi sindrom terowongan karpal?

Pertama, dokter akan melacak melalui riwayat dan perjalanan penyakit melalui anamnesis. Sejumlah kunci bisa digunakan untuk mengarahkan dokter pada kecurigaan kondisi ini, misalnya bahwa sindrom terowongan karpal tidak akan menyebabkan keluhan pada jari kelingking. Selanjutnya pemeriksaan fisik sederhana bisa membantu dokter, misalnya dengan menguji sensasi pada area yang dipersarafi oleh nervus medianus, dan menguji nyeri dengan memberikan tekanan pada terowongan karpal.

Pemeriksaan tambahan mungkin akan dipertimbangan. Foto sinar-X pada pergelangan tangan akan membantu dokter menyingkirkan kemungkinan penyebab nyeri lainnya, misalnya patah tulang pada pergelangan atau peradangan sendi. Jika ada kecurigaan bahwa otot juga mengalami kerusakan, maka pemeriksaan elektromiogram akan membantu. Pada pusat pelayanan kesehatan yang lebih canggih, pemeriksaan seperti MRI bisa memberikan gambaran yang lebih detil.

Dokter mungkin akan merekomendasikan penderita untuk menemui reumatologis, neurologis, ortoped, atau ahli bedah saraf jika memerlukan penanganan yang lebih khusus.

Penanganan untuk kasus ini beragam, jika kondisinya ringan, mengistirahatkan tangan bisa menjadi sebuah solusi paling sederhana. Beberapa penderita gejalanya berkurang setelah mengistirahatkan tangannya. Kompres dingin/es juga bisa membantu pada kasus yang menimbulkan nyeri ringan hingga sedang.

Membebat pergelangan tangan sehingga bisa diam menjadi solusi lainnya, terutama bagi mereka yang mengalami nyeri pada malam hari. Ibu hamil yang mengalami sindrom terowongan karpal dan sering merasa nyeri tidak nyaman di malam hari yang mengganggu tidur, maka beban pergelangan tangan menjadi opsi yang dapat dipertimbangkan.

Obat-obatan golongan antiinflamasi non-steroid bisa menjadi pertimbangan untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan. Jika masih dirasa belum cukup, maka dengan bantuan dokter bisa menggunakan kortikosteroid langsung yang disuntikkan ke terowongan karpal guna mengurangi pembengkakan dan peradangan. Sedangkan jika penyebab sindroma terowongan karpal adalah kondisi lain seperti artritis, maka mengobati penyebabnya adalah solusi awal.

Jika itu tidak membantu, maka operasi akan menjadi apa yang disarankan kemudian. Operasi adalah pilihan terakhir dalam kondisi ini, dokter ahli ortopedi konsultan bedah tangan atau dokter ahli bedah saraf bisa membantu memberikan pertimbangan dalam situasi ini.

Teknik bedah ada beragam, di rumah sakit sederhana biasanya digunakan metode bedah terbuka; sedangkan pada pelayanan yang lebih canggih pasien bisa mempertimbangkan bedah endoskopik. Metode manapun yang digunakan, penderita selayaknya paham risiko dan harapan yang ingin dicapai dari tindakan tersebut.

Apakah ada terapi alternatif untuk sindrom terowongan karpal?

Sejumlah terapi alternatif memang disarankan, semisalnya yoga yang bisa dilakukan secara mandiri, lalu terapi tangan yang bisa dibantu oleh seorang ahli rehabilitasi medik, atau terapi ultrasound yang bisa didapatkan di rumah sakit dengan fasilitas rehabilitasi medik.

Untuk terapi alternatif di rumah dan bisa dilakukan secara mandiri, yoga adalah pilihan yang paling sederhana dan tidak banyak menyita waktu, bisa dilakukan pada setiap kesempatan.

Tentu saja pencegahan juga merupakan pilihan yang bisa kita ambil. Misalnya jika pekerjaan kita berhubungan dengan menulis terlalu sering, maka kurangi cengkeraman jari kita pada alat tulis, relaksasi pada saat kita memegang alat tulis. Jika menulis dalam jangka waktu lama, pilihlah pena yang berukuran besar dengan pegangan yang lembut, lalu tinta yang mudah mengalir sehingga tidak perlu terlalu ditekan.

Istirahat secara teratur, perhatikan postur tubuh, dan jaga agar tangan tetap hangat jika bekerja pada lingkungan yang dingin akan membantu mencegah sindrom terowongan karpal menyerang kita.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO
  • Air yang Merenggut Nyawa: Tujuh Strategi Global Mencegah Tenggelam dan Relevansinya bagi Indonesia
    Setiap tahun, lebih dari 300.000 orang di dunia meninggal karena tenggelam, dengan anak-anak sebagai korban utama. WHO meluncurkan paket kebijakan PROTECT yang berisi tujuh strategi mencegah tenggelam. Indonesia perlu mengembangkan strategi nasional dan memperkuat pengumpulan data untuk menurunkan angka kematian terkait tenggelam di negara kepulauan ini.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

9 tanggapan

  1. Avatar Teguh IW

    walah.. saya sering ngetik sampai lama… jangan sampai kena penyakit ini ah..

  2. Avatar AndhySukma.com
    AndhySukma.com

    ini disqus cuma muncul di inet yang kenceng doang, di inet biasa ga muncul heheh

    1. Avatar Cahya

      He he… lumayan, ndak mikirin banyak komentar berarti :).

  3. Avatar Tomi Purba
    Tomi Purba

    saya dl pernah mengalami mas.. mungkin keseringan ngeblog tapi kurang olahraga.. sekarang sih udah mulai diimbangi jadi aman 😀

    1. Avatar Cahya

      Kalau faktor risikonya bisa dihilangkan atau ditanggulangi, biasanya gejala akan membaik dengan sendirinya.

      Syukurlah Mas Tomi jika sudah bisa membaik kondisinya. Semoga tidak terserang lagi masalah serupa :).

  4. Avatar alief

    tidak sering sih, tapi pernah juga mengalaminya, saat bekerja tiba-tiba tangan terasa lemas betul.

    kadang, saat melakukan olahraga nafas dan melakukan pengejangan pada tangan, tangan menjadi terasa sedikit nyeri dan lemas. apa ini juga termasuk simdrom terowongan karpal Bli?

    1. Avatar Cahya

      Bisa jadi walau perlu pemeriksaan lebih jauh. Asal tidak mengganggu aktivitas harian dan bisa pulih dengan segera justru tidak masalah.

      1. Avatar alief

        belum sampai mengganggu aktifitas harian sih Bli, begitu pengejangan dikurangi, dan istirahat sebentar biasanya langsung pulih sendiri sih.

      2. Avatar Cahya

        Masih ringan jika begitu Mas. Ya diperhatikan saja untuk ke depannya. Semoga tidak tambah menganggu :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca