A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Banyak manusia mencari cahaya, karena mereka hidup dalam kegelapan, tiada kebaikan yang dapat mereka lihat tanpa cahaya.

Jika kau dan aku adalah cahaya, maka kita tidak memerlukan cahaya apapun, oleh karenanya pencarian yang melelahkan pun kan sirna.

Banyak manusia mencari kedamaian, karena mereka hidup dalam kecemasan, tiada ketenangan yang dapat mereka rasakan tanpa kedamaian.

Jika kau dan aku adalah kedamaian, maka kita tidak memerlukan kedamaian, oleh karenanya pencarianpun sirna.

Banyak manusia merindukan kasih sayang, karena mereka hidup dalam kehampaan, tiada kegembiraan yang hadir tanpanya.

Jika kau dan aku adalah kasih sayang, maka kerinduanpun akan terhapuskan, dan kebahagiaan akan tercipta dengan sendirinya.

Banyak manusia mengejar ruang dan waktu, karena mereka hidup dalam keterbatasan, tiada pemenuhan yang dapat mereka capai tanpa keduanya.

Jika kau dan aku adalah ketiadaan dan keabadian, maka kita tidak memerlukan ruang dan waktu, oleh karenanya pengejaranpun kan berakhir.

Banyak manusia memiliki keyakinan akan kebenaran, karena mereka hidup dalam ketakutan, tiada rasa aman bagi yang tidak berkeyakinan.

Jika kau dan aku adalah kebenaran, maka kita tidak memerlukan keyakinan apapun, oleh karenanya segala beban ketakutan dan keyakinan yang besertanya akan terlepaskan.

Dharma svarupa, Satyam svarupa, Prema svarupa, Shanti svarupa, apapun yang kau dan aku sebut untuk semua itu, jika kau dan aku adalah segalanya itu, masihkah kan tersisa duka, kesedihan, dan penderitaan yang telah membelenggu kita selama ini.

Jika kau dan aku telah mengingat kembali kesederhanaan ini, mengapa kita masih bergulat dengan kebimbangan dan keraguan.

Jika kau dan aku belum mampu melihat indahnya bayangan rembulan di sebuah telaga, mungkin saja airnya tidak lagi jernih dan hening.

Jika kau dan aku telah dapat mengenali segala hal yang menjadikan kesederhanaan ini rumit dan menyedihkan, mungkin kita dapat mengembalikan kesederhanaan ini.

Kita dapat duduk di alam terbuka bersama, namun kita tidak dapat mengundang semilir kesejukan angin untuk datang menghampiri kita.

Jika kau dan aku sungguh memahami, segala pertanyaan akan berakhir di sini.

Artikel Baru Terbit

  • Siklotimia: Ketika “Naik-Turun Suasana Hati” Bukan Sekadar Karakter
    Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
  • Buah Delima dan Jantung yang Kaku: Mengenal Urolithin A, Harapan Baru untuk Gagal Jantung HFpEF
    Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca