Sahabat sekalian, mungkin kalian tidak sempat kuberi tahu satu persatu bahwa aku sekarang tengah memindahkan satu lagi blog-ku ke alamat ini. Ada beberapa alasan mengapa aku melakukan ini.
Pertama, blog adalah tempat berbagi. Aku ingin membaginya ke semua orang tanpa terkecuali. Namun tentu saja memenuhi hal ini adalah sesuatu yang sangat sulit, kita tidak tahu jalan mana yang akan ditempuh setiap orang menuju blog kita.
Mungkin kalian akan mendapati, bahwa blog ini adalah pindahan dari Catatan Kaki Cahya versi lama. Tulisan-tulisan lama-ku telah kupindahkan kemari, walau mungkin beberapa akan tampak acak-acakan karena perbedaan struktur antara mesin blogger dan wordpress.
Beberapa sahabat sudah mengeluh dan memberi masukan padaku, bahwa mesin blog blogger sangat berat untuk diakses, terutama oleh jaringan putar pakai (dial up). Ya, terutama blogger gigih Dani Iswara yang menjunjung tinggi kesamaan hak untuk dapat mengakses konten (isi) sebuah web bagi semua pihak (kecuali plagiator). Ha ha, dan tentunya aku sendiri merasa berat jika harus mengakses blog-ku sendiri, itu kan melelahkan. Jadi kuharap dengan berpindah ke wordpress akan lebih mudah diakses. Aku sudah mencoba menggunakan Nucleus atau pun b2Evolution, namun mesin-mesin itu menyulitkanku.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Nucleus sepertinya lumayan ringan, hanya saja rasanya bermasalah dengan sistem publikasi atom dan XML-RPC.
Yah, mungkin nunggu nanti blogger jadi lebih ramah saja mungkin 😀 (tapi kapan).
Wah kalau masalah valid saya belum ngecek, nantilah, he he….
Ga juga, CMDA saya lebih stabil daripada GPRS/EDGE, soalnya di sini sering lompat-lompat GPRS/EDGE ke HSDPA/HSUPA dan sebaliknya (pas lompat koneksinya malah ketunda buat menyesuaikan dengan jaringan baru).
Wah, dimonetisasi, gimana caranya ya, he he (padahal kemarin tertarik sama yang ada banyak banner-nya, habis desainnya lucu-lucu) 😀
sudahlah, pake wordpress aja. 🙂 pilihan yang tepat untuk kebutuhan sebuah blog.
sebenarnya saya tidak perlu mengeluh lagi. karena kebiasaan disable ini itu saat berselancar masih terbawa. jadi, terasa relatif lebih cepat saat blogwalking. kecuali situ pengen di-review (aksesibilitas dan usability) lebih dalem lagi. dengan catetan xhtml ama css sudah valid. 😀
sedikit banyak, kode xhtml yang terstruktur di wordpress lebih enak dibaca oleh peramban. 🙂
busyet, dengan koneksi cdma, ngga susah ngoleksi banyak situs? kalo pas sudah punya banyak, bisa dimonetisasi buat balik modal. 😀
.-= dani´s last blog ..Cara Difabel Mengakses Web =-.
Tinggalkan Balasan