A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Saya sering kali berjalan-jalan di internet dan menemukan bagaimana orang-orang dari yang ahli sampai masyarakat umum berbagi berbagai hal mengenai kesehatan. Bagaimana mereka berbagi mulai dari cara menjaga kesehatan maupun menemukan pengobatan terhadap berbagai kondisi sakit.

Pengetahuan manusia telah meluas di dunia kesehatan semenjak beberapa ratus tahun terakhir, ada ilmu kesehatan tradisional yang dipertahankan dan diwariskan secara turun temurun, ada juga kesehatan modern yang berlandaskan ilmu pengetahuan terbaru dan berbagai penelitian. Penyakit-penyakit yang dulu sulit atau hampir tidak dapat disembuhkan kini telah banyak solusinya, walau tidak dipungkiri masih banyak hal-hal kesehatan yang di luar uluran tangan medis.

Pun dengan segala pencapaian yang telah kita miliki, kesehatan tetaplah salah satu harta paling berharga manusia, baik itu kesehatan batin atau pun fisik. Jika jatuh sakit, walau bisa diobati dan sembuh, namun beban mental dan fisik yang diterima tidaklah rendah. Apalagi beban negara dalam mengadakan anggaran kesehatan. Di luar negeri dan di dalam negeri, kesehatan sebagian besar masih disubsidi oleh negara, sehingga jika rakyat suatu negara hidup lebih sehat, maka beban ini akan berkurang, dan penghematannya bisa dialokasikan untuk hal-hal lain seperti pendidikan dan penciptaan lapangan kerja. Dengan menjaga kesehatan kita sendiri sebenarnya kita telah membantu diri kita, dan banyak orang lain di negeri ini.

Pertama, jadilah lebih aktif dan banyak berolah raga:

Olah raga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, wah… kita semua tentu sudah tahu akan hal itu, namun itu bukanlah seperti sihir yang bisa bekerja seketika. Hal-hal sederhana seperti jalan cepat satu jam setiap harinya dapat secara dramatis mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan berbagai bentuk kanker, termasuk kanker kolon, yang merupakan salah satu kanker paling mematikan.

Pendapat ahli juga mengatakan bahwa olah raga teratur sepanjang hayat menambah kinerja fungsi otak, memberikan kesempatan bagi orang tetap aktif dan mandiri di hari tua mereka, dan memberikan umur yang panjang.

Kedua, pertahankanlah berat badan yang sehat:

Saya sering kali mendengar orang-orang bertanya di internet baik melalui komunitas, milis, group, jejaring sosial, dan media lainnya tentang bagaimana mendapatkan berat badan yang ideal. Bagaimana mereka ingin menjadi lebih gemuk atau lebih kurus, dan sering kali upaya-upaya mereka cenderung mengarahkan mereka ke dalam situasi stres yang tersendiri. Nah, cobakan temukan tentang berat badan ideal di sini.

Setelah menemukan berat badan ideal kita atau berat badan yang sehat, maka kita selayaknya mempertahankannya. Namun hal ini tentunya lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, begitulah yang terjadi dalam keseharian kita. Berolah raga teratur adalah salah satu caranya. Diet sehat dengan banyak buah-buahan, sayuran akan sangat membantu, membatasi gula dan manisan serta lemak-lemak tersaturasi. Salah satu cara yang sederhana hanya adalah memangkas kalori dalam asupan harian kita, coba memilih minum air putih daripada minuman yang manis.

Ketiga, mendapatkan imunisasi, vaksinasi dan pemindaian untuk kondisi tertentu:

Langkah ketiga ini tidak sepenuhnya umum di Indonesia, pemerintah hanya memberikan subsidi penuh untuk imunisasi dan vaksinasi wajib di Indonesia karena besarnya dana yang diperlukan untuk menyediakan semua itu. Semisal di Amerika, flu pun terkadang menjadi ancaman yang serius dan bisa menciptakan komplikasi yang mengancam jiwa, karena itulah pemerintahnya menganjurkan vaksinasi flu, yang mereka sebut dengan flu shots. Di Indonesia juga ada jadwal-jadwal imunisasi, sebagaimana gambar berikut:

 

Silakan klik untuk memperbesar gambar.

Sedangkan pindai/penjaringan kesehatan rutin (health screening) juga bisa membantu menjaga kesehatan kita. Sayangnya hal ini juga tidak umum bagi kebanyakan masyarakat di Indonesia. Semisal mengetahui dan mengelola kadar kolesterol dan tekanan darah merupakan hal teramat penting dalam mengurangi risiko penyakit jantung. Uji pindai untuk kanker bisa menangkap beberapa bentuk penyakit dalam stadium cukup dini untuk bisa dilenyapkan, seperti pada pap smears. Namun, beban biaya untuk pemeriksaan-pemeriksaan rutin seperti ini tidaklah murah, sebagian besar masyarakat kita belum dapat memenuhinya.

Keempat, jangan merokok: berhenti menyelamatkan banyak nyawa:

Kita tahu sejak dulu, diajarkan di sekolah-sekolah dan disampaikan oleh pemerintah bahwa merokok buruk bagi kesehatan. Namun kita selalu melihat banyak orang yang masih tetap merokok, dan rokok di negeri ini tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu industri yang paling besar dan menyerap banyak tenaga kerja. Dan konyol jika upaya berhenti merokok dengan cara menutup industri ini dikerjakan.

Merokok harus benar-benar berhenti dari kesadaran seorang perokok sendiri. Tentu mereka harus tahu dulu bahwa ada begitu banyak itu sendiri, baik bagi diri mereka atau bagi lingkungannya dan orang-orang yang mereka kasihi.

Ah…, tapi jangan heran melihat sifat keras kepala yang ada pada para perokok, karena sungguh, dari banyak survei dikatakan bahwa berhenti merokok itu sangat sulit. Apalagi kebanyakan orang yang masih mudah tidak menemukan gejala aneh pada dirinya ketika mereka merokok, dan hal ini lebih tidak tampak lagi bagi mereka yang memiliki pola hidup sehat kecuali kebiasaan merokoknya. Namun saya tidak akan heran menemukan bahwa penderita-penderita kanker paru akan memiliki riwayat merokok di masa sebelumnya, dan terutama para perokok berat yang menghabiskan lebih dari 100 batang rokok dalam setahunnya.

Di luar negeri, dengan keinginan kuat seorang perokok dan bantuan tenaga medis dan/atau konsultan, seseorang dapat melakukan terapi pengganti nikotin dalam upaya berhenti merokok. Namun tentu itu memerlukan perjuangan yang cukup berat. Dan memang, hanya kesadaran yang bisa membuat seseorang tidak merokok.

Kelima, temukanlah kegembiraan bersama keluarga dan para sahabat:

Menikmati hidup dan menjaga lingkaran saling mendukung dalam persahabatan adalah bagian besar dalam kesehatan yang baik. Memiliki sahabat yang baik dapat pula membantu seseorang untuk tidak merokok. Dan banyak kegiatan sosial membuat orang secara tidak sadar beraktivitas cukup banyak untuk mencegah pengapuran (kalsifikasi) dalam dinding pembuluh darah arterinya, dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Kebahagiaan dan kegembiraan memberikan kontribusi yang luar biasa dalam kesehatan batin. Dan itulah mengapa tidak hanya dalam bermasyarakat, atau pun etika yang tertulis, dalam dunia kesehatan pun seseorang disarankan untuk menebarkan kebahagiaan dan kegembiraan di mana pun ia berada.

Mungkin itu semua yang dapat saya bagi kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua (hi hi, termasuk yang menulis tentunya). Tulisan ini terinspirasi dari artikel “5 Natural Ways to Help Your Health” oleh Peter Jaret.

Artikel Baru Terbit

  • Delapan Mitos Hipertensi yang Masih Dipercaya Banyak Orang Indonesia
    Hipertensi menyerang tanpa gejala, tetapi bukan berarti tak berbahaya. Artikel ini meluruskan delapan mitos umum—dari anggapan “tidak ada keluhan berarti aman” hingga “sudah normal, boleh berhenti obat”—dengan data SKI 2023, pedoman PERHI dan ESC 2024, serta konteks kebijakan JKN dan label pangan Indonesia yang relevan bagi pembaca awam maupun tenaga kesehatan.
  • Mitos Kesehatan Seksual: Antara Pil KB, Metode Tarik, dan Kloset Umum
    Mitos seputar kesehatan seksual — dari pil KB yang dianggap mencegah IMS hingga anggapan dudukan kloset bisa menularkan penyakit — masih beredar luas. Artikel ini meluruskan sembilan mitos utama dengan data terkini kasus IMS dan HIV di Indonesia, serta menjelaskan akses layanan skrining dan pengobatan gratis melalui JKN.
  • Indah di Mata, Perlu Ditimbang di Ruang Rawat: Bunga, Tanaman, dan Hiasan Dinding dalam Kacamata Pencegahan Infeksi
    Bunga segar, tanaman pot, bingkai, dan relief dinding mempercantik suasana ruang rawat, tetapi dapat menjadi reservoir mikroba, terutama bagi pasien dengan imunitas sangat rendah. Artikel ini menimbang bukti ilmiah terbaru, pedoman CDC, dan konteks Indonesia, lalu menawarkan kerangka zonasi yang praktis agar keindahan ruang dan keselamatan pasien dapat berjalan beriringan.
  • Virus untuk Melawan Kanker: Menimbang Kisah Virolog yang Menjadi Pasien Sekaligus Peneliti
    Seorang virolog Kroasia menyuntikkan virus campak dan virus stomatitis vesikular ke tumor payudaranya sendiri, lalu tumor menyusut dan dapat dioperasi. Kisah ini memicu perdebatan etika dan harapan baru bagi terapi virus onkolitik. Artikel ini menimbang bukti, keterbatasan, dan pelajarannya bagi Indonesia. Ini bukan anjuran mencoba sendiri, melainkan bahan refleksi klinis.
  • Ketika Kelamin Bayi Tak Sesuai “Buku Panduan”: Mengenal Differences in Sex Development
    DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar wira
    wira

    yang paling susah bagi saya saat ini adalah yang nomor 2 😀
    .-= wira´s last blog ..Balapan MotoGP Valencia 2009 =-.

    1. Avatar Cahya

      Ga pa-pa koq Bli, jika demikian, itu tandanya kita makmur 😉

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca