A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Suka mengunduh berkas torrent (P2P), apa yang biasanya Anda gunakan? Dulu saya biasanya menggunakan ?torrent, oleh karena kemudahan penggunaan, berkas yang kecil, dan pembaruan yang terjamin, serta tentu saja gratis pada sistem operasi Windows ®. Tapi belakangan ini, aplikasi tersebut dibubuhi dengan adware seperti iklan perjudian dan kasino daring yang tidak saya suka. Sehingga saya pun mencari aplikasi sistem P2P alternatif selain ?torrent.

Setelah sejumlah “petualangan”, pilihan tersebut jatuh pada Tixati. Pengembangnya menjamin 100% gratis, yang merupakan klien bittorent yang mudah dan sederhana untuk digunakan.

Tentu saja pertimbangan di dalamnya juga termasuk kemampuan menggunakan sejumlah tautan magnet yang biasanya banyak digunakan.

Tixati
Pratampil jendela aplikasi Tixati. Sumber: tixati.com

Tixati menyediakan versi 32-bit dan 64-bit untuk Windows. Sedangkan untuk Linux, asalkan memiliki dukungan GTK+ 2 bisa digunakan. Saya sendiri untuk Linux sementara menggunakan sistem bawaan saja sudah nyaman. Sehingga Tixati saat ini digunakan pada Windows.

Anda mungkin tidak suka tampilannya yang terlihat kuno, tapi dengan tampilan yang sederhana itu justru semua informasi penting bisa disediakan tanpa memerlukan Java atau NET saat memasangnya. Jika Anda ingin mencoba menggunakan Tixati, silakan langsung mengunduh ke situsnya.

Artikel Baru Terbit

  • Berapa Jam Sebenarnya Kita Butuh Tidur? Lima Mitos yang Perlu Diluruskan
    Kebutuhan tidur bervariasi berdasarkan usia dan individu, bukan sekadar “8 jam”. Tubuh tidak dapat dilatih untuk butuh tidur lebih sedikit. Tidur siang singkat 10–20 menit justru bermanfaat. Tidak semua hewan tidur seperti manusia. Terlalu banyak tidur juga berisiko. Dan meski kurang tidur jarang membunuh langsung, microsleep akibatnya menewaskan ribuan orang di jalan Indonesia setiap tahun.
  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
  • Guru di Garis Depan: Panduan Baru UNESCO, UNICEF, dan WHO untuk Menjaga Kesehatan Jiwa di Ruang Kelas
    Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

8 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    sepertinya bli benar karena ternyata banyak “RAT” di utorrent -__-” …http://www.pcworld.com/article/2893982/utorrent-quietly-installs-a-cryptocurrency-miner-on-users-computers.html untung sudah lama tidak menggunakan utorrent … kalau akhirnya norrent sebaiknya saya pake delunge atau tixati saja deh 😀

    1. Avatar Cahya

      Makanya… nanti malah komputer kita dipakai mendulang emas… ????

  2. Avatar gadgetboi

    emang ada apa dengan utorrent bli? *udah lama engga “bertualang” LOL

    1. Avatar Cahya

      Ada iklan terlalu banyak Om ????

      1. Avatar gadgetboi

        bukannya emang sudah lama begitu (walau belom tau juga seberapa banyak sekarang) … tapi tetap saya selalu menggunakan uTorrent karena bener-bener life saver LOL … pernah saya donlot torrent di android dan tertera 100% … berhubung banyak file dan saya pikir sudah selesai, saya buka dan ternyata error… pas saya pindahkan ke windows dan di scan menggunakan utorrent ternyata belom 100% dan Utorrent melanjutkannya! mantab deh pokoknya utorrent …ada plus minus lah … kayak transmission yg emang light dan selain di linux ada di mac OSX. Kirain saya bisa saya lanjutin donlot dari Mac ke Linux .. ternyata tidak bisa 🙁 … begitu pun dari Linux KDE qTransmission ke GNOME Tranmission … tidak kompatibel … kalau utorrent walau beda aplikasi torrent bisa melanjutkan file torrent yang belom selesai.

      2. Avatar Cahya

        Biasanya beda protokol Mas. Saya kurang tahu apa bedanya. Kadang magnet link – nya bisa hilang saat dipindahkan. CMIIW.

        Tapi ya transmission juga dah bagus kok kalau ndak pindah hati ????.
        Pada tanggal 18 Apr 2015 17.21, “Disqus” menulis:

      3. Avatar gadgetboi

        magnetic link emang bisa hilang, itu mah gampang tinggal di cari di tempat asal donlot … tapi setelah ada torrent file dan tidak bisa resume itu lain cerita. sepertinya ini “bug” Transmission … sayang sekali … karena setelah saya coba pindahin file torrent belom selesai dari ubuntu (GNOME) ke laptop saya yg juga GNOME … tetep mendonload dari awal lagi -__-” … yah semoga jadi bahan pertimbangan juga untuk transmission … karena kayaknya harus merequest ke developernya, berhubung transmission jarang diupdate kalau engga ada major bug LOL

      4. Avatar Cahya

        Ya sudah, pakai Tixati saja Mas. Kan bisa dipakai di Linux, Mac dan Windows ????
        Pada tanggal 19 Apr 2015 09.41, “Disqus” menulis:

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca