A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Apakah Anda terlahir di tahun 1926? Mungkin tidak, tapi pada tahun tersebut lahir sebuah karya – yang kini dikenal klasik – bagi anak-anak. Winnie-the-Pooh. Saya bukan penggemar berat serial ataupun filmnya, namun saya tidak bisa tidak menyukainya.

Winnie-the-Pooh adalah tuangan pemikiran yang unik, yang murni tentang interaksi tokoh-tokoh di dalamnya. Dan di balik ketidaksempurnaan yang dihadirkan, ada sebuah utopia yang terselubung.

Yang ditampilkan dalam film Christoper Robin adalah sebuah masalah yang sehari-hari kita jumpai. Seorang anak yang memiliki masa kecil dan mimpinya yang kemudian ditampar oleh kenyataan hidup yang pahit yang kemudian mengubah caranya memandang dunia.

Seseorang bisa kehilangan dirinya dalam pergulatan dengan kehidupan di dunia, namun ketika pintu kehidupannya diketuk, akankah dia kembali pada dirinya atau tidak?

Your life is happening now, right in front of you.

~ Evelyn Robin

Walau pun itu yang menjadi inti cerita dengan akhir dan jalan cerita yang bisa ditebak, namun bagaimana film ini menghadirkan sebuah perjalanan hidup menjadi sesuatu yang menyentuh dengan sendirinya.

Saya suka dengan film ini, dan jadinya ingin menonton film tahun 2017, “Goodbye, Christopher Robin”.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar Ester Lianawati

    Kebetulan banget baru nonton pas baca tulisan ini 😊 Bagus filmnya ya, film keluarga yang sarat makna untuk keluarga dan untuk diri sendiri 😉

    1. Avatar Cahya

      Setuju sekali Mbak Ester, bisa jadi cerminan untuk diri sendiri 🙂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca