A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) memiliki alur pelayanan tersendiri. Tergantung dari tipe rumah sakitnya, kompleksitas alur pelayanan IGD dapat beragam. Namun secara prinsip, desain alur pelayanan IGD memiliki dasar yang sama, yang dikenal dengan nama triase (triage).

Alur Admisi IGD

Diagram di atas saya sisipkan untuk membantu memahami alur pelayanan di IGD. Bisa digunakan dalam SPO, Panduan, maupun dokumen lain dalam pelayanan rumah sakit tipe D/C.

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Pasien Menuntut, Dokter Bersumpah: Menimbang Etika di Balik Selembar Surat Sakit
    Kasus ulasan pasien yang kecewa tidak mendapat surat sakit menyingkap miskonsepsi umum: surat keterangan medis adalah hasil penilaian klinis dokter, bukan hak yang tinggal diminta. KODEKI Pasal 7 dan KUHP Pasal 396 (UU 1/2023) menegaskan kejujuran dokter dalam penerbitan dokumen medis, sejalan dengan standar etik kedokteran global seperti pedoman GMC Inggris.
  • Kode yang Tak Bersuara: Mengapa “Code Grey” Belum Menjadi Regulasi Baku di Fasilitas Kesehatan Indonesia?
    Fasilitas kesehatan Indonesia tidak memiliki regulasi baku code grey, meski banyak rumah sakit menerapkannya secara internal. Absennya standar nasional bukan sekadar kelalaian, melainkan hasil pilihan legislatif, fragmentasi kelembagaan, kerangka epistemik yang berat pada hukum-pidana, keterbatasan sumber daya, dan lemahnya budaya pelaporan. Perlindungan sistemik terhadap kekerasan di fasilitas kesehatan memerlukan lebih dari sekadar meminjam istilah asing.
  • Ketika Chatbot Belajar Menghitung: Sudahkah SPSS, R, JASP, dan Jamovi Boleh Pensiun?
    Chatbot kini bisa menjalankan uji-t, membuat grafik, dan menafsirkan nilai p dalam hitungan detik. Namun riset terbaru menunjukkan AI sering “benar karena kebetulan”: kesimpulannya tepat, tetapi jalannya keliru. Apakah SPSS, R, JASP, dan Jamovi sudah boleh pensiun? Ternyata yang berubah bukan aplikasinya, melainkan peran kita, dari operator menjadi penyunting.
  • The Memory of Bronze: Why People Believe in Karma
    In a gong-smithy at Wirun, an apprentice cracks the bronze and learns that metal forgets nothing. Drawing on the Upanishads, the Pali canon, Rumi, Anaximander, Arendt, and the Balinese Sārasamuccaya, this essay asks why humanity keeps believing in karma, and why the wisest believers hold it as a lamp, never a verdict.
  • Paliatif Bukan Tanda Menyerah: Kapan Sebaiknya Tenaga Kesehatan Mulai Menawarkannya?
    Perawatan paliatif sering disalahpahami sebagai layanan menjelang ajal. Padahal pedoman ASCO 2024, WHO, dan Kepmenkes 2180/2023 menekankan identifikasi dini sejak diagnosis penyakit serius. Artikel ini membahas kapan paliatif sebaiknya ditawarkan kepada pasien dan keluarga, alat penapisan seperti SPICT dan Pertanyaan Kejutan, serta penerapannya di layanan kesehatan Indonesia.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    tiada rumah sakit yg sekompleks RS cipto deh 😀 …. mau ngurus IGD tuh muter2nya bisa 2 km. (jarak ruang operasi, kamar inap, IGD sama administrasi tuh berjauhan … *gak tau sih sekarang udah direnovasi,(atau malah semakin jauh lagi LOL)*

    1. Avatar Cahya

      Itulah kenapa SIM RS harusnya bisa mempermudah itu. Sehingga layanan bisa satu pintu. Cukup dengan layar sentuh, semua bisa diakses.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca