A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Dalam satu sore, Chromebook saya berubah dari mesin peramban menjadi stasiun kerja kantor lengkap: OnlyOffice, font Microsoft asli, dan asisten AI di bilah samping. Semuanya lewat Linux bawaan ChromeOS, tanpa mode pengembang dan tanpa mengutak-atik sistem inti.

Chromebook memang nyaman untuk membaca, menulis ringan, dan bekerja di Google Docs. Namun pekerjaan saya sering menuntut berkas .docx dengan format ketat, misalnya dokumen akreditasi rumah sakit yang mewajibkan Times New Roman dengan margin tertentu. Di sinilah office suite desktop sungguhan dibutuhkan.

Tulisan ini adalah catatan perjalanannya, termasuk galat yang muncul di tengah jalan dan cara mengatasinya. Semoga berguna bagi siapa pun yang ingin menempuh jalan serupa.

Sambutan pertama: Crostini tanpa container

Begitu Linux selesai disiapkan dari Setelan ChromeOS, terminal terbuka dengan sebuah pemberitahuan panjang. Isinya: mulai ChromeOS versi 143, Crostini beralih ke desain tanpa container untuk lingkungan baru.

Dulu, Linux di Chromebook berjalan sebagai container LXC di dalam mesin virtual. Kini lapisan container itu dihilangkan, dan nama internalnya tampak di berkas pesan: baguette-motd. Pesan ini bukan galat, hanya informasi, dan akan muncul beberapa kali lagi sebelum berhenti sendiri. Kalau ingin membungkamnya segera:

echo 5 >"$HOME/.local/share/baguette-motd"

Bila kelak ada masalah dengan desain baru ini, pemberitahuan tersebut juga menunjukkan jalan pulang: setel chrome://flags#containerless-crostini ke Disabled, mulai ulang perangkat, lalu pasang ulang Linux. Perlu diingat, pemasangan ulang menghapus seluruh isi Linux.

Tanpa nama pengguna dan kata sandi?

Hal kedua yang membuat saya heran: tidak ada langkah membuat pengguna maupun kata sandi. Ternyata memang begitu rancangannya. Pengguna Linux dibuat otomatis dari nama akun Google, dan sudo berjalan tanpa kata sandi.

Logikanya masuk akal. Gerbang keamanannya adalah layar masuk ChromeOS itu sendiri, sementara Linux berjalan terisolasi di mesin virtual. Akses root di dalamnya tidak memberi akses ke sistem ChromeOS di luar.

Memperbarui sistem: Debian 13 Trixie

Langkah pertama setelah instalasi segar adalah memperbarui paket:

sudo apt update && sudo apt upgrade -y

Dari keluarannya terlihat bahwa sistem dasarnya adalah Debian 13 “Trixie”, dan 63 paket langsung diperbarui, termasuk openssl, libc6, dan python3.13. Ada juga repositori khusus Google bernama cros-packages-staging yang berisi paket integrasi dengan ChromeOS. Repositori itu sebaiknya dibiarkan.

Untuk memastikan semuanya tuntas, jalankan sudo apt upgrade sekali lagi. Jika ringkasannya menunjukkan nol paket untuk diperbarui, sistem sudah mutakhir.

Memasang OnlyOffice

OnlyOffice menyediakan paket .deb resmi untuk arsitektur amd64. Linux di Chromebook saya berjalan di arsitektur itu, sehingga paketnya bisa langsung dipakai. Unduh dengan curl, yang sudah tersedia bawaan:

curl -LO https://download.onlyoffice.com/install/desktop/editors/linux/onlyoffice-desktopeditors_amd64.deb
sudo apt install ./onlyoffice-desktopeditors_amd64.deb

Tanda ./ di depan nama berkas penting, agar apt tahu itu berkas lokal. Pemasangan menarik 88 paket sekaligus, kebanyakan pustaka multimedia dan font, dengan kebutuhan ruang sekitar 1,57 GB.

Di antara dependensi itu sudah ada font pengganti yang ukurannya setara: Liberation untuk Arial dan Times New Roman, serta Carlito untuk Calibri. Jadi tata letak dokumen Word umumnya sudah aman sejak awal.

Satu catatan soal pembaruan: periksa isi /etc/apt/sources.list.d/. Jika ada berkas repositori OnlyOffice, pembaruan ikut masuk lewat apt upgrade. Jika tidak, cukup unduh ulang berkas .deb dari tautan yang sama lalu pasang lagi. Pengaturan dan dokumen tidak terganggu.

Font Microsoft dan repositori yang terlewat

Font pengganti memang cukup, tetapi saya ingin Times New Roman dan Arial yang asli. Keduanya tersedia lewat paket ttf-mscorefonts-installer. Percobaan pertama langsung gagal:

Error: Package 'ttf-mscorefonts-installer' has no installation candidate

Penyebabnya, paket itu berada di bagian contrib Debian, sedangkan berkas sumber apt di Crostini hanya berisi satu baris dengan bagian main:

deb https://deb.debian.org/debian/ trixie main

Menambahkan contrib cukup dengan satu perintah sed, lalu pemasangan berjalan mulus. Saya sekalian memasang Caladea, pengganti Cambria yang ukurannya identik:

sudo sed -i '/^deb .*deb\.debian\.org/ s/ main$/ main contrib/' /etc/apt/sources.list
sudo apt update
sudo apt install ttf-mscorefonts-installer fonts-crosextra-caladea

Saat pemasangan muncul layar lisensi Microsoft. Gunakan Tab untuk memilih OK dan Yes. Pemasang lalu mengunduh berkas font dari internet dan membongkarnya dengan cabextract.

Temuan penting: tanpa repositori keamanan

Baris tunggal tadi menyimpan masalah yang lebih serius. Tidak ada repositori trixie-security maupun trixie-updates. Artinya, patch keamanan Debian tidak segera sampai ke sistem.

echo "deb https://deb.debian.org/debian/ trixie-updates main contrib" | sudo tee -a /etc/apt/sources.list
echo "deb https://deb.debian.org/debian-security/ trixie-security main contrib" | sudo tee -a /etc/apt/sources.list
sudo apt update && sudo apt upgrade -y

Buktinya langsung terlihat. Begitu repositori keamanan ditambahkan, dua paket GStreamer segera diperbarui ke rilis patch keamanan terbaru. Tanpa langkah ini, patch tersebut belum akan terpasang.

Untuk memastikan font terpasang, jalankan fc-list | grep -iE "times new roman|arial|caladea". Semua gaya, dari biasa hingga tebal miring, tampil lengkap.

Galat libnss3 dan peringatan yang aman diabaikan

Saat OnlyOffice pertama kali dijalankan dari terminal, ia langsung gagal:

error while loading shared libraries: libnss3.so: cannot open shared object file

Paket OnlyOffice ternyata tidak mendaftarkan libnss3 sebagai dependensi, padahal komponen peramban di dalamnya membutuhkan pustaka itu. Pasang manual, lalu periksa apakah masih ada pustaka lain yang kurang:

sudo apt install libnss3
ldd /opt/onlyoffice/desktopeditors/DesktopEditors | grep "not found"

Perintah ldd tidak mengeluarkan apa pun, artinya semua pustaka sudah lengkap. OnlyOffice pun terbuka, meski disertai tiga peringatan di terminal:

  • AT-SPI / org.a11y.Bus: layanan aksesibilitas belum terpasang. Aman diabaikan, atau hilangkan dengan sudo apt install at-spi2-core.
  • gtk_disable_setlocale: urutan inisialisasi yang kurang rapi di kode OnlyOffice sendiri. Tidak ada yang perlu dilakukan.
  • libva error: akselerasi video GPU tidak tersedia di mesin virtual. Dampaknya hanya pada video di dalam presentasi, bukan dokumen atau spreadsheet.

Peringatan ini hanya terlihat bila aplikasi dijalankan dari terminal. Dari Launcher ChromeOS, di folder Linux apps, semuanya tak tampak.

OnlyOffice on Chromebook

Sally: alternatif Copilot untuk OnlyOffice

Sentuhan terakhir adalah Sally Suite, plugin asisten AI yang bekerja seperti Copilot di Microsoft Office. Berkas .plugin-nya saya unduh ke folder Linux dengan curl -LO, lalu dipasang lewat antarmuka OnlyOffice di tab Plugins.

Sally muncul sebagai tab tersendiri dan panel di sisi kanan dokumen. Isinya deretan prompt siap pakai yang ternyata cocok untuk penulis: Parafrase, Kejelasan, Ejaan Formal, Tulis dalam Sastra, Sentuhan Puitis, hingga Pemeriksaan Logika & Kontinuitas. Model bawaannya DeepSeek, dengan pilihan mode berpikir dan dukungan MCP.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, plugin punya akses baca-tulis ke dokumen yang terbuka, jadi pasang hanya dari sumber yang Anda percayai. Kedua, teks yang dikirim ke Sally diproses oleh penyedia AI di luar. Untuk naskah fiksi, itu tidak masalah. Untuk rekam medis atau dokumen internal rumah sakit, sebaiknya jangan.

Penutup: perawatan dan ringkasan

Hasil akhirnya melampaui harapan. Chromebook kini sanggup membuka dan menyunting dokumen Word dengan font yang sama persis seperti di Windows, lengkap dengan asisten AI. Semua itu dengan biaya nol rupiah dan tanpa membongkar keamanan ChromeOS.

Beberapa kebiasaan agar tetap prima:

  • Buat cadangan Linux lewat Setelan ChromeOS, bagian Linux, menu Backup & restore. Hasilnya berkas .tini yang bisa disimpan di Google Drive.
  • Bagikan folder kerja ke Linux lewat aplikasi Files: klik kanan folder, pilih Share with Linux. Tanpa ini, OnlyOffice hanya melihat folder Linux files.
  • Perbarui berkala, misalnya seminggu sekali, dengan sudo apt update && sudo apt upgrade -y.
  • Pantau ruang disk dengan df -h ~. Ukuran disk Linux bisa diperbesar dari setelan yang sama.

Ringkasan seluruh perintah, dari awal sampai akhir:

# Pembaruan sistem
sudo apt update && sudo apt upgrade -y
# OnlyOffice dan pustaka yang terlewat
curl -LO https://download.onlyoffice.com/install/desktop/editors/linux/onlyoffice-desktopeditors_amd64.deb
sudo apt install ./onlyoffice-desktopeditors_amd64.deb libnss3
# Aktifkan contrib, tambah repositori pembaruan dan keamanan
sudo sed -i '/^deb .*deb\.debian\.org/ s/ main$/ main contrib/' /etc/apt/sources.list
echo "deb https://deb.debian.org/debian/ trixie-updates main contrib" | sudo tee -a /etc/apt/sources.list
echo "deb https://deb.debian.org/debian-security/ trixie-security main contrib" | sudo tee -a /etc/apt/sources.list
sudo apt update && sudo apt upgrade -y
# Font Microsoft dan pengganti Cambria
sudo apt install ttf-mscorefonts-installer fonts-crosextra-caladea

Artikel Baru Terbit

  • Menyulap Chromebook Menjadi Stasiun Kerja Kantor: OnlyOffice di Linux (Crostini)
    Panduan memasang OnlyOffice, font Microsoft, dan plugin AI Sally di Chromebook lewat Linux Debian 13, lengkap dengan solusi galat libnss3.
  • Dua Keluarga, Satu Pertanyaan
    Terapi proton melepaskan energinya tepat di tumor lalu berhenti, sehingga jaringan di belakangnya terlindungi. Uji klinis terbaru menunjukkan manfaat pada kasus tertentu, terutama kanker anak dan tumor dekat organ kritis. Namun hasilnya setara dengan IMRT pada banyak kanker dewasa. Indonesia belum memiliki fasilitas proton, sehingga pemilihan pasien harus cermat.
  • Setelah Larangan, Datanglah Pengawas: Menimbang KMK 963/2026 tentang Iklan Rokok dan Vape di Ruang Digital
    KMK HK.01.07/MENKES/963/2026 akhirnya memberi pedoman teknis untuk mengawasi iklan rokok dan vape di media sosial, situs web, dan aplikasi komersial. Aturan ini merinci bentuk iklan terselubung, verifikasi umur, dan alur pelaporan. Namun, ketiadaan tenggat penindakan, kewajiban pelantar, sanksi bagi pemilik merek, serta perlindungan data menyisakan celah serius yang perlu ditutup.
  • Piring, Waktu, dan Kebiasaan: Menata Pola Makan Sehat yang Realistis dan Berkelanjutan
    Hampir semua penduduk Indonesia kurang makan sayur dan buah, sementara obesitas terus meningkat. Artikel ini menguraikan enam prinsip pola makan sehat yang realistis: komposisi Isi Piringku, batas gula-garam-lemak, pengurangan pangan ultra-proses, protein lokal terjangkau, ritme makan, dan strategi membangun kebiasaan yang bertahan lama berbasis bukti ilmiah terbaru.
  • Mengejar Virus yang Terus Berganti Wajah: Membaca Rekomendasi WHO untuk Vaksin Influenza 2027
    WHO telah menetapkan komposisi vaksin influenza musim 2027 belahan bumi selatan: komponen H3N2 dan B/Victoria diperbarui mengikuti evolusi virus, termasuk subclade K. Artikel ini mengulas apa yang berubah, mengapa vaksin berbasis telur dan sel memakai strain berbeda, serta implikasinya bagi Indonesia yang beriklim tropis, termasuk bagi fasilitas pelayanan kesehatan primer.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca