Petang ini, lini masa saya dipenuhi oleh pelbagai warna hijau toska dan muda. Sepertinya Slyterin sedang memenangkan house cup dalam serial Harry Potter. Tapi ini bukan tentang itu, para pengguna sedang menyambut kedatangan Green Geeko terbaru, openSUSE 13.2. Anda pengguna Linux pasti tidak akan pernah melewatkan nama salah satu distribusi yang memiliki sejarah panjang ini, dan memiliki banyak penggemar di pelbagai belahan duni, termasuk saya di sini.
Saya hanya bisa mengucapkan selamat datang pada openSUSE, beberapa hal yang menarik di sini. Pertama menyambut rilis Gnome 3.14 – yang merupakan versi Gnome yang cukup ringan berjalan di komputer dengan perangkat keras kelas menengah. Saya sendiri sekarang sedang menikmati Gnome dengan menggunakan Antergos.
Tampilan Gnome dengan memperlihatkan Gnome Weather.
Isu lain yang diangkat adalah penggabungan antara Tumbleweed dan Factory, saya dulu selalu menggunakan Tumbleweed untuk rolling release karena stabilitas dan ketangguhannya. Saya merasa tidak memerlukan yang lain dengan adanya paket RPM dan Tumbleweed di tangan, segala masalah bisa terpecahkan dengan baik. Dari Gnome, KDE, hingga MATE bisa memanfaatkannya.
Jangan lupa, selain sebagai dekstop, openSUSE juga sangat cocok bagi para pengembang (developer), baik yang baru belajar kode-kodean atau sudah sarapan dan makan malam semua kode yang di-hash dan di-salt setiap hari.
Saya mengucapkan selamat datang pada openSUSE 13.2 – sebuah dunia yang membuat saya bisa bebas dari ketergantungan dengan proprietary software seperti Microsoft Windows.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
4 tanggapan
Melvin
saya pun sudah mencoba opensuse 13.2, namun rasanya agak kecewa karena sepertinya ada bug di bagian audionya (mungkin hanya berlaku di laptop saya) 🙁
Saya mengucapkan selamat datang pada openSUSE 13.2 – sebuah dunia yang membuat saya bisa bebas dari ketergantungan dengan proprietary software seperti Microsoft Windows…… tapi tidak Office-nya 😀 …. *damn you world! why wouldn’t you adopt libreoffice!*
Ya, mungkin 5 atau 10 tahun lagi Mas. Karena 5 atau 10 tahun yang lalu kita masih melihat betapa susahnya beralih ke Linux. Sekarang sudah mulai mudah. Dan LibreOffice mungkin sudah menjadi sangat intuitif dalam 5 atau 10 tahun mendatang.
Tinggalkan Balasan