Memilih metode kontrasepsi atau keluarga berencana (KB) bagi pasangan baru, atau pasangan suami istri yang belum pernah menggunakan KB bisa menjadi hal yang sulit & rumit. Karena bagi mereka yang tidak begitu memahami pro dan kontra penerapan kontrasepsi atau KB, mungkin tidak bisa menemukan metode yang pas. Hal ini menjadi alasan mengapa sebelum menentukan program KB yang dikehendaki oleh pasangan suami istri, mereka selayaknya melakukan konseling bersama-sama terlebih dahulu dengan pihak penyedia layanan KB.
Untuk mempermudah baik sejawat dokter maupun bidan dalam membantu memberikan konsultasi, dan masyarakat dalam hal memilih program KB yang tepat, sejumlah perangkat bantu praktis bisa digunakan. Di antaranya adalah Medical Eligibility Criteria (MEC) for Contraceptive Use [1] [2]. Hanya saja alat-alat tersebut mungkin sulit diakses di negara kita. WHO misalnya, untuk negara berkembang, cakram kontrasepsi ini dijual seharga US$ 12.00 atau paket dalam 20 cakram seharga US$ 72.00.
Bagi yang menggunakan ponsel cerdas Android, ada aplikasi yang sudah bisa diunduh langsung dari Play Store dengan nama “Lingkaran Kontrasepsi” – didasarkan pada cakram serupa yang dibuat oleh WHO dan CDC. Bagi yang masih menggunakan ponsel model lawas, selama mendukung Java Platform, maka bisa menggunakan MEC Mobile J2ME yang tersedia gratis dari WHO.
Saya menemukan aplikasi ini cukup mudah membantu menentukan kontrasepsi mana yang paling pas untuk pasangan suami istri, terutama kaum ibu yang memiliki lebih banyak pilihan metode kontrasepsi. Untuk panduan menggunakannya, buku “Medical Eliginility Criteria for Contraceptive Use” bisa digunakan (saat ini edisi ke-4, ISBN: 978 92 4 1563888) – bisa dibeli seharga US$ 30.00 atau diunduh secara gratis dalam bentuk digital.
Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan