A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Bagaimana saya bisa tahu apabila saya berisiko kanker payudara?

Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling umum di antara perempuan di seluruh dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 2,3 juta kasus baru dan 685.000 kematian akibat kanker payudara terjadi pada tahun 2020. Kanker payudara dapat berkembang karena berbagai faktor, seperti genetik, gaya hidup, hormon, dan lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker payudara dan melakukan pencegahan serta deteksi dini.

Photo by Klaus Nielsen on Pexels.com

Faktor-faktor risiko kanker payudara dapat dibagi menjadi dua kelompok: faktor risiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang dapat diubah. Faktor risiko yang tidak dapat diubah adalah faktor-faktor yang tidak dapat kita kendalikan, seperti usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, riwayat menstruasi dan kehamilan, dan mutasi genetik tertentu. Faktor risiko yang dapat diubah adalah faktor-faktor yang dapat kita ubah dengan mengubah gaya hidup atau perilaku kita, seperti berat badan, pola makan, aktivitas fisik, konsumsi alkohol, merokok, penggunaan kontrasepsi hormonal, dan terapi hormon.

Untuk mengetahui apakah Anda berisiko tinggi atau rendah terkena kanker payudara, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Konsultasikan dengan dokter Anda tentang riwayat kesehatan Anda dan keluarga Anda. Dokter Anda dapat menilai seberapa besar risiko Anda berdasarkan faktor-faktor risiko yang tidak dapat diubah dan memberikan saran tentang pemeriksaan atau tes yang mungkin Anda perlukan.
  • Lakukan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin setiap bulan. Pemeriksaan payudara sendiri adalah cara untuk memeriksa adanya benjolan atau perubahan lain pada payudara Anda dengan menggunakan tangan Anda. Anda dapat melakukan pemeriksaan ini di rumah dengan mengikuti langkah-langkah yang disarankan oleh organisasi kesehatan seperti WHO atau Kementerian Kesehatan Indonesia.
  • Ikuti program skrining kanker payudara yang tersedia di daerah Anda. Skrining kanker payudara adalah proses untuk mendeteksi kanker payudara sebelum gejala muncul dengan menggunakan alat seperti mamografi atau ultrasonografi. Skrining kanker payudara dapat membantu menemukan kanker payudara pada tahap awal, sehingga pengobatan dapat lebih efektif dan meningkatkan peluang kesembuhan.
  • Jaga gaya hidup sehat dan hindari faktor-faktor risiko yang dapat diubah. Anda dapat mengurangi risiko Anda dengan menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan sehat dan seimbang, berolahraga secara teratur, mengurangi atau menghindari alkohol dan rokok, membatasi penggunaan kontrasepsi hormonal atau terapi hormon sesuai anjuran dokter, dan menghindari paparan radiasi atau bahan kimia berbahaya.

Kanker payudara adalah penyakit yang serius dan memerlukan perhatian khusus. Namun, dengan mengetahui faktor-faktor risiko dan melakukan pencegahan serta deteksi dini, Anda dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan Anda terhadap kesehatan payudara Anda. Ingatlah bahwa kanker payudara dapat dicegah dan disembuhkan jika ditangani dengan tepat.

Artikel Baru Terbit

  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
  • Guru di Garis Depan: Panduan Baru UNESCO, UNICEF, dan WHO untuk Menjaga Kesehatan Jiwa di Ruang Kelas
    Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
  • Ketika Si Kecil Tiba-Tiba Sering Haus dan Berat Badannya Turun: Mengenal Diabetes Melitus Tipe 1
    Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca