A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Apakah Anda terlahir di tahun 1926? Mungkin tidak, tapi pada tahun tersebut lahir sebuah karya – yang kini dikenal klasik – bagi anak-anak. Winnie-the-Pooh. Saya bukan penggemar berat serial ataupun filmnya, namun saya tidak bisa tidak menyukainya.

Winnie-the-Pooh adalah tuangan pemikiran yang unik, yang murni tentang interaksi tokoh-tokoh di dalamnya. Dan di balik ketidaksempurnaan yang dihadirkan, ada sebuah utopia yang terselubung.

Yang ditampilkan dalam film Christoper Robin adalah sebuah masalah yang sehari-hari kita jumpai. Seorang anak yang memiliki masa kecil dan mimpinya yang kemudian ditampar oleh kenyataan hidup yang pahit yang kemudian mengubah caranya memandang dunia.

Seseorang bisa kehilangan dirinya dalam pergulatan dengan kehidupan di dunia, namun ketika pintu kehidupannya diketuk, akankah dia kembali pada dirinya atau tidak?

Your life is happening now, right in front of you.

~ Evelyn Robin

Walau pun itu yang menjadi inti cerita dengan akhir dan jalan cerita yang bisa ditebak, namun bagaimana film ini menghadirkan sebuah perjalanan hidup menjadi sesuatu yang menyentuh dengan sendirinya.

Saya suka dengan film ini, dan jadinya ingin menonton film tahun 2017, “Goodbye, Christopher Robin”.

Artikel Baru Terbit

  • Berapa Jam Sebenarnya Kita Butuh Tidur? Lima Mitos yang Perlu Diluruskan
    Kebutuhan tidur bervariasi berdasarkan usia dan individu, bukan sekadar “8 jam”. Tubuh tidak dapat dilatih untuk butuh tidur lebih sedikit. Tidur siang singkat 10–20 menit justru bermanfaat. Tidak semua hewan tidur seperti manusia. Terlalu banyak tidur juga berisiko. Dan meski kurang tidur jarang membunuh langsung, microsleep akibatnya menewaskan ribuan orang di jalan Indonesia setiap tahun.
  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
  • Guru di Garis Depan: Panduan Baru UNESCO, UNICEF, dan WHO untuk Menjaga Kesehatan Jiwa di Ruang Kelas
    Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar Ester Lianawati

    Kebetulan banget baru nonton pas baca tulisan ini 😊 Bagus filmnya ya, film keluarga yang sarat makna untuk keluarga dan untuk diri sendiri 😉

    1. Avatar Cahya

      Setuju sekali Mbak Ester, bisa jadi cerminan untuk diri sendiri 🙂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca