A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pada November 2022, Indonesia menghadapi kejadian luar biasa (KLB) polio di Provinsi Aceh, yang disebabkan oleh virus polio jenis cVDPV2. Virus ini merupakan hasil mutasi dari vaksin polio oral yang tidak terpakai dan menyebar di lingkungan dengan sanitasi yang buruk dan cakupan imunisasi yang rendah. Untuk merespons KLB ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan mitra-mitra internasional melakukan berbagai upaya, seperti:

  • Memberikan vaksin polio nOPV2 kepada lebih dari 12 juta anak di Aceh, Sumatra Utara, dan Jawa Barat dalam dua putaran sub-Pekan Imunisasi Nasional (sub-PIN).
  • Memperkuat surveilans kasus lumpuh layuh akut (AFP) dan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) lain di seluruh provinsi, khususnya di provinsi-provinsi prioritas yang berisiko tinggi terhadap penyebaran polio.
  • Melakukan advokasi, perubahan perilaku sosial, dan komunikasi risiko untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam imunisasi dan surveilans, dengan melibatkan tenaga kesehatan, organisasi masyarakat sipil, pemimpin agama, dan pemuda.
  • Mengelola logistik dan limbah vaksin nOPV2 dengan aman dan bertanggung jawab, serta melaporkan data secara akurat dan tepat waktu.

Hasilnya, Indonesia berhasil menghentikan penularan virus polio cVDPV2, dengan tidak adanya kasus baru sejak Februari 2023. Hingga Desember 2023, Indonesia mencapai angka AFP bukan polio (NPAFP) di atas 3 orang per 100.000 populasi di bawah 15 tahun, yang menunjukkan kualitas surveilans yang baik. Selain itu, Indonesia juga memperingati Hari Polio Sedunia pada 29 Oktober 2023 dengan tema “Bersama, Kita Berantas Polio”.

Namun, tantangan-tantangan masih ada, seperti penetapan fasilitas kesehatan prioritas, anggaran yang tidak memadai untuk pengiriman spesimen, keterlambatan koordinasi dan pelaporan kasus PD3I, dan pengambilan dan pengiriman spesimen yang tidak tepat. Oleh karena itu, langkah-langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah:

  • Komunikasi tentang prosedur pengiriman sampel kepada kurir untuk penanganan, penyimpanan, dan transportasi yang tepat dan tepat waktu.
  • Ketersediaan anggaran di tingkat nasional, subnasional, dan kabupaten/kota untuk pengiriman logistik spesimen.
  • Pelaksanaan pelatihan surveilans AFP di silent district untuk meningkatkan pelaporan dan ketepatan data.
  • Edukasi untuk pemangku kepentingan terkait tentang teknik pengambilan sampel tinja yang tepat.

Indonesia telah menunjukkan komitmen dan kemampuan yang kuat dalam menangani KLB polio dengan penguatan surveilans dan imunisasi. Dengan kerja sama dan dukungan dari semua pihak, Indonesia dapat mencapai tujuan bebas polio dan mencegah KLB polio di masa depan.

Informasi terkait dapat diakses melalui URI: https://www.who.int/indonesia/emergencies/polio-outbreak.

Artikel Baru Terbit

  • Kenapa Pindah ke Linux Terasa Sulit di Awal? (dan Siapa yang Justru Cepat Beradaptasi)
    Perpindahan ke Linux sering kali menimbulkan “kejutan budaya” bagi pengguna baru yang terbiasa dengan Windows atau macOS. Tantangan meliputi manajemen paket yang asing, ketersediaan software, masalah driver, penggunaan command line, dan pilihan distro. Adaptasi lebih mudah bagi developer, power user, dan gamer, sementara pengguna awam mungkin kesulitan. Kesiapan mental dan pemilihan distro yang tepat sangat penting untuk transisi yang baik.
  • Ketika Amarah Pasien Berubah Jadi Ruang Belajar: Menata Keluhan sebagai Bagian dari Mutu Layanan Kesehatan
    Keluhan pasien bukan ancaman, melainkan peluang mutu. Artikel ini mengulas asal-usul kerangka L.E.A.S.T dan L.A.T.T.E dari ilmu manajemen jasa, bukti bahwa pelatihan komunikasi saja tak cukup mengatasi hambatan sistemik dan burnout staf, serta bagaimana hak mengadu pasien dalam UU 17/2023 perlu diimbangi sistem pendukung di faskes Indonesia.
  • Apakah Rumah Sakit Wajib Melakukan Penetration Test? Menelusuri Dasar Hukumnya
    Tidak ada pasal tunggal yang mewajibkan pentest bagi rumah sakit di Indonesia — tetapi UU PDP, kategorisasi risiko sistem elektronik, status Infrastruktur Informasi Vital, dan ekspektasi akreditasi bersama-sama menciptakan kewajiban de facto yang sulit dihindari. Artikel ini memetakan empat jalur regulasi tersebut dan memberi rekomendasi realistis sesuai skala fasilitas.
  • Bayi Tabung dan Godaan “Layanan Tambahan”: Mana yang Benar-Benar Terbukti Menaikkan Peluang Hamil?
    Program IVF di Indonesia tak ditanggung BPJS dan bisa menghabiskan puluhan hingga ratusan juta rupiah. Di tengah biaya besar itu, klinik kerap menawarkan add-ons seperti PGT-A, ICSI, atau assisted hatching. Artikel ini mengulas bukti ilmiah terkini di balik masing-masing prosedur tambahan tersebut—dan mana yang benar-benar layak dipertimbangkan.
  • Ketika Langit Kalimantan Menguning: Panduan Tanggap Darurat Kesehatan Menghadapi Kabut Asap Karhutla
    Kabut asap akibat kebakaran hutan di Kalimantan pada tahun 2026 menyebabkan lonjakan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di berbagai daerah. Artikel ini menyajikan dampak kesehatan dari partikulat PM2,5, pengalaman dari krisis asap sebelumnya, serta panduan tanggap darurat untuk pemerintah dan masyarakat guna melindungi kesehatan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca