A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Banyak manusia mencari cahaya, karena mereka hidup dalam kegelapan, tiada kebaikan yang dapat mereka lihat tanpa cahaya.

Jika kau dan aku adalah cahaya, maka kita tidak memerlukan cahaya apapun, oleh karenanya pencarian yang melelahkan pun kan sirna.

Banyak manusia mencari kedamaian, karena mereka hidup dalam kecemasan, tiada ketenangan yang dapat mereka rasakan tanpa kedamaian.

Jika kau dan aku adalah kedamaian, maka kita tidak memerlukan kedamaian, oleh karenanya pencarianpun sirna.

Banyak manusia merindukan kasih sayang, karena mereka hidup dalam kehampaan, tiada kegembiraan yang hadir tanpanya.

Jika kau dan aku adalah kasih sayang, maka kerinduanpun akan terhapuskan, dan kebahagiaan akan tercipta dengan sendirinya.

Banyak manusia mengejar ruang dan waktu, karena mereka hidup dalam keterbatasan, tiada pemenuhan yang dapat mereka capai tanpa keduanya.

Jika kau dan aku adalah ketiadaan dan keabadian, maka kita tidak memerlukan ruang dan waktu, oleh karenanya pengejaranpun kan berakhir.

Banyak manusia memiliki keyakinan akan kebenaran, karena mereka hidup dalam ketakutan, tiada rasa aman bagi yang tidak berkeyakinan.

Jika kau dan aku adalah kebenaran, maka kita tidak memerlukan keyakinan apapun, oleh karenanya segala beban ketakutan dan keyakinan yang besertanya akan terlepaskan.

Dharma svarupa, Satyam svarupa, Prema svarupa, Shanti svarupa, apapun yang kau dan aku sebut untuk semua itu, jika kau dan aku adalah segalanya itu, masihkah kan tersisa duka, kesedihan, dan penderitaan yang telah membelenggu kita selama ini.

Jika kau dan aku telah mengingat kembali kesederhanaan ini, mengapa kita masih bergulat dengan kebimbangan dan keraguan.

Jika kau dan aku belum mampu melihat indahnya bayangan rembulan di sebuah telaga, mungkin saja airnya tidak lagi jernih dan hening.

Jika kau dan aku telah dapat mengenali segala hal yang menjadikan kesederhanaan ini rumit dan menyedihkan, mungkin kita dapat mengembalikan kesederhanaan ini.

Kita dapat duduk di alam terbuka bersama, namun kita tidak dapat mengundang semilir kesejukan angin untuk datang menghampiri kita.

Jika kau dan aku sungguh memahami, segala pertanyaan akan berakhir di sini.

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Haus Tak Pernah Reda: Mengenal Diabetes Insipidus
    Diabetes insipidus adalah gangguan hormon antidiuretik yang menyebabkan haus berlebihan dan urin sangat banyak, berbeda dari diabetes melitus meski gejalanya mirip. Kondisi ini tergolong langka, sering terkait tumor hipofisis atau cedera kepala. Diagnosis tepat dan tata laksana dengan desmopresin atau tiazid mencegah dehidrasi berat dan komplikasi elektrolit yang mengancam nyawa.
  • Bagaimana Jika Gedung Rumah Sakit Bisa Terinfeksi?
    Tulisan ini membahas tentang risiko infeksi yang dapat terjadi pada sistem bangunan rumah sakit. Dengan mengganti istilah “tubuh” menjadi “sistem bangunan” dalam definisi infeksi, penilaian risiko infeksi dapat dilakukan sama seperti kajian medis. Tiga perangkat untuk memantau dan mengelola risiko infeksi telah disiapkan dan tersedia gratis.
  • Beyond Heroes and Villains: History, Morality, and the Psychology of Narrative
    Tulisan ini menggambarkan bagaimana sejarah dipengaruhi oleh kekuasaan, membentuk narasi pahlawan dan penjahat. Ia menyoroti kompleksitas moral, bahwa individu bisa berperan dalam kejahatan atau pahlawan berdasarkan konteks. Penting untuk mengakui berbagai perspektif dan menahan diri dari menyederhanakan narasi demi pemahaman yang lebih mendalam tentang kemanusiaan.
  • Aman Merawat Seumur Hidup: Keselamatan Pasien Penyakit Tidak Menular yang Terlewat dari Sorotan
    Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026 fokus pada penyakit tidak menular dengan tema “Safe care for life!”. Penyandang penyakit kronis berisiko tinggi mengalami cedera akibat interaksi berulang dengan sistem kesehatan. Artikel ini menjelaskan pentingnya keterlibatan pasien dalam keselamatan layanan serta implementasi pesan WHO dalam konteks kesehatan Indonesia.
  • Ketika Gula Darah Naik di Tengah Kehamilan: Mengenal Diabetes Gestasional
    Diabetes melitus gestasional adalah gangguan toleransi glukosa yang muncul saat hamil, memengaruhi hingga 14% kehamilan secara global. Di Indonesia, kondisi ini sering luput terdeteksi karena keterbatasan data nasional. Skrining rutin usia 24–28 minggu, tata laksana nutrisi, dan pemantauan pascasalin jangka panjang menjadi kunci mencegah komplikasi ibu dan bayi.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca