A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Haematuria atau kencing darah adalah kondisi di mana terdapat darah dalam urine. Haematuria dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang dapat dibagi menjadi tiga kategori utama: pre-renal, renal, dan post-renal.

Pre-renal haematuria adalah haematuria yang disebabkan oleh gangguan di luar ginjal, seperti pada pembuluh darah, jantung, atau hati. Beberapa penyebab pre-renal haematuria antara lain:

  • Trombositopenia, yaitu jumlah trombosit yang rendah dalam darah, sehingga menyebabkan gangguan pembekuan darah.
  • Koagulopati, yaitu kelainan pada faktor-faktor pembekuan darah, seperti hemofilia atau von Willebrand disease.
  • Vaskulitis, yaitu peradangan pada pembuluh darah, yang dapat mengakibatkan kerusakan dinding pembuluh darah dan perdarahan.
  • Endokarditis infektif, yaitu infeksi pada katup jantung, yang dapat menyebabkan emboli septik (gumpalan darah yang terinfeksi) masuk ke aliran darah dan menyumbat pembuluh darah ginjal.

Renal haematuria adalah haematuria yang disebabkan oleh gangguan pada ginjal itu sendiri, seperti pada glomerulus, tubulus, atau interstitium. Beberapa penyebab renal haematuria antara lain:

  • Glomerulonefritis, yaitu peradangan pada glomerulus, yaitu unit penyaringan darah di dalam ginjal. Glomerulonefritis dapat disebabkan oleh berbagai penyakit sistemik, seperti lupus, diabetes, atau hipertensi.
  • Nefrolitiasis, yaitu adanya batu ginjal, yaitu endapan kristal yang terbentuk di dalam ginjal. Batu ginjal dapat menyebabkan iritasi dan luka pada saluran kemih dan menyebabkan perdarahan.
  • Infeksi saluran kemih (ISK), yaitu infeksi yang terjadi pada saluran kemih, baik pada ginjal (pielonefritis), ureter (ureteritis), kandung kemih (sistitis), atau uretra (uretritis). ISK dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit.
  • Kanker ginjal, yaitu pertumbuhan sel-sel abnormal yang bersifat ganas di dalam ginjal. Kanker ginjal dapat menyebabkan perdarahan dari tumor itu sendiri atau dari pembuluh darah yang rusak akibat tumor.

Post-renal haematuria adalah haematuria yang disebabkan oleh gangguan pada saluran kemih setelah keluar dari ginjal, seperti pada ureter, kandung kemih, uretra, atau organ genital. Beberapa penyebab post-renal haematuria antara lain:

  • Trauma, yaitu cedera fisik yang terjadi pada saluran kemih atau organ genital akibat kecelakaan, kekerasan, atau prosedur medis.
  • Obstruksi, yaitu penyumbatan pada saluran kemih akibat batu ginjal, tumor, bekuan darah, atau benda asing.
  • BPH (benign prostatic hyperplasia), yaitu pembesaran prostat yang bersifat jinak pada pria. BPH dapat menekan uretra dan menyebabkan perdarahan.
  • Kanker saluran kemih atau organ genital, yaitu pertumbuhan sel-sel abnormal yang bersifat ganas di dalam saluran kemih atau organ genital. Kanker ini dapat menyebabkan perdarahan dari tumor itu sendiri atau dari pembuluh darah yang rusak akibat tumor.

Haematuria adalah kondisi yang harus ditangani dengan segera karena dapat menunjukkan adanya penyakit serius yang mendasarinya. Oleh karena itu, jika Anda mengalami haematuria, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca