A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Belakangan ini aku sibuk mencari jenis font yang sesuai untuk menulis di blog…, aku berpikir Its should be true type but surely clear type, oleh karena latar belakang blog-ku yang berwarna putih. Beberapa waktu yang lalu, sekitar dua atau tiga terbitanku menggunakan font Adobe Caslon Pro, walau pada awalnya terlihat baik ketika kugunakan menulis di Thunderbird namun segera menciut saat melakukan editing read more” di penala blogger. Aku tidak mengerti, aku mencoba Calibri yang sering digunakan banyak orang menulis juga menjadi menciut begitu saja, ukuran font yang semula berkisar 12 seolah turun menjadi 10 atau 9 setelah edit dilakukan. Mungkin tampilan ini tidak bisa dilihat jika tulisan ini dibaca melalui blog-ku di multiply oleh karena sistem ekspor langsung content dari blogger ke multiply, namun sangat kentara ketika membacanya di blogger.

Menilik dan berusaha menilai kembali, kurasa Adobe Caslon Pro bukanlah pilihan tepat untuk weblog-ku yang menggunakan domain blogspot.com ini (hah…, aku bertanya-tanya, siapa juga yang iseng memasukkan tipe font ini ke dalam kompi-ku). Aku mencari tipe font yang variable width-nya enough, punya space yang cukup antar font dan antar spasi (lah bukannya ini space?), dan aku paling malas kalau harus mengedit costum HMTL…, nah…, sekarang malah jadi pusing sendiri. Jika tidak ada aku ingin ada script yang bisa autocutting sehingga bagian “read more” langsung ada tanpa perlu merambah penala dashboard milik blogger (capek dong udah nulis panjang-panjang di Thunderbird mesti login ke blogger lagi buat nambahin yang namanya kode “span” dengan class ke fullpost). Sepertinya dulu aku pernah menemukan satu trik, namun karena beberapa hal, I’ve lost the track. Kurasa karena belum menemukan bagian yang sesuai ini, aku harus berusaha mencari font yang sesuai.

Penggunaan Calibri (body/badan) pada Microsoft Outlook memang memberikan pandangan yang lumayan sedap di blogspot.com; sayangnya itu membuat script “read more” tidak bisa kujalankan, walau ditambahkan kode “span” tidak akan mengubah sebuah terbitan dari panjang halaman yang akan menghabiskan begitu banyak ruang. Sedangkan tanpa sengaja saya menemukan bahwa terbitan yang menggunakan Mozilla Thunderbird begitu compatible dengan script ini, walau setelah penerbitan aku harus masuk ke “edit post” di blogger.com. Aku tidak tahu bagaimana hal ini bisa terjadi, menggunakan Outlook aku memperoleh kompatibilitas font yang sesuai namun tidak dapat memfungsikan script “read more“, sedangkan Thunderbird belum bisa kutemukan kompatibilitas font yang baik, namun bisa memfungsikan script yang kumaksud dengan baik. Wah ini seperti buah simalakama, namun aku sudah terlanjur suka dengan Thunderbird, jadi malas beralih lagi Outlook.

Saat ini aku sedang mencoba menggunakan Segoe UI (baca: siguai) yang merupakan font resmi di Windows Vista (katanya). Jika ini tidak begitu memuaskan, dan membuat mata yang memandang berkaca-kaca, wah…, mesti ganti nih, kira-kira font apa yang akan kucoba berikutnya…, mungkinkah Kristen ITC?

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

11 tanggapan

  1. Avatar Cahya
    Cahya

    He he…, saya kalau blog saya sedang jenuh bereksperimen dengan blogger dan xml-nya, misalnya judul posting saya yang biasanya terlihat hijau muda kadang berubah menjadi biru/ungu bergaris seperti baru habis dikunjungi, kan jadi ga macth sama theme-nya :'(  Saya sekarang bereksperimen dengan wordpress, walau belum menggunakan engine-nya secara manual. Hasilnya saya baru sadar blog baru yang saya buat (http://lhagima.wordpress.com) jadi sedikit rumit … eh.., ga ada cara posting via email ya? Hah… =-X  (p.s: sebenrnya pingin nulis laghima tapi terlanjur salah eja jadi lhagima >:o )

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca