500px over Flickr

Anda yang suka foto-foto, paling demen mengunggah hasil jepretan di mana? Pastinya di Instagram kan? Tidak mungkin sekarang ada yang bilang di foto album keluarga yang khas pada dua-tiga dasawarsa yang lalu itu kan? Saat ini jarang melihat generasi milenial dan setelahnya tidak memiliki akun Instagram, yang nyaris sama populer dengan Facebook dan WhatsApp, bahkanLanjutkan membaca “500px over Flickr”

Mengapa pilih Luminar AI?

Sebelumnya saya menyampaikan bahwa favorit penyunting komposisi foto bagi saya sendiri adalah LuminarAI, walau-pun saya memilih Polarr pada akhirnya sebagai aplikasi praktis sehari-hari. Tapi jangan keliru, pada saat “gila,” saya bisa memilih menggunakan LuminarAI . Dari sejumlah aplikasi yang saya coba, Adobe Lightroom Mobile, RawTherapee, DxO Photolab 4, Polarr, Snapseed, Luminar 4; maka LuminarAI merupakanLanjutkan membaca “Mengapa pilih Luminar AI?”

Saya masih suka si Pentax Q10

Pada era smartphone, di mana gambar tinggal diambil hanya dengan bidikan di layar ponsel dengan kualitas yang jumawa, maka kamera – terutama kamera saku (pocket camera) sudah mulai ditinggalkan. Kita bisa melihat, hampir tidak ada yang suka membawa kamera saku di sekitar kita saat ini untuk mengambil gambar. Bahkan saya sendiri lebih sering mengambil gambarLanjutkan membaca “Saya masih suka si Pentax Q10”

Eksplorasi Noise pada Fotografi

Belakangan ini saya jarang bermain fotografi lagi, karena kamera prosumer yang biasa saya gunakan sempat dipindahtangankan. Karena kamera Canon SX30 IS yang saya gunakan memiliki sensor yang relatif kecil, maka seringkali menimbulkan banyak noise pada ISO yang tinggi. Tentu saja hal ini adalah sesuatu yang wajar. Gambaran noise sebenarnya tidak menyenangkan, karena bintik-bintik itu tampakLanjutkan membaca “Eksplorasi Noise pada Fotografi”

Belajar Fotografi dari Buku

Fotografi menjadi sebuah hobi yang belakangan ini semakin menjamur oleh karena semakin mudahnya akses ke dunia fotografi itu sendiri. Mulai dari kamera SLR yang mahal dengan set/kit-nya yang bisa bikin bangkrut pemula, hingga ponsel cerdas kelas atas ke ponsel cerdas kelas menengah – semuanya menawarkan pintu ke dimensi baru yang bernama fotografi. Layanan berbagi diLanjutkan membaca “Belajar Fotografi dari Buku”

GIMP Magazine akan Segera Hadir

Bagi Anda yang menyukai melakukan pengolahan gambar, desain dan fotografi – terutama pada sistem operasi Linux, maka ini adalah kabar gembira. Karena sebentar lagi majalah khusus akan diluncurkan oleh GIMP, peranti lunak populer pengolahan gambar dengan sumber kode terbuka. GIMP adalah penyunting gambar yang memiliki fitur serupa dengan Adobe Photoshop. Saya sendiri selalu bekerja denganLanjutkan membaca “GIMP Magazine akan Segera Hadir”

Di Bawah Sayap

Ketika kehidupan di mulai, maka keajaiban akan mulai terjalin dengan sendirinya. Ada banyak hal yang tidak banyak lagi kita saksikan sebagaimana peradaban kita sebelumnya. Jika kita tinggal di mana sentuhan alam masih jamak menjadi pilar-pilar kehidupan masyarakat, maka harmoni keajaiban adalah siluet indah yang bisa kita saksikan setiap saat. Misalnya saja ketika celoteh pertama anakLanjutkan membaca “Di Bawah Sayap”

My Bleeding Heart

Ah, my “bleeding heart”, it’s so wonderful! – Jika saya berkata demikian banyak orang yang mungkin salah sangka, bahkan sepertinya terdengar seperti masochist saja. Dulu nenek mengatakan pada ibu saya bahwa namanya adalah “Kembang Nyonya”, ya memang demikian dikenal umum, di Jawa mungkin dikenal dengan nama “Kembang Nona Makan Sirih“. Berasal dari genus Clerodendrum denganLanjutkan membaca “My Bleeding Heart”

Kembang Sepatu

Siapa yang tidak tahu kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), salah satu bunga yang cukup sering kita temukan di mana-mana. Namun mungkin sekarang sudah semakin jarang seiring banyaknya bangunan modern. Di desa saya dulu, dan termasuk rumah saya, kami memagari pekarangan tidak dengan tembok namun dengan menggunakan kembang sepatu – mereka dapat tumbuh lebat dan mudah diatur.Lanjutkan membaca “Kembang Sepatu”