Kematian dan Ide

Apakah maknanya mati? Melepaskan segala sesuatunya. Kematian memotong Anda dengan bilah yang teramat tajam dari keterikatan anda, dari pujaan-pujaan anda, dari takhayul anda, dari hasrat anda akan kenyamanan di kehidupan yang mendatang dan seterusnya. Jadi saya hendak menemukan apa maknanya mati, karena ia sama pentingnya dengan sebagaimana juga kehidupan. Jadi bagaimana saya akan menemukan, senyatanya,Lanjutkan membaca “Kematian dan Ide”

Ruang Hijau

Katanya sih alam ini sebuah titipan pada manusia yang menjadikan tempat hidup & bernaung. Saya rasa saya sering kali tidak merasa nyaman jika terlalu jauh dari “ruang hijau”, begitu pula ketika beberapa kali saya berkunjung ke daerah ibu kota Jakarta, meski hanya beberapa jam atau beberapa hari, rasanya sangat cepat sekali menyesakkan pikiran. Sehingga kadangLanjutkan membaca “Ruang Hijau”

Sia-Sia Saja

Alkisah seorang perempuan tua di sebuah desa yang menjual sebidang tanah kecilnya untuk membeli 4 buah gelang emas. Dua gelang di masing-masing tangannya tampak bergemerlapan. Dengan gembira ia berkeliling desa dengan memamerkan gelang-gelang emasnya, ia merasa amat bangga. Namun tak lama berselang, kebanggaannya berganti kekecewaan. Jangankan untuk mengagumi gelangnya, bahkan tidak ada satu pun wargaLanjutkan membaca “Sia-Sia Saja”

Menuang Secangkir Kedamaian

Rasanya itu kemarin ketika saya menonton secuplik berita di layar kaca, tentang sebuah komunitas masyarakat yang menghalangi kelompok warga lainnya – dengan menghadang jalan – ketika mereka hendak menghantarkan jenazah salah satu anggota warganya ke peristirahatan terakhir. Saya tidak tahu apa yang terjadi di masa lalu, tapi konflik horizontal seperti ini atau-pun dengan latar belakangLanjutkan membaca “Menuang Secangkir Kedamaian”

Bolak Balik Serakah

Kadang otak kita sangat sulit untuk berpikir, untuk menemukan makna-makna dalam kehidupan ini; pada-hal di mana-mana, dalam setiap momen tentu mengandung makna. Dalam setiap masalah sekali-gus terkandung jawabannya, namun otak kita yang malas dan dangkal ini tak dapat menemukan, sehingga kita terjebak, stuck dan mumet. Yang terjadi justru sebaliknya; bukan otak ini mampu mencari solusi,Lanjutkan membaca “Bolak Balik Serakah”

Buluh Cakrawala di Lengkung Rembulan

Kakiku menapak kembali saat malam berhembus hangat Pandangku mengabur tertutup selaksa keraguan Adakah napas juga telah berpaut dengan ketidakberdayaan Sehingga gita malam tak lagi hinggap hingga ke sudut perhatianku Awan tipis tergopoh riang Tak acuh akan akan ego-ego rendah di bawah yang tak mampu menyentuh hatinya Membawa selapis tipis penghilang dahaga Yang dikumpulkan bagi segenapLanjutkan membaca “Buluh Cakrawala di Lengkung Rembulan”

Tak Usah Kebencian Disebar

Mungkin saya tidak terlalu memahami, atau mungkin lebih tepatnya saya terlalu cuek, sering kali tak acuh. Ataukah di sisi lain saya hanya sudah terlalu lelah melihat bagian dari masyarakat yang semakin kusut dan muram. Orang bisa menyumpahi, meneriaki, bahkan bisa lebih semena-mena lagi pada orang lain, entah karena dasar emosi, ataukah karena dasar pemikiran yangLanjutkan membaca “Tak Usah Kebencian Disebar”

Apa Itu Pahlawan?

Pagi itu si kecil baru bangun – entah mengapa anak pra sekolah sangat mudah bangun pada pagi hari, mata mungilnya yang cemerlang memerhatikan bahwa dari kejauhan sang kakek tampak berbeda hari ini. Dia mengenakan pakaian yang serba hijau muda, kekuningan atau keabu-abuan, setidaknya ia tidak begitu tahu itu warna apa, tapi ia tidak pernah ingatLanjutkan membaca “Apa Itu Pahlawan?”

Peringatan Sang Kematian

Terkisahlah seorang saudagar yang kaya raya, namun ia sangat takut akan kematian. Sedemikian takutnya si saudagar ini, sehingga ia memuja Dewa Maut – Yama dengan persembahan yang teratur dan seksama. Bertahun-tahun si saudagar melakukan puja dengan tekun pada Yama, dan membuat Yama sangat senang akan perhatian dan puja yang khusus itu, namun kematian bukanlah sesuatuLanjutkan membaca “Peringatan Sang Kematian”