A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Infeksi Telinga Dalam (Otitis Media) adalah peradangan pada telinga tengah yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Infeksi ini dapat menyebabkan nyeri telinga, demam, gangguan pendengaran, dan keluarnya cairan dari telinga. Infeksi telinga dalam biasanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga dapat dialami oleh orang dewasa.

Infeksi telinga dalam dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu akut dan kronis. Infeksi telinga dalam akut adalah infeksi yang berlangsung kurang dari tiga minggu dan dapat sembuh dengan sendirinya atau dengan pengobatan. Infeksi telinga dalam kronis adalah infeksi yang berlangsung lebih dari tiga bulan atau berulang-ulang dan dapat menyebabkan komplikasi seperti perforasi gendang telinga, mastoiditis, labirintitis, atau meningitis.

Penyebab infeksi telinga dalam adalah masuknya bakteri atau virus ke dalam telinga tengah melalui saluran Eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung dan tenggorokan. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi telinga dalam antara lain:

  • Adanya infeksi saluran napas atas, seperti pilek, sinusitis, atau alergi
  • Adanya pembesaran adenoid, yaitu jaringan limfoid di belakang hidung
  • Adanya sumbatan di saluran Eustachius, seperti kotoran telinga atau benda asing
  • Adanya riwayat infeksi telinga dalam sebelumnya
  • Adanya faktor genetik atau kelainan bawaan pada struktur telinga
  • Kurangnya imunitas tubuh, misalnya karena malnutrisi atau penyakit kronis

Gejala infeksi telinga dalam dapat bervariasi tergantung pada usia, jenis infeksi, dan tingkat keparahan. Gejala umum yang dapat dialami oleh penderita infeksi telinga dalam antara lain:

  • Nyeri telinga yang dapat menjalar ke kepala, leher, atau rahang
  • Demam yang dapat mencapai 40 derajat Celsius
  • Gangguan pendengaran atau tuli sementara pada telinga yang terinfeksi
  • Keluarnya cairan dari telinga yang dapat berwarna kuning, hijau, atau berdarah
  • Telinga terasa penuh atau bengkak
  • Gangguan keseimbangan atau vertigo
  • Mual, muntah, atau diare
  • Sulit tidur atau rewel (pada anak-anak)

Untuk mendiagnosis infeksi telinga dalam, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan pasien. Dokter juga akan menggunakan alat bernama otoskop untuk melihat kondisi gendang telinga dan saluran Eustachius. Dokter mungkin juga akan melakukan tes pendengaran untuk mengetahui tingkat gangguan pendengaran yang dialami pasien. Bila diperlukan, dokter juga akan mengambil sampel cairan dari telinga untuk diperiksa di laboratorium.

Pengobatan infeksi telinga dalam tergantung pada jenis dan tingkat keparahan infeksi. Pengobatan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pemberian obat pereda nyeri dan penurun demam, seperti parasetamol atau ibuprofen
  • Pemberian obat tetes telinga yang mengandung antibiotik atau steroid untuk membunuh bakteri dan mengurangi peradangan
  • Pemberian obat antibiotik oral untuk infeksi yang berat atau kronis
  • Pemberian obat antihistamin atau dekongestan untuk mengurangi pembengkakan dan lendir di saluran Eustachius
  • Pemberian obat antiemetik untuk mengatasi mual dan muntah
  • Pemasangan tabung ventilasi (grommet) pada gendang telinga untuk mengeluarkan cairan dan udara dari telinga tengah
  • Pembedahan untuk membersihkan jaringan yang terinfeksi atau merusak pada mastoid (tulang di belakang telinga) atau labirin (bagian dalam telinga)

Infeksi telinga dalam dapat dicegah dengan cara-cara berikut:

  • Menjaga kebersihan tangan dan alat-alat yang sering digunakan oleh anak-anak, seperti mainan atau dot
  • Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit saluran napas atas
  • Menghindari merokok atau paparan asap rokok
  • Menghindari penggunaan kapas atau benda asing untuk membersihkan kotoran telinga
  • Menghindari berenang di air yang kotor atau tercemar
  • Menjaga kesehatan gizi dan imunitas tubuh

Infeksi telinga dalam adalah kondisi yang umum terjadi pada anak-anak tetapi juga dapat dialami oleh orang dewasa. Infeksi ini dapat menyebabkan gejala yang tidak nyaman dan gangguan pendengaran jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, segeralah berkonsultasi dengan dokter jika Anda atau anak Anda mengalami gejala infeksi telinga dalam.

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Gula Darah Anak Terjun Bebas: Panduan Penanganan Hipoglikemia Pediatrik Sesuai Pedoman Terbaru
    Hipoglikemia pada anak adalah kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Anak sadar harus diberikan glukosa oral 0,3 g/kg, sedangkan anak tidak sadar membutuhkan dekstrosa 10% intravena 2 mL/kg atau glukagon. Pengambilan sampel kritis sebelum terapi penting untuk identifikasi penyebab hipoglikemia secara tepat.
  • Diabetes: Membongkar Mitos yang Masih Dipercaya di Indonesia
    Sebelas mitos seputar diabetes—dari anggapan gula sebagai penyebab langsung hingga klaim obat herbal penyembuh instan—dibedah dengan bukti ilmiah dan data terbaru. Prevalensi diabetes Indonesia mencapai 11,7% (SKI 2023), namun mayoritas penyandang belum terdiagnosis. BPOM memperingatkan bahaya produk herbal ilegal yang mengklaim menyembuhkan “kencing manis”.
  • Bukan Sekadar Ramah di Loket: Memahami Patient-Centered Care sebagai Sistem Kerja
    Patient-centered care kerap disalahpahami sebagai keramahan petugas atau kelengkapan berkas akreditasi. Artikel ini menelusuri definisi, bukti ilmiah terbaru, dan payung regulasi Indonesia — UU 17/2023, STARKES KMK 1596/2024, serta indikator nasional mutu — lalu menawarkan langkah praktis tiga lapis bagi klinisi, kepala unit, dan manajemen fasilitas kesehatan.
  • Hari Keberapa Demamnya? Cara Membaca Pemeriksaan Penunjang Dengue, DBD, dan Sindrom Syok Dengue Secara Tepat
    Diagnosis dengue bergantung pada hari demam. NS1 dan RT-PCR berguna pada hari 1–7, serologi IgM setelah hari ke-7. Di Indonesia, sensitivitas NS1 RDT hanya 73–80%, sehingga hasil negatif tidak menyingkirkan dengue. Kombinasi NS1+IgM meningkatkan sensitivitas. Pemantauan hematokrit dan trombosit serial tetap penentu utama keselamatan pasien.
  • Membaca Demam yang Tak Kunjung Turun: Peta Lengkap Pemeriksaan Penunjang Demam Tifoid
    Diagnosis demam tifoid bertumpu pada pemeriksaan yang lambat namun akurat, atau cepat namun meleset. Artikel ini membedah kultur darah, kultur sumsum tulang, Widal, Tubex, Typhidot, dan PCR — sensitivitas, spesifisitas, teknik pengambilan sampel, serta cara membacanya bersama probabilitas pra-uji agar antibiotik tidak diberikan sia-sia.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca