A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Corona yang dapat menyerang sistem pernapasan manusia. Penyakit ini dapat menular melalui percikan air liur atau dahak yang keluar saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala seperti demam, batuk, sesak napas, hilangnya indra perasa dan penciuman, hingga pneumonia.

Meskipun penyakit ini lebih banyak menyerang orang dewasa, bayi muda juga tidak terbebas dari risiko terinfeksi virus Corona. Bayi muda memiliki sistem imun yang masih belum sempurna dan rentan mengalami komplikasi jika terinfeksi virus Corona. Dan tidak jarang bayi yang sakit dengan sesak napas atau batuk kemudian ditemukan positif terjangkit COVID-19. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk melindungi bayi muda dari penularan virus Corona.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi COVID-19 pada bayi muda:

  1. Berikan ASI secara eksklusif
    ASI adalah sumber nutrisi terbaik untuk bayi muda. ASI mengandung antibodi dan zat-zat lain yang dapat melindungi bayi dari berbagai infeksi, termasuk virus Corona. Berikan ASI secara eksklusif kepada bayi muda setidaknya sampai usia 6 bulan. Jika ibu menyusui terinfeksi virus Corona, ia tetap dapat memberikan ASI kepada bayinya asalkan mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah menyusui, serta membersihkan alat-alat menyusui dengan baik.
  2. Hindari kontak dengan orang sakit
    Orang yang sakit, terutama yang terinfeksi virus Corona, dapat menularkan penyakitnya kepada bayi muda melalui kontak dekat. Oleh karena itu, hindari membawa bayi muda ke tempat-tempat keramaian atau berinteraksi dengan orang-orang yang sedang sakit. Jika ada anggota keluarga atau pengasuh bayi yang sakit, minta mereka untuk menjaga jarak dengan bayi dan menggunakan masker saat berada di dekatnya. Jika tidak perlu sama sekali, hindari kontak bayi dengan terlalu banyak orang, kadang orang yang tampak sehat juga bisa membawa SARS-CoV yang menyebabkan COVID-19. Orang tua dapat menunda perayaan kelahiran bayi yang mengundang banyak tamu untuk melihat si bayi, terutama apabila kasus COVID-19 masih terjadi dalam penularan lokal di lingkungan tempat tinggal.
  3. Jaga kebersihan diri dan lingkungan
    Kebersihan diri dan lingkungan sangat penting untuk mencegah penularan virus Corona. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik sebelum dan sesudah menyentuh bayi atau barang-barang miliknya. Bersihkan dan disinfeksi permukaan-permukaan yang sering disentuh, seperti meja, kursi, mainan, atau benda-benda lain yang ada di sekitar bayi. Jangan lupa untuk membersihkan dan menyimpan alat-alat menyusui dengan baik setelah digunakan.
  4. Ikuti jadwal imunisasi
    Imunisasi adalah salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap berbagai penyakit menular. Meskipun belum ada vaksin khusus untuk mencegah COVID-19 pada bayi muda, imunisasi tetap perlu dilakukan sesuai jadwal agar bayi tidak mudah terserang penyakit lain yang dapat melemahkan sistem imunnya. Konsultasikan dengan dokter anak mengenai jadwal imunisasi yang tepat untuk bayi Anda.
  5. Periksakan kesehatan bayi secara rutin
    Periksa kesehatan bayi secara rutin ke dokter anak untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda. Jika Anda mencurigai adanya gejala COVID-19 pada bayi Anda, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Sesak napas adalah tanda bahaya pada bayi yang harus dikenali oleh orang tua, dan COVID-19 merupakan salah satu kondisi yang dapat menimbulkan sesak napas pada bayi.

Mencegah infeksi COVID-19 pada bayi muda adalah tanggung jawab bersama orang tua dan keluarga. Dengan menerapkan cara-cara di atas, Anda dapat melindungi buah hati Anda dari ancaman virus Corona yang berbahaya.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca