A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pagi ini mendung merata di langit, dibarengi oleh hujan yang mengguyur kelam di jalanan. Dengan sepasang tangan yang menggenggam dinginnya kendali sepeda motor, saya menyusuri jalan yang cahaya penerangan lampunya bergelut mesra dengan kabut pagi – seolah menemani kemesraan butiran air hujan yang tak kunjung berhenti mencumbu keangkuhan aspal-aspal hitam.

Tugas semalam berakhir dengan tenang, walau memang perayaan tahun baru selalu ada saja insiden yang tak diinginkan – untungnya saya belum mendengar hal-hal yang buruk, dan semoga saja memang tidak ada.

Saya ingin segera mencapai rumah, karena tubuh sudah terasa tidak nyaman oleh peluh yang semalaman bersenggama dengan aroma nikotin. Sial memang, negeri ini memang masih surga bagi asap rokok – yang bahkan mungkin semalam masih unggul keberadaannya dari asap kembang api sekali pun di mana seharusnya dia jadi raja malam tadi. Tapi ini seperti sudah adikodrati ketika bertugas di lapangan bersama-sama masyarakat banyak. Mungkin satu atau dua puntung rokok menyala masih bisa saya anggap biasa, tapi ketika terkepung oleh remah-remah nikotin di udara, kepala ini rasanya ingin segera menyentuh bantal dan mendapatkan udara segar di bahwa atap yang bersemilir udara segar.

Dan beruntung pagi ini, hujan menabuh kemerasaan asa saya.

Katanya, hujan pertanda sesuatu yang baik akan tiba. Tapi saya sendiri harus mengingat, bahwa sesuatu yang baik kadang terbungkus dalam cadar yang bernama ‘ujian’, ‘halangan’, nan ‘rintangan’ – Semoga dalam situasi paling buruk pun, saya bisa menemukan madu kehidupan.

Akhir kata, pada sahabat sekalian. Selamat tahun baru 2016, selamat menempuh hidup di tahun yang baru, dan semoga kita semua – menjadi lebih baik lagi di tahun ini.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Satu tanggapan

  1. Avatar Ira
    Ira

    selamat tahun baru 🙂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca