A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Ketika awal membeli notebook, saya merasa bahwa besar RAM sekitar 4 GB pada sistem operasi Windows 10 64 bit akan setidaknya mencukupi. Namun ternyata saya baru menyadari bahwa saya bisa jadi keliru.

Setelah saya melakukan peningkatan kapasistas RAM pada saat servis sebelumnya, saat ini saya menyadari bahwa ternyata untuk beberapa kinerja sederhana, misalnya membuka 4 tab Peramban Internet Opera dan klien surel Mozilla Thunderbird dan aplikasi cermin dekstop WhatsApp sudah membuat pemanfaatan RAM yang luar biasa tinggi (menggunakan 2400 MHz).

Capture
Konsumsi RAM – Sistem monitor Windows 10 pada saat membuka: Opera, Thunderbird, dan WhatsApp.

Bekerja dengan nyaman, tanpa tersendat dengan menggunakan sejumlah aplikasi ‘wajar’ pada sistem operasi Microsoft Windows 10 ternyata memerlukan sumber daya yang lebih banyak dari yang saya bayangkan.

Untuk ke depannya, saya mungkin tidak akan berani memberikan rekomendasi notebook hanya dengan 4 GB RAM bagi mereka yang hendak menggunakan sistem operasi Windows 10, karena akan cukup memberikan pengaruh pada kenyamanan bekerja.

Setiap orang akan memiliki pengalaman yang berbeda, ada yang cukup nyaman dengan 2 GB – 4 GB RAM saja, tapi kenyataan mungkin tidak banyak yang berpendapat sama.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar pandebaikbaby
    pandebaikbaby

    Kelihatannya besar. padahal… kurang. 🙂

    1. Avatar Cahya

      Kalau sekarang sih tidak kelihatan besar, kalah saing sama sejumlah smartphone 🙂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca