A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Setelah kemarin terkena gembok pada database RPM, yang entah mungkin karena kesalahan proses pembaruan. Saya sempat menghapus openSUSE tumbleweed dan menggantinya dengan Windows 11 sementara waktu.

Beberapa hari yang lalu saya memutuskan untuk menggunakan dual-boot, dan memasang openSUSE menggunakan KDE Plasma 6.

Hasilnya lumayan, dan ternyata posisi kerja ringan. RAM yang digunakan masih di bawah 4GB. Ini berarti KDE masih cukup ramah untuk laptop/komputer yang minim sumber daya.

Dan menariknya, saya tidak diminta mengisi KWallet – apakah ini sesuatu yang baru di KDE? Salah satu alasan saya sejak dulu menjauhi KDE adalah aplikasi dompet sandi yang satu ini.

Secara kesuluruhan, openSUSE Tumbleweed KDE Plasma 6 berjalan lancar di laptop saya yang berusia tujuh tahun, dengan spesifikasi sebagai berikut.

Sistem Operasi: openSUSE Tumbleweed 20240726
Versi KDE Plasma: 6.1.3
Versi KDE Frameworks: 6.4.0
Versi Qt: 6.7.2
Versi Kernel: 6.9.9-1-default (64-bit)
Platform Grafik: X11
Prosesor: 4 × Intel® Core™ i5-7200U CPU @ 2.50GHz
Memori: RAM 11,5 GiB
Prosesor Grafik: Mesa Intel® HD Graphics 620
Manufaktur: Dell Inc.
Nama Produk: Inspiron 7460

Laptop sejenis sekarang di pasaran bisa didapatkan dengan rentang harga IDR 2-4 Juta. Laptop ini sebenarnya sudah tidak didukung untuk menjalankan Windows 11, tapi dengan sedikit trik, Windows 11 bisa dipasang dipasang dengan paksa.

Hanya saja, saya masih melihat bahwa kali ini KDE masih menggunakan X11, alih-alih menggunakan Wayland. Mungkin ini juga yang membuat KDE yang saya coba lebih nyaman dibandingkan Gnome kemarin yang menggunakan Wayland.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar agung
    agung

    Pengguna xfce hadir 😀

    Mas Cahya, apa kabar? semoga sehat selalu

    btw itu ram 4 giga hanya buka Microsoft Edge?

    1. Avatar Cahya

      Alhamdulillah, masih diberi kesehatan, Mas.

      Masih betah pakai Xfce? 😂 – Favorit saya tetap si Linux Lite. Enak banget pakainya kalau Xfce.

      Ya, kayanya. Cuma buat Edge atau Firefox. Kalau tidak salah kemarin lihat Firefox buka satu tab saja sudah 1,1 GB.

  2. Avatar zayanrohanda

    Untung pake OpenSUSE Tumbleweed, coba Fedora sudah ga pake X11 lagi.

    1. Avatar Cahya

      Wayland is nightmare. 😔

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca