Bagi Anda yang menyukai melakukan pengolahan gambar, desain dan fotografi – terutama pada sistem operasi Linux, maka ini adalah kabar gembira. Karena sebentar lagi majalah khusus akan diluncurkan oleh GIMP, peranti lunak populer pengolahan gambar dengan sumber kode terbuka. GIMP adalah penyunting gambar yang memiliki fitur serupa dengan Adobe Photoshop.
Saya sendiri selalu bekerja dengan GIMP, dan kebetulan memang saya tidak sanggup membeli lisensi Adobe Photoshop yang berharga hingga jutaan rupiah itu. GIMP Magazine yang akan diluncurkan pada musim gugur tahun ini akan menyediakan pelbagai karya pengguna GIMP.
Setidaknya sekitar 8 juta orang dari pelbagai komunitas di seluruh dunia menggunakan GIMP. Dan GIMP Magazine akan menjadi sebuah majalah digital – wahana bagi karya-karya apik tersebut.
GIMP Magazine rencananya akan berisi karya fotografi, seni digital, tips dan trik, panduan, kelas ahli, ruang pertanyaan, dan mungkin masih banyak lagi. Lebih bagusnya lagi, publikasi ini disediakan secara cuma-cuma alias gratis di bawah lisensi CC-TA-SA 2.5.
Contoh beberapa desain halaman depan GIMP Magazine.
Issue #1 is complete and will launch in the Fall 2012. We are quite pleased with how this issue turned out and we look forward to publishing on a quarterly basis. Issue #1 is exactly 50 pages using a traditional 8.125? x 10.75? magazine style layout that is best viewed using facing page mode. We will be releasing a standard screen resolution PDF, an elegant PDF viewing experience through www.issuu.com/GIMPMagazine and we also have an ePub version already in the works. All of this will be accessible from our website at: http://gimpmagazine.org.
Jadi jika Anda berminat, langsung saja kunjungi halaman resminya, Anda mungkin menemukan desain inspirasi atau petunjuk untuk memperkaya kemampuan Anda menggunakan GIMP.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan