A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Bagi yang memiliki profil publik, bisnis, dan unit usaha seperti toko, restoran, produk yang terkait dengan halaman jejaring sosial seperti facebook, twitter, atau instagram biasanya akan mempertimbangkan memiliki logo untuk hal-hal tersebut. Hal ini menguatkan kesan merek (branding), bagi apa yang mereka publikasikan di dunia maya.

Sayangnya, bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan desain grafis, maka desain logo bisa menjadi sesuatu yang mahal. Pilihan yang dipertimbangkan umumnya adalah menggunakan jasa desain grafis untuk desain logo. Jasa desain grafis untuk menghasilkan sebuah logo tidak mahal, tapi juga tidak murah.

Dan tidak semua yang berbayar itu kemudian menghasilkan sesuatu yang memuaskan. Pengalaman saya sendiri pernah kecewa dengan salah satu perusahaan jasa desain online/daring lokal. Saya temukan jasa desain grafis tersebut di Google dengan kata kunci “jasa desain”, bahkan mereka beriklan di Google. Setelah melakukan perbincangan (chat) dengan staf mereka via layanan chat yang mereka sediakan, akhirnya saya memutuskan memesan desain mereka untuk membuat sebuah logo senilai IDR 150K, namun setelah beberapa bulan berlalu, dan beberapa kali konfirmasi, desain saya tidak pernah datang. Ya sudah, saya lupakan saja, lain kali saya tidak akan menggunakan jasa itu lagi.

Setelah kejadian itu, saya memutuskan untuk tidak menggunakan jasa desain grafis yang muncul via mesin pencari di Internet atau iklan mereka, saya memilih menggunakan relasi, dari teman dan harga pertemanan 😅.

Sayangnya, ada beberapa desain yang saya suka ganti berkali-kali. Misalnya desain logo blog ini. Desain logo membawa identitas bagi blog ini, sehingga jika ada yang melihat logonya, mereka akan tahu bahwa logo tersebut terkait dengan blog. Bagi perusahaan besar, logo bukan sesuatu yang sepele, dan mereka akan mempertimbangkan investasi untuk itu. Tapi bagi personal seperti saya, logo sederhana akan sangat cukup.

Untuk membuat logo sederhana, ternyata ada banyak sekali pilihan yang tentunya hemat alias gratis 😁. Misalnya saja favorit saya adalah Hatchful dari Shopify, ada juga yang lain seperti Canva yang cukup populer, lalu ada Adobe Spark bagi mereka yang punya jaringan internet kencang. Atau bagi yang berminat lebih jauh, bisa belajar membuat dengan panduan sejumlah video menarik di YouTube.

Jika Anda tidak puas dengan desain logo gratis, versi berbayar milik Looka juga cukup baik dicoba atau Anda selalu bisa mencari bantuan ahli desain grafis, tapi tolong jangan minta harga persahabatan 😉.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca