Infeksi menular seksual (IMS) adalah sekelompok penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, baik vaginal, anal, maupun oral. Beberapa contoh IMS adalah HIV/AIDS, kanker serviks, kutil kelamin, hepatitis B, gonore, sifilis, klamidia, dan trikomoniasis. IMS dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang serius, seperti kemandulan, kanker, dan kematian.
Untuk mencegah IMS, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:
Hindari berganti-ganti pasangan seksual. Semakin banyak pasangan seksual yang Anda miliki, semakin besar risiko Anda terkena IMS. Jika Anda sudah menikah, setialah pada pasangan Anda dan pastikan bahwa pasangan Anda juga tidak memiliki riwayat seksual yang berisiko.
Gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual. Kondom dapat mengurangi kontak langsung antara cairan tubuh yang dapat menularkan IMS. Pilihlah kondom lateks yang lebih tahan bocor daripada kondom sintetis. Jika Anda alergi terhadap lateks, gunakan kondom sintetis yang aman.
Lakukan vaksinasi untuk beberapa jenis IMS. Vaksinasi dapat memberikan perlindungan terhadap IMS yang disebabkan oleh virus, seperti hepatitis B dan HPV. Vaksinasi HPV direkomendasikan untuk anak perempuan usia 9-26 tahun untuk mencegah kutil kelamin dan kanker serviks. Vaksinasi hepatitis B direkomendasikan untuk bayi baru lahir dan orang dewasa yang berisiko tinggi.
Lakukan sunat jika Anda laki-laki. Sunat dapat mengurangi risiko terkena HIV, herpes genital, dan infeksi HPV. Sunat juga dapat memudahkan Anda membersihkan penis dan mencegah infeksi bakteri.
Hindari konsumsi minuman beralkohol dan narkoba. Minuman beralkohol dan narkoba dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk membuat keputusan yang bijak saat berhubungan seksual. Anda mungkin lupa atau tidak peduli untuk menggunakan kondom atau memilih pasangan seksual yang sehat.
Selain itu, penting juga untuk menjaga kebersihan organ intim Anda dan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter jika Anda aktif secara seksual. Jika Anda mengalami gejala-gejala IMS, seperti ruam, lepuh, keputihan, nyeri, atau demam, segera periksakan diri ke dokter dan jangan melakukan hubungan seksual sampai Anda sembuh.
IMS adalah penyakit yang serius dan dapat mengancam kesehatan Anda. Oleh karena itu, lindungi diri Anda dengan melakukan langkah-langkah pencegahan yang telah disebutkan di atas. Ingatlah bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan.
Panduan tata laksana terbaru WHO 2026 untuk leishmaniasis viseral (kala-azar) dan PKDL di Afrika Timur dan Asia Tenggara memperkenalkan regimen pengobatan baru dan manajemen relapse, serta memperingatkan tentang efek samping mata dari miltefosin. Kewaspadaan klinis di Indonesia tetap penting karena mobilitas pekerja migran.
Artikel ini membahas pentingnya pengelolaan hak akses sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) dan rekam medis elektronik (RME) bagi staf PPA. Mengingat kasus akses yang terabaikan setelah pengunduran diri, dibutuhkan prinsip least privilege dan model joiner-mover-leaver untuk mencegah celah keamanan data pasien. Peninjauan berkala dan mekanisme akses darurat juga diperlukan untuk memastikan keamanan.
Downtime pada SIMRS/RME adalah risiko yang tidak terhindarkan bagi fasilitas kesehatan. Regulasi Permenkes 24/2022 dan STARKES mewajibkan rumah sakit memiliki prosedur serta pelatihan untuk mengatasi kondisi ini. Praktik terbaik internasional menekankan pentingnya sistem cadangan, dokumen manual, dan simulasi berkala untuk memastikan keselamatan pasien dan kelangsungan layanan.
Sosialisasi Prognas Juli 2026 menegaskan bahwa Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) adalah syarat kelulusan akreditasi rumah sakit, dengan kewajiban nilai 100%. Fokus utamanya adalah kesalahan administratif seperti tautan tidak valid dan dokumen tidak sesuai, yang dapat membuat laporan dianggap tidak sah, meminta perhatian khusus Tim PRA dan KPRS.
Kegagalan akreditasi rumah sakit sering disebabkan oleh nilai Bab Program Nasional yang harus mencapai 100%. Artikel ini menjelaskan sepuluh langkah praktis untuk memperbaiki pelaporan, termasuk pemantauan lintas unit, kalender tenggat, dan simulasi self-assessment, agar rumah sakit siap menghadapi survei akreditasi.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan