A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Beberapa waktu belakangan ini, peranti lunak semakin berkembang dengan pesatnya. Teknologi yang muncul dari hitungan bulan hingga tahun sebelumnya menjadi jauh tertinggal, kualitas grafis yang semakin meningkat, penggunaan lingkungan antarmuka grafis (GUI) membuat banyak program dengan penambahan fungsi juga memiliki tampilan yang semakin menarik, sehingga memudahkan penggunaannya. Namun tentunya harga-harga peranti lunak ini semakin mahal dari waktu ke waktu, sebuah antivirus akan berkisar seharga US$ 30 hingga 50 untuk pembelian lisensinya untuk aktif selama 365 hari. Tentunya juga kita mendapatkan beberapa versi peranti lunak cuma-cuma (freeware) untuk fasilitas yang mungkin tidak selengkap yang berbayar (shareware), dapat dilihat beberapa peranti jenis ini di www.download.com untuk membandingkan seberapa baik mereka dan bagaimana fasilitasnya, mungkin perlu juga melihat ke situs resminya untuk keterangan yang lebih banyak.

Beberapa peranti lunak yang dikembangkan bersama-sama oleh sekelompok orang yang resmi membangunnya maupun mereka yang menyukainya, golongan ini ada yang dimasukkan ke dalam piranti lunak lisensi terbuka (open source), bahkan beberapa perusahaan besar seperti Novell mengembangkan sistem operasi Open Source yang cukup handal, yaitu Open SuSe. Menyenangkannya Open Source adalah peranti jenis ini dapat dinikmati oleh semua orang tanpa harus membayar untuk membeli lisensinya, tentunya jika mereka menyukainya mereka dapat memberikan sumbangan pada tim pembuat (developer) program tersebut, ini dapat berupa sumbangan moneter, ide, saran, pelaporan masalah, hingga menyebarluaskan keberadaan dan kehebatan program menurut si pengguna.

Kini Open Source sangat beraneka ragam, bahkan sistem operasi Linux hampir seluruh bangunnya tersusun dari program GNU yang berlisensi publik ini. Jika kita hendak berpindah dari sebuah program berbayar yang habis lisensinya pada sebuah program open source, maka kita perlu memilihkan program open source yang berkesesuaian. Karena tidak semua orang mengetahui apa yang sesuai, terkadang mereka menjadi bingung dan tetap bertahan pada program yang berbayar, misalnya tidak semua orang mengetahui bahwa Microsoft Office memiliki padanan dengan Open Office Org, atau Photoshop dengan Gimp. Sehingga bagi mereka yang menggunakan sistem operasi berbasis open source atau ingin beralih ke open source terkadang berkendala pada memilih open source yang sesuai. Terkadang beberapa majalah IT menyediakan informasi mengenai hal-hal seperti ini, namun saya sarankan jika memang ingin memilih langsung, bisa mengunjungi beberapa situs yang cukup menarik. Misalnya www.osalt.com menyediakan informasi mengenai peranti lunak yang berbayar dan yang gratis termasuk open source, sistem operasi yang diperlukan dan padanannya yang berkesuaian, sehingga termasuk mudah untuk memahami apa yang kita perlukan. Kemudian selain www.download.com kita juga bisa menemukan versi-versi terbaru program ini di www.filehippo.com dan memantau apakah program yang terpasang pada sistem operasi kita telah terbaharui (update) sesuai dengan yang terbaru.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pengguna open source, karena sistem ini terkadang menggunakan cara yang pakai yang sedikit berbeda, seseorang harus rela meluangkan waktu lebih untuk belajar sesuatu yang baru.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar Haridivanandha
    Haridivanandha

    Yup…, banyak command baru yang menunggu…Namun terkadang saya merindukan kesederhanaan Gnome dan kerennya Berryl…

  2. Avatar daniiswara.net
    daniiswara.net

    saya dl sering ngambil di open source windows.sejawat dokter yg pernah ketauan make linux sempat saya kumpulin di dokter pengguna linux :)ah ya..belajar open source pun perlu waktu tersendiri bagi saya yg dtg dari dunia windows, ngga pernah belajar text-base prompt di windows :(apalg linux..tp desktop linux skrg kan susah dibedain ama desktop mac ato windows 🙂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca