Diperbarui: 14 Oktober 2026. Tulisan ini pertama kali terbit pada Mei 2009, ketika saya masih sibuk menyusun presentasi pediatri. Pengalaman pribadi di awal tulisan saya pertahankan, sedangkan informasi perangkat lunak, rujukan, dan peraturannya sudah disesuaikan dengan kondisi terkini.

Dari presentasi pediatri ke tumpukan angka
Waktu itu saya sibuk dengan pediatri dan membuat beberapa presentasi. Hampir setiap pemeriksaan anak selalu memuat satu bagian yang sama, yaitu penilaian status gizi, yang erat kaitannya dengan tumbuh kembang. Alasannya sederhana: banyak penyakit berawal dari gizi yang kurang baik, dan banyak pula penyakit yang membuat gizi anak memburuk.
Hitungan dasarnya meliputi panjang atau tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar perut, lingkar lengan atas, tebal lipatan kulit, dan ada tidaknya edema. Angka-angka itu lalu dibandingkan dengan rentang nilai rujukan agar kita tahu seberapa jauh anak menyimpang dari yang diharapkan. Menghitung z-score atau persentil dengan tangan untuk satu anak masih menyenangkan, tetapi menjadi beban bila datanya ratusan, misalnya saat penimbangan massal di posyandu atau saat penelitian.
Apa itu z-score dan mengapa standarnya dari WHO
Z-score menyatakan seberapa jauh ukuran seorang anak dari nilai median anak sehat seusianya, dihitung dalam satuan simpangan baku (standard deviation, SD). Dengan satuan seragam ini, berat badan bayi 6 bulan dan balita 4 tahun dapat dibandingkan secara adil. Acuannya adalah Standar Pertumbuhan Anak WHO, yang disusun dari data WHO Multicentre Growth Reference Study dan kini mencakup dua belas indikator, mulai dari panjang/tinggi badan menurut umur sampai tonggak perkembangan motorik dan kecepatan pertumbuhan.
Di Indonesia, standar ini menjadi dasar Permenkes Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak (ditetapkan 2 Januari 2020 dan menggantikan Kepmenkes 1995/Menkes/SK/XII/2010). Peraturan ini memakai empat indeks, yaitu berat badan menurut umur (BB/U), panjang atau tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U), berat badan menurut panjang atau tinggi badan (BB/PB atau BB/TB), dan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Pasal 8 mewajibkan pengukuran memakai alat dan teknik yang sesuai standar, sehingga akurasi hasil piranti lunak tetap bergantung pada akurasi pengukuran. Ulasan rinci tentang ambang batas tiap kategori sudah saya bahas di Memahami Standar Antropometri Anak: Panduan Lengkap Permenkes Nomor 2 Tahun 2020, jadi di sini saya tidak mengulanginya.
| Indeks (Permenkes 2/2020) | Rentang usia | Kategori yang dinilai |
|---|---|---|
| BB/U | 0 sampai 60 bulan | Berat badan sangat kurang, kurang, normal, risiko berat badan lebih |
| PB/U atau TB/U | 0 sampai 60 bulan | Sangat pendek, pendek, normal, tinggi |
| BB/PB atau BB/TB | 0 sampai 60 bulan | Gizi buruk, gizi kurang, gizi baik, berisiko gizi lebih, gizi lebih, obesitas |
| IMT/U | 0 sampai 60 bulan dan lebih dari 5 sampai 18 tahun | Pada 5 sampai 18 tahun: gizi buruk, gizi kurang, gizi baik, gizi lebih, obesitas |
Piranti lunak WHO yang bisa dipakai
Ketika menulis versi pertama artikel ini, saya menemukan WHO Anthro versi 3.0.1 yang berjalan baik di Windows Vista saya. Sejak itu perangkat WHO berkembang. Berikut gambaran terkini dari halaman perangkat lunak WHO dan halaman perangkat AnthroPlus.
| Perangkat | Usia sasaran | Platform | Kegunaan utama |
|---|---|---|---|
| WHO Anthro | Di bawah 5 tahun | Windows, memerlukan .NET Framework | Tiga modul: kalkulator antropometri, penilaian individu, dan survei gizi |
| WHO Anthro Survey Analyser | Di bawah 60 bulan | Daring (peramban) atau luring untuk Windows dan Mac | Analisis data survei: z-score, estimasi prevalensi, dan laporan mutu data |
| WHO AnthroPlus | 5 sampai 19 tahun | Windows | IMT/U, tinggi badan menurut umur, dan berat badan menurut umur (5 sampai 10 tahun) berdasarkan rujukan WHO 2007 |
| Paket R anthro | Anak di bawah 5 tahun | R (lintas platform) | Hitung z-score dengan script; versi 1.1.0 terbit Januari 2026, berlisensi GPL-3 |
Menurut WHO, modul WHO Anthro tersedia dalam beberapa bahasa (Inggris, Mandarin, Prancis, Spanyol, Rusia, dan Portugis), sedangkan AnthroPlus dapat diganti ke Inggris, Prancis, Spanyol, atau Rusia. Versi Anthro Survey Analyser luring berukuran sekitar 157 MB. Penggunaan semua perangkat tunduk pada perjanjian lisensi WHO, jadi bacalah dulu sebelum mengunduh. Unduhan resmi hanya sah bila diambil dari situs WHO; hindari berkas pemasang dari pihak ketiga.
Tiga modul WHO Anthro
Kalkulator antropometri cocok untuk pengecekan cepat: masukkan jenis kelamin, umur, berat, dan panjang atau tinggi, lalu peranti menampilkan z-score dan persentil. Modul penilaian individu menyimpan data satu anak dari waktu ke waktu dan menampilkan grafik pertumbuhannya, berguna untuk pemantauan di poli anak atau klinik tumbuh kembang. Modul survei gizi mengolah banyak anak sekaligus dan menghasilkan prevalensi, yang praktis untuk penimbangan serentak di wilayah kerja puskesmas.
Contoh penerapan di lapangan
Bayangkan seorang bidan desa di Kabupaten Lombok Tengah yang baru selesai menimbang dan mengukur 120 balita di empat posyandu. Alih-alih menghitung satu per satu, ia memasukkan data ke modul survei, lalu memeriksa daftar anak yang z-score-nya jauh di bawah rata-rata untuk dirujuk ke puskesmas. Ini hanya ilustrasi, bukan kasus nyata. Prinsipnya tetap berlaku di Sragen, Kupang, ataupun Pontianak: perangkat hanya menghitung, sedangkan keputusan klinis tetap perlu pemeriksaan langsung oleh tenaga kesehatan.
Cara memakai dengan benar dan hal yang perlu diwaspadai
- Ukur dengan benar dulu. Piranti lunak tidak dapat memperbaiki hasil timbang atau ukur yang keliru. Catat juga posisi pengukuran (berbaring atau berdiri); Anthro Survey Analyser bahkan memiliki validasi data khusus untuk posisi ini.
- Pilih perangkat sesuai usia. WHO Anthro untuk anak di bawah 5 tahun, AnthroPlus untuk usia 5 sampai 19 tahun.
- Lihat tren, bukan satu titik. Satu kali ukur hanya potret sesaat. Penurunan atau pendataran kurva dari waktu ke waktu sering lebih bermakna.
- Selaraskan dengan sistem pelaporan nasional. Tenaga kesehatan di Indonesia perlu memakai kategori Permenkes 2/2020 dalam laporan, sementara perangkat WHO membantu hitungan dan analisis tambahan.
- Jaga data anak. Data berat, tinggi, dan identitas anak bersifat pribadi; simpan di perangkat yang aman dan batasi akses.
Definisi masalah gizi juga perlu dipahami. Menurut lembar fakta WHO tentang malnutrisi, tinggi badan rendah menurut umur disebut stunting, berat badan rendah menurut tinggi badan disebut wasting, dan berat badan rendah menurut umur disebut underweight. Pada 2022, WHO memperkirakan 149 juta anak di bawah 5 tahun mengalami stunting, 45 juta mengalami wasting, dan 37 juta berat badan berlebih atau obesitas. Bagi usia 5 sampai 19 tahun, thinness didefinisikan sebagai IMT menurut umur lebih dari dua SD di bawah median rujukan.
Bacaan lanjutan di blog ini
- Stunting: Lebih dari Sekadar Tubuh Pendek
- Memahami Surveilans Gizi: Dasar Hukum, Indikator, dan Praktik Lapangan
- Mengungkap Malnutrisi Energi Protein
- Obesitas pada Anak: Membaca Pedoman Global Pertama WHO
Rujukan
- WHO. Child growth standards: software (Anthro, Anthro Survey Analyser)
- WHO. Growth reference data for 5-19 years: application tools (AnthroPlus)
- WHO. Child growth standards
- WHO. Malnutrition fact sheet
- CRAN. Paket R anthro (WHO), versi 1.1.0
- Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak (salinan resmi di peraturan.go.id)
Artikel oleh Cahya. Tulisan ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan.





Tinggalkan Balasan