Kemarin, tepatnya pada tanggal 24 Maret 2015, diperingati sebagai hari Tuberkulosis sedunia. Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, kini memanggil semua negara untuk mendukung strategi 20 tahunan yang baru yang bertujuan untuk mengakhiri epidemi tuberkulosis dunia.
Beberapa tahun belakangan mungkin adalah sebuah perjuangan yang patut diperhitungkan. Lebih dari 37 juta jiwa terselamatkan. Pada tahun 2013, sekitar 9 juta penderita TB baru muncul, dan sekitar setengah juta adalah kasus yang sudah kebal obat dan sulit disembuhkan; diperkirakan lebih dari 1,5 juta jiwa meninggal setiap tahunnya oleh karena tuberkulosis.
Setidaknya WHO akan berusaha berjuang di tiga area kunci:
Pelayanan berpusat pada pasien TB terpadu, pencegahan penularan TB, termasuk pada anak-anak.
Sistem pendukung dan kebijakan yang kental.
Penelitian dan inovasi yang terus dipacu.
The strategy sets ambitious targets of a 95% reduction in TB deaths and a 90% reduction in cases of TB by 2035. An important milestone to be reached within the next five years (2020) is the elimination of catastrophic costs for TB patients and their families. Eliminating catastrophic costs is feasible through making care more accessible and through financial protection schemes to minimize medical and non-medical costs as well as income loss.
Indonesia adalah negara dengan angka tuberkulosis yang tinggi. Baik tenaga kesehatan maupun masyarakat, semuanya memiliki peranan penting dalam memerangi penyakit yang satu ini. Kita bisa meningkatkan kualitas hidup penderita, menyembuhkannya, dan mencegah penularannya, namun kita juga perlu lebih dari sekadar retorika.
Mereka yang sudah dewasa dapat menjadi mencari tahu sendiri bagaimana mengobati dan mencegah penularan TB. Sedangkan anak-anak yang menjadi pokok bagi masa depan, kita harus bisa mengatasi TB pada anak-anak.
Kenali gejalanya, periksa sedini mungkin, dan berkomitmen terhadap pengobatan tuberkoulosis jangka panjang. Generasi mendatang yang bebas tuberkolusis bisa dicapai, jika kita semua mau berusaha.
Beberapa sumber informasi yang dapat Anda ikuti untuk mengetahui perkembangan informasi seputar tuberkulosis adalah:
Cystic fibrosis adalah kelainan genetik langka yang mengganggu transpor cairan di paru, pankreas, dan organ lain, menyebabkan infeksi paru berulang serta gangguan pencernaan. Meski jarang di Asia, kasus tetap ditemukan di Indonesia. Artikel ini membahas patofisiologi, diagnosis melalui uji keringat, serta era baru terapi CFTR modulator dan tantangan aksesnya.
Studi fase 3 UP-AA1/UP-AA2 di JAMA Dermatology menunjukkan upadacitinib—obat rematik golongan JAK inhibitor—membantu hingga 55% penderita alopesia areata berat menumbuhkan kembali minimal 80% rambut kulit kepala dalam 24 minggu. Meski menjanjikan, obat ini belum disetujui resmi untuk indikasi ini di Indonesia maupun global.
Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan