Lebih dari sepekan yang lalu, laptop baru saya, Dell Inspiron 7460 mengalami masalah kegagalan baterai. Saya tidak tahu bagaimana ini bisa terjadi, namun pada awalnya laptop mulai menunjukkan bahwa baterai tidak bisa diisi, kemudian baterai tidak ditemukan (walau masih bisa digunakan) dan dalam beberapa hari menjadi baterai sama sekali ‘lenyap’.
Karena notebook ini baru saja hanya saya pegang sebulan sejak tiba di tangan saya, maka saya membawanya ke pusat servis resmi Dell di Jogja (Jl. Kol. Sugiyono No.63, Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta). Tidak sulit menemukan tempat servis ini karena bersebelahan dengan kantor tempo, dan tidak jauh dari RS Pratama yang baru-baru ini mulai beroperasi.
Kantornya depannya tidak begitu luas, cukup untuk dua petugas penerima klien, dan hanya ada satu petugas di sana. Antrian juga tidak banyak, dan saya dengan segera dilayani.
Saya menyampaikan keluhan saya, dan petugas melalukan sejumlah pemeriksaan awal pada laptop lalu menyimpulkan bahwa memang ada kegagalan pada baterai laptop. Untungnya saya membawa serta kartu garansi dan nota bukti pembelian laptop yang bisa digunakan untuk mengurus garansi.
Laptop untuk keperluan servis ditinggal selama sepekan di Dell, dan baru beberapa hari yang lalu saya ambil. Prosesnya sama, hampir tidak lama. Saya juga pada akhirnya menambah RAM sebesar 8GB (sehingga sekarang total RAM bawaan adalah 12 GB). Karena penambahan RAM tidak termasuk layanan garansi, maka saya dikenakan biaya sebesar Rp 150.000,00. Proses peningkatan RAM ini ditunggu sekitar 10-20 menit, dan langsung bisa selesai saat itu juga.
Saya merasa puas dengan pelayanan di servis senter Dell (mungkin saya juga tidak banyak bertanya, karena setiap penjelasan yang diberikan cukup jelas).
Di akhir kata, saya dijelaskan bahwa ternyata untuk servis garansi Dell, pelanggan sebenarnya cukup menelepon call service yang ada di kartu garansi, dan petugas Dell akan ‘jemput bola’ ke tempat pelanggan. Ah, tahu seperti itu, saya lain kali akan pakai telepon saja, tapi semoga tidak ada kerusakan lagi ke depannya.
Sakit gigi yang tampak sepele bisa berkembang menjadi abses yang mengancam jalan napas. Artikel ini mengupas patofisiologi abses gigi, tanda bahaya penyebaran infeksi seperti Ludwig’s angina, prinsip tata laksana berbasis drainase dan antibiotik rasional, serta data SKI 2023 yang mengungkap kesenjangan besar antara prevalensi karies dan akses perawatan gigi di Indonesia.
Gangguan pendengaran menyunyikan dunia lebih dari 430 juta orang secara global, dan tak luput dari Indonesia. Dari skrining bayi baru lahir hingga kaitannya dengan risiko demensia pada lansia, artikel ini mengupas mengapa ketulian bukan sekadar “kurang dengar”—melainkan persoalan kesehatan masyarakat yang sebagian besar dapat dicegah dan ditangani sejak dini.
Ketombe bukan sekadar masalah kosmetik—ia hasil interaksi kompleks antara jamur Malassezia, produksi sebum, dan sawar kulit kepala yang terganggu. Di Indonesia, iklim tropis dan kelembapan tinggi membuat prevalensinya lebih besar dibanding banyak negara lain. Kenali kapan cukup diatasi sendiri, dan kapan perlu ke dokter.
CMV, virus herpes yang menginfeksi mayoritas populasi tanpa gejala berarti, menjadi penyebab utama gangguan pendengaran kongenital non-genetik di dunia. Artikel ini mengulas epidemiologi CMV di Indonesia, tantangan skrining dan diagnosis, peran valasiklovir dan valgansiklovir, serta kegagalan vaksin mRNA Moderna 2025 yang mengguncang harapan pencegahan CMV kongenital global.
Menua itu pasti, tapi banyak “kebenaran umum” tentangnya ternyata mitos—dari olahraga yang katanya sia-sia hingga demensia yang dianggap tak terhindarkan. Artikel ini membedah tujuh mitos penuaan berdasarkan bukti ilmiah terbaru, sekaligus mengulas realitas populasi lansia Indonesia yang kian menua namun berpotensi tetap sehat dan produktif.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
4 tanggapan
Fajrian
bagaimana kabar laptopnya sekarang gan ? masih aman ?
Tinggalkan Balasan