A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Kemarin saya kan mendesain kartu nama sendiri dengan menggunakan Inkscape pada openSUSE. Kemudian desain tersebut, pasca diperbaiki beberapa kali, lalu dikirimkan ke @kartunama untuk dicetak. Memang beberapa kali saya mesti bulak-balik menyuntingnya, termasuk kekeliruan huruf yang untuk diingatkan oleh @andisugandi di menit-menit terakhir.

Hasilnya lumayan bagus, meski bagus itu relatif. Setidaknya mendekati harapan saya dengan bagaimana desain aslinya dan hasil cetakannya. Tapi kalau ditanya desain, ya tentu saja jauh dari bagus, apalagi oleh saya yang baru pertama kali mendesain kartu nama.

Nah, desain aslinya ada di PhotoBucket (bisa dilihat), dan ini adalah hasil cetakannya.

Kartu Nama
Kartu nama sudah selesai dicetak.

Saya sembarang saja mengambil gambar tersebut. Kartu nama atau business card mungkin akan menjadi sesuatu yang esensial untuk ke depannya.

Dan di akhir kata, setidaknya saya senang dulu belajar Linux, sekarang saya bisa membuat sendiri beberapa hal dasar yang (penting ndak sih?) bisa membuat saya puas mengerjakan sendiri. Kemandirian dan kreativitas adalah hal terbaik yang bisa didapatkan dari menggunakan open source.

Artikel Baru Terbit

  • Dunia dalam Diam: Memahami Ketulian dari Bilik Bersalin hingga Usia Senja
    Gangguan pendengaran menyunyikan dunia lebih dari 430 juta orang secara global, dan tak luput dari Indonesia. Dari skrining bayi baru lahir hingga kaitannya dengan risiko demensia pada lansia, artikel ini mengupas mengapa ketulian bukan sekadar “kurang dengar”—melainkan persoalan kesehatan masyarakat yang sebagian besar dapat dicegah dan ditangani sejak dini.
  • Ketombe: Ketika Kulit Kepala Bercerita Lebih dari Sekadar Gatal
    Ketombe bukan sekadar masalah kosmetik—ia hasil interaksi kompleks antara jamur Malassezia, produksi sebum, dan sawar kulit kepala yang terganggu. Di Indonesia, iklim tropis dan kelembapan tinggi membuat prevalensinya lebih besar dibanding banyak negara lain. Kenali kapan cukup diatasi sendiri, dan kapan perlu ke dokter.
  • CMV, Virus yang Bersembunyi di Balik “Flu Biasa” Kehamilan
    CMV, virus herpes yang menginfeksi mayoritas populasi tanpa gejala berarti, menjadi penyebab utama gangguan pendengaran kongenital non-genetik di dunia. Artikel ini mengulas epidemiologi CMV di Indonesia, tantangan skrining dan diagnosis, peran valasiklovir dan valgansiklovir, serta kegagalan vaksin mRNA Moderna 2025 yang mengguncang harapan pencegahan CMV kongenital global.
  • Mitos Medis: Menua Itu Pasti, tapi Merana Bukan Keharusan
    Menua itu pasti, tapi banyak “kebenaran umum” tentangnya ternyata mitos—dari olahraga yang katanya sia-sia hingga demensia yang dianggap tak terhindarkan. Artikel ini membedah tujuh mitos penuaan berdasarkan bukti ilmiah terbaru, sekaligus mengulas realitas populasi lansia Indonesia yang kian menua namun berpotensi tetap sehat dan produktif.
  • Tak Ada Level Aman Minum Alkohol: Yang Diungkap Tiga Studi Terbaru tentang Kanker, Otak, dan Risiko Kematian Dini
    Tiga studi terbaru 2026 menegaskan: tak ada batas aman minum alkohol. Dua gelas sehari menaikkan risiko kanker kolorektal 91%, konsumsi rendah tetap menurunkan aliran darah otak, dan satu gelas sehari berkontribusi pada kematian dini akibat kanker serta sirosis. Simak bukti lengkapnya dan artinya bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar @zizydmk
    @zizydmk

    Eh keren deh kartu namanya.
    Kalau saya so standar kartu namanya, hanya foto dan keterangan…

    1. Avatar Cahya

      Ah ini kebetulan sedang iseng saja Mbak, maklum kadang penasaran juga. Jadi ya saya coba-coba membuatnya.

  2. Avatar Andrean Saputro
    Andrean Saputro

    Wah, bli Cahya nampaknya sudah nge-fans berat sama openSuse. Sampai pemilihan font di kartu namanya memakai font yang sama dengan logo openSuse.

    Kalau background gelap yang di detail kontak itu dibuat agak transparan sedikit lagi atau abu-abu keliatannya oke, bli. Soalnya gambar bunganya udah ciamik.. 😀

    1. Avatar Cahya

      Mas Andrean, kalau suka mungkin iya, masa kalau ndak suka saya jadikan sistem operasi utama di komputer :). Kalau pemilihan fonta, memang sepertinya punya openSUSE itu memiliki keterbacaan yang baik.

      Saya sudah coba buat yang transparan, namun sepertinya kondisi percetakan tidak mungkin membuatnya – karena kan (ternyata) tidak seperti mencetak foto. Kalau diredupkan menjadi lebih transparan sedikit, saya khawatir tulisannya jadi kabur.

      Trims Mas buat masukkannya :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca