A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Mungkin para macan internet sudah banyak yang mengenal sistem jejaring sosial yang satu ini, yaitu blog (yang disingkat dari kata weblog). Ah…, sulit juga apakah bisa dikatakan jejaring sosial? Mungkin karena bisa melakukan interaksi antara pemilik blog dengan pengunjungnya, dan antara pengunjung dengan sesama pengunjung.

Kini jumlah narablog di Indonesia semakin bertambah, walau tidak semuanya aktif menulis. Namun setidaknya perkembangan ini sangat baik, karena mengembangkan minat menulis memang sesuatu yang dibutuhkan masyarakat kita saat ini, khususnya kaum pelajar. Apalagi kehadiran narablog dapat membuka banyak jendela ke sudut-sudut kehidupan yang dulu bahkan mungkin tidak sempat terlintas di benak kita. Seakan batas-batas dunia menjadi sempit dan menipis.

Beberapa narablog kemudian menemukan “rekan seperjuangan” dengan karakteristik yang sama dan membangun suatu komunitas. Mereka tidak hanya bertemu melalui tulisan-tulisan yang terpampang di monitor komputer mereka, namun juga di kehidupan nyata, dalam kegiatan-kegiatan tertentu baik secara terencana maupun isidensial.

Membangun hubungan baik dengan banyak orang saya kira adalah hal yang bermanfaat bagi sesama. Jika bisa keharmonisan ini justru bisa melahirkan banyak hal yang bermanfaat. Walau hanya bersua karena berjodoh di dunia blog, namun mereka bisa berjumpa dan melakukan hal yang luar biasa di masyarakat. Mengingat latar belakang para narablog ini bermacam-macam, dan beragam profesi, serta dengan ide dan wacana yang amat beragam yang mampu disumbangkan.

Saya hanya berharap, sebuah komunitas yang kemudian menjadi besar tetap dapat menghargai adanya banyak perbedaan dan keterbatasan di antara para anggotanya. Mungkin semua berharap hal baik, mungkin berharap bahwa semua juga memberi sumbangsih yang luar biasa bagi komunitas. Namun manusia memiliki keterbatasan, dan narablog juga manusia. Sebuah komunitas yang terdiri dari manusia tak pernah sempurna, namun hal ini yang mampu membuat kita memahami kekurangan masing-masing, dan menghargai kelebihan masing-masing, sehingga kita dapat mengisi secara harmonis.

Ketika narablog berkomunitas, selayaknya sebagaimana ia menulis di halaman dunia mayanya, ia memberikan suara hatinya, namun tidak memaksa mereka yang mendengarkannya itu menjadi seperti apa yang ia suarakan.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

11 tanggapan

  1. Avatar Cahya

    Yunaelis,

    Iya, ini tulisannya lari kesana-kemari pas buatnya, jadinya malah tidak karuan 😀

  2. Avatar yunaelis
    yunaelis

    umm., nda ngerti sama isi postinganna.. apa ya??!!! nda ngerti ajah, hahahaha… saia bacanya kaya ada yang kurang, tapi ntah apa..

    Tapi, lam kenal ya cahya.. 😀
    .-= yunaelis´s last blog ..Soto Ceker Pasar Kreneng.. =-.

  3. Avatar Cahya

    Putri, sepertinya blog-ku cuma itu-itu saja. Ini pindahan dari blogspot, sama seperti ketika kamu pakai alamat sedanghidup.blogspot.com, tapi semua isinya ditransfer kemarin. Untung wordpress memudahkan transfer blog beserta komentarnya.

    Kecuali kalau blog resmiku memang di Lhagima of Bhyllabus tapi kan jarang ku-update karena kegiatan resmi juga jarang 🙂

    Hmm… rumah 21? Apa itu? Boleh-lah jika semua tugasku di Jogja sudah selesai.

    Makasih udah ga marah lagi 😀

  4. Avatar astiti
    astiti

    cahya, sebenarnya blogmu yang mana sih….. kalo aku hitung kayaknya udah lebih dari lima… bingung mau nyapa …. :p

    Baiklah, nanti kalo kamu sempat datang ke bali, mampir ke rumah 21 (kalo ga salah), upeti boleh juga…

    Aku punya rahasia, e-books mu sangat bermanfaat. Trims 🙂

    ga marahan lagi deh…. 😀
    .-= astiti´s last blog ..Bali Blogger Community Tahun Ke 2 =-.

  5. Avatar Cahya

    Bli Pande, bukankah kata orang bijak pada dasarnya semua tulisan sama di mata Tuhan… ups…, di mata pembaca maksudnya. Tidak ada yang serius, tulisannya ringan semua, hanya mungkin karena kemampuan saya menulis yang pas-pasan jadi agak berat dicerna 🙂

  6. Avatar PanDe Baik

    Keliatannya saya tumben mampir kemari. Suara dari BLoG ini sangat serius dan berbobot. Bikin minder. hehehe…
    .-= PanDe Baik´s last blog ..Don’t Judge Nokia 6720c by it’s cover =-.

  7. Avatar Cahya

    Mas Win, Mas Anton, saya senang komunitas BBC bisa rame seperti itu, semoga bisa tambah ramai walau baru saja berumur 2 tahun 🙂

  8. Avatar a!
    a!

    yes. justru dengan keragaman itulah sebuah komunitas bisa berjalan. kita tidak harus sepaham, seide, seia, sekata. yg lebih penting adalah menghargai perbedaan itu. inilah yg mmbuat bangga pada komunitas blogger tercinta, BBC.
    .-= a!´s last blog ..Karena Keterbatasan Bukan Penghalang =-.

  9. Avatar wira

    manusia memang makhluk sosial, ketika menemukan kesamaan akan terbentuk sebuah komunitas 🙂
    .-= wira´s last blog ..4 Langkah SEO Dasar Blog WordPress =-.

    1. Avatar Cahya

      Begitu ya Bli, he he, kadang milis seru juga sih kalau ada yang mencak-mencak, bikin suasana lebih hidup 😀

      1. Avatar Winarto
        Winarto

        Harus ada pro, kontra dan grey area, biar makin hidup suasana, bikin hidup lebih hidup

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca