A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Jika ini kebetulan mirip dengan tulisan “Redesain Weblog Satu Kolom”, mungkin karena banyak ide-nya berasal dari sana (aih…, belakangan ini tidak kreatif sekali jadi narablog). Saya sendiri merasa agak malas dengan bergantinya tema terus-menerus, maklum menghabiskan lebar pita tempat hosting.

Namun ingin mencari tema yang sesuai bukanlah hal yang mudah sebagaimana yang saya sampaikan dalam “Bingung dengan Desain Blog” atau pun pada “Antara Mystique dan Fusion”. Bukan kenapa-napa, saya suka dengan desain yang artistik, apalagi dengan dibekali PSD yang begitu memesona (kaya orang bisa makai saja).

Kadang berandai-andai bisa membuat desain web seperti salah satu desain yang terdapat di “40 most beautiful and inspirational website designs of 2008” atau seperti yang dipampang di “55 Really Creative and Unique Blog Desain Showcase”, mungkin rasanya akan puas memandangnya. Namun apa boleh dikata, saya bukanlah seorang desainer web. Jadi mesti puas dengan tema bebas yang dioprek seadanya.

Pun karena saking tidak ahlinya mengoprek tema, kadang desain menjadi berat, mengingatkan dengan blog aslinya di blogspot. Padahal tujuan utama saya dulu pindah blog adalah untuk meringankan beban kunjungan, sebagaimana yang saya ungkapkan pada “Mengapa Pindah Blog?”. Kini saatnya kembali menyederhanakan semuanya (ha ha…, mumpung lagi insyaf).

Kali ini saya menggunakan tema “manifest” – sebuah tema sederhana. Dengan berbalut warna putih seperti padang salju dan memiliki kolom tunggal. Saya berusaha mengonservasi semua yang penting yang selama ini diletakkan dalam bilah samping menuju bagian kepala atau pun kaki web. Walau dengan skill yang pas-pasan setidaknya saya sudah melakukan yang saya bisa. Semoga ini jadi lebih ringan.

Jika ada masukkan, kami tetap terbuka menerimanya, terutama jika ada kesulitan navigasi dalam layout yang baru ini.

Artikel Baru Terbit

  • Siklotimia: Ketika “Naik-Turun Suasana Hati” Bukan Sekadar Karakter
    Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
  • Buah Delima dan Jantung yang Kaku: Mengenal Urolithin A, Harapan Baru untuk Gagal Jantung HFpEF
    Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

6 tanggapan

  1. Avatar dani
    dani

    Kita lihat saja tema ini bakal bertahan berapa lama. 🙂 Teks breadcrumb dan status twitter kayaknya terlalu kecil.

    1. Avatar Cahya

      Wah, jangan gitu Bli, padahal saya dah ada konsep untuk ganti pas St. Valentine bulan depan, he he :DBreadcrumbnya memang kecil, saya belum tahu apakah harus pakai eleman h? Mungkin nanti saya coba edit sedikit. Makasih Bli.

  2. Avatar Deddy

    Theme ini juga yang saya gunakan untuk website wedding saya 🙂 Sederhana… tapi elegan…

    1. Avatar Cahya

      Hmmm…, rupanya Dokter Deddy juga penggemar desain elegan 🙂

  3. Avatar dani
    dani

    Gemana dengan tidak adanya self-linking di post-title? Perlu ada ngga?

    1. Avatar Cahya

      Kalau untuk di blog ini saya rasa tidak perlu Bli Dani :)Maksudnya saya belum melihat fungsinya, kecuali ada tulisan di sini sedang jadi perdebatan hangat oleh banyak pengunjung, melihat ulang halaman yang sama berkali-kali – apakah ada reply</baru>? – kira-kira begitu.Sayangnya, kayanya di sini adem ayem semua deh, he he 😀

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca