Bayangkan seorang bapak di Wonogiri yang baru menjalani siklus kedua kemoterapi. Lidahnya terasa pahit, bau nasi membuatnya mual, dan dalam dua minggu berat badannya turun tiga kilogram. Keluarga bingung: dipaksa makan, ia muntah; dibiarkan, tubuhnya makin lemah. Situasi seperti ini sangat umum di ruang kemoterapi, dari Sragen sampai Medan.

Nutrisi sering dianggap urusan sampingan dibanding obat kemoterapi itu sendiri. Padahal pedoman klinis menempatkan gizi sebagai bagian dari terapi: pasien yang kekurangan gizi dan kehilangan massa otot cenderung lebih sulit menoleransi pengobatan dan memiliki luaran klinis yang lebih buruk.1 Artikel ini membahas apa yang dianjurkan pedoman, bagaimana menerapkannya di rumah, dan kapan keluarga perlu meminta bantuan tim medis.

Mengapa Gizi Begitu Penting Selama Kemoterapi

Ada dua hal yang terjadi bersamaan. Pertama, tumor mengubah metabolisme tubuh: peradangan sistemik meningkatkan pemecahan otot dan lemak. Kedua, kemoterapi menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, sariawan, diare, sembelit, dan perubahan rasa kecap yang menurunkan asupan makanan. Gabungan keduanya dapat berujung pada malnutrisi dan, pada kanker lanjut, kaheksia, yaitu sindrom penurunan berat badan dan massa otot yang tidak sepenuhnya pulih dengan makan lebih banyak.3

Karena itu, tujuan terapi gizi bukan “menggemukkan”, melainkan mempertahankan berat badan dan otot, menjaga tenaga untuk menjalani siklus pengobatan, dan membantu pemulihan.

Apa Kata Pedoman Klinis

Pedoman praktis European Society for Clinical Nutrition and Metabolism (ESPEN) tahun 2021 merangkum 43 rekomendasi bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien kanker.2 Beberapa pokok yang relevan untuk kemoterapi:

  • Skrining rutin. Semua pasien kanker perlu disaring risiko malnutrisinya sejak awal dan diulang secara berkala, bukan menunggu berat badan sudah turun jauh.1
  • Kebutuhan energi dan protein. Sebagai patokan umum, kebutuhan energi sekitar 25–30 kkal per kg berat badan per hari, dan protein sekitar 1,0–1,5 g per kg per hari. Angka pastinya ditentukan individual oleh dokter atau dietisien.2
  • Bertahap. Mulai dari konseling gizi dan penyesuaian makanan, lalu suplemen gizi oral (oral nutritional supplements) bila asupan belum cukup, kemudian selang makan (enteral), dan nutrisi parenteral hanya bila jalur sebelumnya tidak memadai.1
  • Disertai aktivitas fisik. Latihan sesuai kemampuan dianjurkan untuk menjaga massa otot dan fungsi tubuh.1

Untuk kaheksia pada kanker lanjut, pedoman American Society of Clinical Oncology (ASCO) 2020 menyatakan konseling gizi boleh ditawarkan untuk membantu pasien dan keluarga, tetapi selang makan dan nutrisi parenteral tidak dianjurkan rutin. Bukti obat penambah nafsu makan juga terbatas, sehingga keputusan ada pada dokter.3

Penerapan Praktis di Rumah

Prinsipnya: sesuaikan makanan dengan keluhan yang sedang dominan. Tabel berikut memberi gambaran umum yang bisa dibicarakan dengan tim perawat atau dietisien.

KeluhanStrategi makanan yang umum dibantu
MualMakan porsi kecil tapi sering; pilih makanan kering atau hambar (roti tawar, biskuit, nasi tim); hindari makanan berminyak dan beraroma kuat; minum di antara waktu makan.
Sariawan atau nyeri menelanMakanan lunak dan tidak panas (bubur, sup halus, telur yang dimasak matang sempurna, pisang kerok); hindari yang asam, pedas, dan keras.
Rasa pahit atau logam di mulutGunakan sendok plastik, bumbu segar (jeruk nipis, jahe, daun jeruk), protein alternatif seperti telur, tahu, tempe, atau ikan bila daging terasa tidak enak.
DiarePerbanyak cairan dan elektrolit; pilih nasi, pisang, kentang rebus; kurangi makanan sangat berlemak; laporkan ke tim medis bila berlangsung lebih dari beberapa hari.
Nafsu makan sangat rendahPadatkan energi dan protein dalam volume kecil (bubur diperkaya telur atau ayam suwir, santan secukupnya, minyak dalam masakan); jadwalkan makan, jangan menunggu lapar.

Contoh Sehari Makan Lembut Berprotein

Contoh berikut hanya ilustrasi untuk pasien dewasa yang masih bisa makan per oral; porsi dan kalori tetap perlu disesuaikan dengan hasil penilaian gizi masing-masing.

  • Pagi: bubur ayam suwir dengan telur rebus matang, segelas teh hangat.
  • Selingan: pepaya atau pisang, segelas susu atau suplemen gizi oral bila dianjurkan.
  • Siang: nasi tim, ikan kukus (kembung atau lele), sayur bening bayam atau labu.
  • Selingan: bubur kacang hijau atau puding susu.
  • Malam: sup tahu-tempe dengan potongan ayam, nasi lembek.
  • Sebelum tidur: segelas susu hangat atau suplemen gizi oral.

Kesalahpahaman yang Perlu Diluruskan

“Puasa dulu supaya kanker kelaparan.” Tidak ada bukti bahwa membatasi makan membuat sel kanker mati; yang pasti, pasien justru kehilangan otot dan tenaga. Pedoman ESPEN menganjurkan sebaliknya: kebutuhan energi dan zat gizi dipenuhi secara bertahap.1

“Suplemen antioksidan dosis tinggi pasti menolong.” Vitamin dan mineral sebaiknya sebatas kebutuhan harian atau untuk mengoreksi kekurangan yang terbukti. Dosis tinggi tanpa indikasi tidak dianjurkan karena bisa berinteraksi dengan terapi; konsultasikan dengan dokter onkologi sebelum memakai suplemen, jamu, atau produk herbal apa pun.1

“Pantang banyak makanan.” Pantangan berlebihan sering menurunkan asupan. Yang perlu diperhatikan adalah keamanan pangan: masak sampai matang, cuci buah dan sayur, serta hindari makanan yang sudah lama dibiarkan terbuka, terutama saat daya tahan tubuh turun.

Keterbatasan dan Kapan Harus Berhati-hati

Bukti mengenai suplemen gizi dan konseling pada kaheksia masih terbatas, dengan tingkat putus uji yang tinggi pada kanker lanjut.3 Kebutuhan pasien dengan penyakit penyerta seperti diabetes, gagal ginjal, atau gangguan hati berbeda dan memerlukan penyesuaian oleh dokter dan dietisien. Selang makan atau nutrisi parenteral adalah keputusan medis yang mempertimbangkan manfaat, risiko, tujuan perawatan, dan persetujuan pasien.

Kapan Harus Menghubungi Tim Medis

Segera hubungi dokter atau perawat bila ada penurunan berat badan lebih dari sekitar 5% dalam sebulan, muntah terus-menerus sehingga tidak bisa minum, diare berat, tanda dehidrasi (mulut kering, urine sangat pekat dan sedikit, pusing), nyeri menelan hebat, atau demam. Minta rujukan ke dietisien klinis bila rumah sakit menyediakannya; di banyak rumah sakit daerah, layanan ini dapat diakses lewat poliklinik gizi.

Pesan Kunci

Untuk pembaca umum: makan sedikit tapi sering, pilih makanan sesuai keluhan, prioritaskan protein, tetap bergerak sesuai kemampuan, dan jangan memakai suplemen atau herbal tanpa sepengetahuan dokter onkologi.

Untuk tenaga kesehatan: lakukan skrining malnutrisi sejak awal dan berkala; targetkan sekitar 25–30 kkal/kg dan 1,0–1,5 g protein/kg per hari; eskalasi bertahap dari konseling, suplemen gizi oral, enteral, ke parenteral; sertakan latihan fisik; dan hindari mikronutrien dosis tinggi tanpa indikasi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah pasien kemoterapi boleh makan daging merah atau santan? Tidak ada larangan umum. Pilih yang ditoleransi, dimasak matang, dan tidak membuat mual; santan secukupnya dapat membantu menambah energi.

Bolehkah memakai jus atau ramuan herbal tertentu? Beberapa herbal dapat memengaruhi metabolisme obat atau fungsi hati. Bicarakan dahulu dengan dokter atau apoteker.

Kapan suplemen gizi oral diperlukan? Biasanya bila asupan dari makanan biasa belum mencukupi meski sudah dimodifikasi, atau bila berat badan terus turun. Keputusan dan jenisnya sebaiknya lewat dokter atau dietisien.

Apakah olahraga aman saat kemoterapi? Aktivitas ringan hingga sedang, seperti jalan kaki, umumnya dianjurkan sesuai kondisi, tetapi tanyakan dahulu batas aman kepada tim medis.

Referensi

  1. Arends J, Bachmann P, Baracos V, dkk. ESPEN guidelines on nutrition in cancer patients. Clin Nutr. 2017;36(1):11-48. doi:10.1016/j.clnu.2016.07.015
  2. Muscaritoli M, Arends J, Bachmann P, dkk. ESPEN practical guideline: Clinical Nutrition in cancer. Clin Nutr. 2021;40(5):2898-2913. doi:10.1016/j.clnu.2021.02.005
  3. Roeland EJ, Bohlke K, Baracos VE, dkk. Management of Cancer Cachexia: ASCO Guideline. J Clin Oncol. 2020;38(21):2438-2453. doi:10.1200/JCO.20.00611

Informasi bersumber dari artikel yang dihimpun melalui PubMed. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan pengganti konsultasi dengan dokter, dietisien, atau tenaga kesehatan lain. Kebutuhan gizi setiap pasien kanker berbeda; jangan mengubah terapi, menambah suplemen, atau menghentikan obat tanpa berdiskusi dengan dokter yang merawat.

Artikel Baru Terbit

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca