A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Saya iseng jalan-jalan melihat mini PC, karena berusaha mencari komputer yang jika bisa hemat daya dan energi. Dan mini PC adalah pilihan yang baik dengan konsumsi listrik yang hemat. Tapi setelah melihat produk yang satu ini, Asus VivoPC ROG GR8, saya malah kaget jika ada mini PC yang memiliki performa sebaik ini (secara teori, karena belum mencoba langsung), kalau tulisan di atas kertas, maka performanya bisa dikatakan menyamai desktop gaming yang banyak disuka anak muda untuk memainkan video game kelas berat.

Intel Hasswel Ivy Bridge – Intel Core i7 (4510U) menjadi otaknya, walau kecepatan dasarnya hanya 2,0 GHz, namun pada clock speed prosesor tunggal bisa mencapai 3,1 GHz dan pada dua otak mencapai 2,8 GHz. Dan menariknya, konsumsi daya rerata pada kisaran 15 watt saja. Lalu grafis dari GeForce GTX 750Ti, kita bisa mencium aroma game layar penuh 1080 HD di sini.

ASUS VivoPC ROG GR8

Kadang kita kecewa dengan dapur pacu yang tinggi, tapi kualitas suara yang rendah, sepertinya tidak demikian dengan Asus ROG GR8 ini. Katanya Audio SupremeFX dengan kapasitor ELNA bisa memberikan suara yang jernih (tapi mungkin juga tergantung dari speaker aktif yang digunakan). Ini seperti sebuah harta karun mini.

Ini yang membuat paradigma bahwa miniPC bisa menjadi mesin yang sangat tangguh. Jika Anda sedang mencari miniPC yang memiliki performa gegas, maka ASUS VivoPC ROG GR8 sayang sekali dilewatkan saat ini. Apalagi sudah hadir di Indonesia, lewat sejumlah penjualan toko komputer.

Saya belum menemukan kekurangan pada miniPC ini jika melihat data di atas kertas, kecuali harganya yang juga ikut fantastis seperti kemampuannya. Hanya saja, saya masih berharap bahwa mereka tidak meletakkan semua USB 3.0 di bagian belakang, setidaknya ada satu juga di bagian depan daripada hanya porta untuk USB 2.0.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca