Ada satu pemandangan yang barangkali terasa akrab bagi siapa pun yang pernah mengurus Program Pengendalian Resistensi Antimikroba di rumah sakit: meja yang penuh berkas menjelang akreditasi, formulir yang dikejar semalam suntuk, dan pertanyaan yang diam-diam menggantung — apakah semua ini benar-benar mengubah cara kita menggunakan antibiotik, atau sekadar memenuhi map penilaian?

Pertanyaan itulah yang menemani saya selama bertahun-tahun, dan pada akhirnya menjadi alasan buku ini ditulis.

Dengan senang hati saya umumkan bahwa buku Manajemen PPRA Terintegrasi: Pendekatan Sistem Mutu, Sinergi Klinis, dan Otomatisasi Berbasis AI kini telah terbit melalui CV Detak Pustaka.

Buku PPRA

PPRA itu Sistem, Bukan Tumpukan Dokumen

Premis buku ini sederhana namun, saya kira, penting: PPRA sebaiknya dikelola sebagai sebuah sistem yang hidup, bukan setumpuk dokumen yang disusun mendadak untuk survei. Ketika ia menjadi sistem — dengan siklus perbaikan yang berjalan, data yang mengalir, dan tim yang paham perannya — akreditasi bukan lagi ujian yang menegangkan, melainkan sekadar pemotretan atas sesuatu yang memang sudah berjalan.

Dari situlah seluruh isi buku ini bertolak: menuntun pembaca membangun sistem tersebut, langkah demi langkah, dari nol hingga siap survei.

Ditulis untuk Kenyataan Rumah Sakit Indonesia

Banyak panduan penatagunaan antimikroba ditulis dengan asumsi rumah sakit besar yang memiliki laboratorium mikrobiologi mandiri, biomarker lengkap, dan sumber daya berlimpah. Kenyataan sebagian besar rumah sakit kita berbeda.

Karena itu, buku ini secara khusus memberi ruang bagi rumah sakit yang belum memiliki laboratorium mikrobiologi sendiri — bagaimana tetap menjalankan surveilans, audit, dan antibiogram melalui kerja sama laboratorium rujukan, serta bagaimana penatagunaan berbasis klinis dan sindrom tetap dapat berjalan dan lolos survei. PPRA bukan hanya milik rumah sakit besar.

Apa yang Ada di Dalamnya

Buku ini disusun sebagai panduan praktis yang bisa langsung dikerjakan, mencakup antara lain:

  • Surveilans kuantitatif (DDD) dan audit kualitatif (Gyssens) — cara menghitung dan menilai, bukan sekadar teori;
  • Menyusun dan membaca antibiogram lokal, termasuk jalur bagi rumah sakit tanpa laboratorium mandiri;
  • Indikator mutu, intervensi inti penatagunaan, formularium dan restriksi, serta panduan terapi empirik per sindrom;
  • FORKKIT, pendidikan dan pelatihan, dokumentasi, hingga persiapan survei akreditasi (Prognas 6 dan 6.1);
  • Pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mengolah data dan menyusun laporan — meringankan beban administratif, dengan verifikasi manusia dan kerahasiaan data pasien yang tetap dijaga;
  • Lampiran berisi formulir, templat, dan bahkan contoh prompt AI yang siap pakai.

Seluruhnya diselaraskan dengan STARKES 2024, peraturan Kementerian Kesehatan, dan Strategi Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba.

Untuk Siapa Buku Ini

Saya menulisnya dengan membayangkan rekan-rekan yang setiap hari bergulat dengan hal ini: Tim PPRA, apoteker klinis, sejawat di PPI dan PMKP, serta manajemen rumah sakit yang ingin membangun program yang bermutu — bukan sekadar program yang terlihat rapi di atas kertas. Tentu saja, surveyor akreditasi rumah sakit di bidang prognas akan terbantu dengan buku ini.

Jika Anda pernah merasa PPRA itu berat karena datanya banyak, waktunya sedikit, dan sumber dayanya terbatas, mudah-mudahan buku ini terasa seperti berbicara dengan seorang rekan yang pernah menempuh jalan yang sama.

Mendapatkan Bukunya

Buku ini terbit dalam cetakan pertama tahun 2026 (xviii + 176 halaman, ukuran 14 × 20 cm).

Anda dapat memesannya melalui toko resmi penerbit (Detak Pustaka Toko / Shopee / TikTok Shop / Google Play Book):

Atau melalui Instagram toko @detakpustakatoko. Buku ini diterbitkan oleh @detakpustaka. Atau langsung pesan via WA:

Bila buku ini bermanfaat bagi rumah sakit Anda, saya akan sangat berterima kasih bila Anda turut membagikannya kepada rekan yang membutuhkan. Semoga ia menjadi teman yang baik dalam merawat sistem PPRA agar tetap hidup.

— dr. I Putu Cahya Legawa

Artikel Baru Terbit

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

10 tanggapan

  1. […] Tim Program Pengendalian Resistensi Antimikroba RSU Sarila Husada, Sragen, dan penulis buku “Manajemen PPRA Terintegrasi: Pendekatan Sistem Mutu, Sinergi Klinis, dan Otomatisasi Berbasis AI” (Detak […]

  2. […] Dapatkan Buku Manajemen PPRA Terpadu […]

  3. […] Dapatkan Buku Manajemen PPRA TERPADU […]

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca