A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Setiap tanggal 6 Oktober, dunia memperingati Hari Cerebral Palsy Sedunia—sebuah gerakan global yang bertujuan meningkatkan kesadaran, menghapus stigma, dan memperjuangkan hak-hak penyandang cerebral palsy (CP). Tahun ini, kampanye mengusung tema:
“Unik dan Bersatu” (Unique and United).

🌱 Apa Itu Cerebral Palsy?

Cerebral palsy adalah kondisi neurologis yang memengaruhi gerakan, postur, dan koordinasi tubuh. Ini terjadi akibat kerusakan otak yang terjadi sebelum, saat, atau setelah kelahiran. Menurut data global, lebih dari 50 juta orang hidup dengan CP. Di antara mereka:

  • 1 dari 4 anak tidak dapat berbicara
  • 1 dari 4 tidak dapat berjalan
  • 1 dari 2 memiliki kecacatan intelektual
  • 1 dari 4 mengalami epilepsi

Meskipun tidak dapat disembuhkan, CP dapat dikelola dengan terapi, dukungan medis, dan lingkungan yang inklusif.

💚 Mengapa Hari Ini Penting?

Hari CP Sedunia bukan sekadar peringatan—ini adalah panggilan untuk bertindak. Kita diajak untuk:

  • 📣 Menghapus stigma dan diskriminasi
  • 🏥 Meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan
  • 🧩 Merayakan keunikan dan potensi setiap individu dengan CP
  • 🤝 Mendorong kebijakan publik yang inklusif dan berkeadilan

📸 Cara Berpartisipasi

Kampanye tahun ini mengajak semua orang untuk menunjukkan dukungan melalui dua cara sederhana:

  1. Bagikan foto dan cerita: Tunjukkan jati diri Anda atau komunitas Anda. Gunakan tagar #UniqueAndUnited dan tag @worldcpday.
  2. Suara untuk perubahan: Posting pesan tentang perubahan yang dibutuhkan komunitas Anda agar lebih mendukung penyandang CP.
  3. Cek pedoman kampanye di: WCPD2025_CampaignGuideline_Indonesian.pdf.

✨ Bersama Kita Bisa

Hari Cerebral Palsy Sedunia adalah momen untuk menyatukan suara, memperkuat solidaritas, dan membangun dunia yang lebih ramah bagi semua usia dan kemampuan. Kita semua unik—dan ketika kita bersatu, kita bisa menciptakan perubahan nyata.

Artikel Baru Terbit

  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
  • Guru di Garis Depan: Panduan Baru UNESCO, UNICEF, dan WHO untuk Menjaga Kesehatan Jiwa di Ruang Kelas
    Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
  • Ketika Si Kecil Tiba-Tiba Sering Haus dan Berat Badannya Turun: Mengenal Diabetes Melitus Tipe 1
    Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca