A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Saya sering melihat aplikasi sejenis IDM di komputer atau laptop yang sudah dipasangkan (diinstal) dari tempat pembelian. Katanya sih ini membantu membantu mengunduh berkas di Internet dengan lebih cepat dibandingkan menggunakan bawaan peramban masing-masing. Dulu, ini mungkin benar, di era tahun 2005-an, di mana jaringan Internet tidak lumayan banyak tersedia, dan peramban tidak secanggih saat ini.

Jika hanya berbicara masalah kecepatan mengunduh, saya rasa peramban memiliki kemampuan yang sama dengan peranti lunak sejenis yang ditujukan khusus untuk mengunduh. Tapi hal-hal yang lebih esensial seperti mengatur kecepatan unduhan, menjadwalkannya, menghentikan & melanjutkan di lain waktu, memilah-milah berkas unduhan, menggabungkannya dengan kemampuan Spider HTML, FTP ataupun jaringan P2P memang tampaknya tidak bisa mengandalkan peramban semata.

Oleh sebab itu, fungsi-fungsi tersebut, rasanya memang lebih nyaman menggunakan peranti lunak tersendiri. Tapi setahu saya, Internet Download Manager bersifat shareware, jika ingin menggunakannya lebih dari masa uji coba, maka wajib membayar lisensi. Satu-satunya kenapa masih bisa digunakan, mungkin karena kebanyakan orang menggunakan versi bajakannya (yang bisa jadi, jika tidak hati-hati menjadi sumber penyebaran virus di komputer).

Tapi ada banyak peranti lunak sejenis yang disediakan secara cuma-cuma. Dulu saya suka menggunakan LeechGet, lalu beralih ke FlashGet, lalu ke Orbit Downloader. Biasanya semakin populer sebuah software gratisan, akan lebih ada kecenderungan ditumpangi hal-hal lain yang mau mendapatkan kepopuleran juga, misalnya spyware & adware.

Lalu saya menemukan sebuah software untuk mengunduh pelbagai berkas yang bersifat open source, menjamin setidaknya tidak akan mati di tengah jalan pada masa pengembangannya. Maka saya pun mulai menggunakannya, Free Download Manager.

Free Download Manager
Tampilan Free Download Manager ver. 3.9.3 pada jendela Windows 8. Sederhana, namun memuat banyak fitur dan fungsi.

Pertama, jelas software ini disediakan secara gratis, bisa diunduh dan digunakan tidak hanya di rumah, tapi juga untuk keperluan komersial. Jadi digunakan di area perkantoran tetap bisa digunakan secara legal, Anda tidak perlu takut jika ada razia software legal di kantor Anda saat menggunakan yang satu ini.

Kedua, fiturnya cukup kaya. Ada dukungan BitTorrent, Remote Control, Portable Mode, dukungan pratayang untuk berkas video/audio yang sedang diunduh, kecepatan bisa ditinggkatkan, memiliki pengaturan lalu lintas data. Bahkan terdapat komunitas yang bisa dibentuk/membantu menentukan apakah sebuah berkas aman untuk diunduh atau tidak. Jika unduhan macet/rusak di tengah jalan, FDM bisa membantu memulai atau melanjutkannya kembali (sesuai dengan syarat dari web/server).

Ketiga, cukup aman karena bersifat open source dan bisa diintegrasikan dengan peranti lunak yang kita gunakan. Bahkan saya menyandingkannya dengan avast! antivirus untuk memindai setiap unduhan yang diambil dari Internet.

Keempat, ada pengembangan berkelanjutan. Mengingat FDM sudah ada sejak tahun 2004, maka bisa dikatakan meski belum sempurna, tapi cukup matang digunakan. Dan tampaknya akan tetap dikembangkan lagi ke depannya. Dukungan terhadap beragam peramban pun sangat membantu, walau jika terpaksa, setelan atau pengunduhan manual tidak bisa dihindari.

Saya bisa menyarankan menggunakan aplikasi ini, meskipun mungkin dari segi tampilan tampak ketinggalan zaman, tapi kemampuannyalah yang kita perlukan. Karena ada sejumlah software sejenis dan memiliki nama mirip atau palsu, mohon mengunduh langsung dari situs resminya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Artikel Baru Terbit

  • Kaki Gajah yang Tak Sekadar Bengkak: Mengurai Filariasis Limfatik dari Cacing hingga Perawatan Diri
    Filariasis limfatik atau kaki gajah bukan sekadar bengkak biasa, melainkan hasil kerusakan sistem getah bening bertahun-tahun akibat cacing yang ditularkan nyamuk. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, manajemen limfedema tujuh tahap, dan tantangan unik Indonesia sebagai satu-satunya negara dengan tiga spesies cacing filaria sekaligus.
  • Debu, Bor, dan Bangsal Pasien: Mengelola Risiko Infeksi Selama Konstruksi Rumah Sakit
    Setiap kali rumah sakit direnovasi, debu konstruksi membawa risiko infeksi jamur yang bisa mengancam nyawa pasien imunokompromais. Artikel ini mengulas metode ICRA—dari matriks klasik hingga pembaruan ASHE ICRA 2.0—bukti ilmiah di balik aspergilosis terkait konstruksi, kedudukannya dalam regulasi Indonesia, serta praktik terbaik yang seharusnya diterapkan setiap fasilitas kesehatan.
  • Kenapa Pindah ke Linux Terasa Sulit di Awal? (dan Siapa yang Justru Cepat Beradaptasi)
    Perpindahan ke Linux sering kali menimbulkan “kejutan budaya” bagi pengguna baru yang terbiasa dengan Windows atau macOS. Tantangan meliputi manajemen paket yang asing, ketersediaan software, masalah driver, penggunaan command line, dan pilihan distro. Adaptasi lebih mudah bagi developer, power user, dan gamer, sementara pengguna awam mungkin kesulitan. Kesiapan mental dan pemilihan distro yang tepat sangat penting untuk transisi yang baik.
  • Ketika Amarah Pasien Berubah Jadi Ruang Belajar: Menata Keluhan sebagai Bagian dari Mutu Layanan Kesehatan
    Keluhan pasien bukan ancaman, melainkan peluang mutu. Artikel ini mengulas asal-usul kerangka L.E.A.S.T dan L.A.T.T.E dari ilmu manajemen jasa, bukti bahwa pelatihan komunikasi saja tak cukup mengatasi hambatan sistemik dan burnout staf, serta bagaimana hak mengadu pasien dalam UU 17/2023 perlu diimbangi sistem pendukung di faskes Indonesia.
  • Apakah Rumah Sakit Wajib Melakukan Penetration Test? Menelusuri Dasar Hukumnya
    Tidak ada pasal tunggal yang mewajibkan pentest bagi rumah sakit di Indonesia — tetapi UU PDP, kategorisasi risiko sistem elektronik, status Infrastruktur Informasi Vital, dan ekspektasi akreditasi bersama-sama menciptakan kewajiban de facto yang sulit dihindari. Artikel ini memetakan empat jalur regulasi tersebut dan memberi rekomendasi realistis sesuai skala fasilitas.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

10 tanggapan

  1. Avatar Melvin
    Melvin

    ini download manager pertama saya. dulu pernah nyoba idm (lalu trialnya abis), dan juga pernah nyoba orbit, DAP, dan flashget (tapi tunggangan adwarenya banyak). akhirnya ujung2nya pake fdm lagi juga.

    1. Avatar Cahya

      Itu dia Mas yang bahaya, adware sekarang makin ganas saja. Masuk tanpa basa-basi, sulit ditendang lagi.

  2. Avatar gadgetboi

    ini menjadi teman saya pasca IDM berakhir masa gratisnya! 😀 … tadinya saya malah engga pakai Download manager …

    1. Avatar Cahya

      Weh, kalau pakar unduh mengunduh sudah bicara seperti itu, saya cuma bisa angguk-angguk kepala saja 😀

  3. Avatar Akmalia Siregar
    Akmalia Siregar

    ohya… mau nanya cahya…
    saya mau rubah profil saya dari pake gmail.. menjadi blog gimana..
    yar yg nongol saat komen adalah gravatar yang wordpress ? bingung ini gak bisa ngubahnya saat kasi komen di blog ini…
    tq

    1. Avatar Cahya

      Untuk masalah menyunting profil Disqus, silakan login ke halaman: http://disqus.com/dashboard/#account

      Nanti di sana ada sejumlah pilihan, termasuk memasukkan alamat web/blog terintegrasi ke dalam Disqus.

  4. Avatar Akmalia Siregar
    Akmalia Siregar

    dulu selalu menggunakan aplikasi ini untuk download.. tp skrg jarang.. keterbatasan kuota.. 😀
    salam ^_^

    1. Avatar Cahya

      Pakai yang tidak berkuota saja :).

      Salam kenal juga.

  5. Avatar asepsaiba
    asepsaiba

    Nice sharing Bli..

    Saya memanfaatkan download manager lebih untuk jaga2 bila sinya terputus, dengan DM biasanya kan bisa dilanjutkan tidak perlu dari awal lagi…

    Ijin sedoot.. 🙂

    1. Avatar Cahya

      Salah satu fungsi yang dicari ya memang itu Mas. Biar ndak ngulang lagi dari awal, apalagi pas sinyal jelek.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca