Kemudian Tuhan datang padanya, kelinci kecil itu melompat kegirangan, Dia bertanya apakah Tuhan datang untuk mengabulkan permintaannya. Tuhan menjawab ya, lalu kelinci itu bertambah senang, ia meminta agar dapat persediaan wortel seumur hidup. Kelinci ini selalu khawatir akan tidak bisa makan esok hari.
Lalu Tuhan bilang itu tidak bisa, kelinci kecil itu protes, mengapa tidak, sudah setahun saya berdoa, dan tidak Kamu kabulkan – katanya. Tahukah Kamu betapa susahnya hidup saya selama ini…, ia merengek-rengek.
Oh maaf ini April Mop, kata Tuhan – berkilah. Cobalah berdoa lebih keras lagi, siapa tahu tahun depan saya bisa mengabulkannya.
Tentu Anda bisa menebak apa yang akan terjadi tepat setahun lagi.
Lalu salahkah Tuhan berbohong saat April Mop, tidak – karena tiap tahun demikian dan kelinci kecil itu dapat hidup tanpa persediaan wortel seumur hidup untuk setiap tahunnya dapat bertemu Tuhan dan meminta hal yang sama.
Tuhan mungkin sebenarnya membiarkan kelinci kecil itu belajar bahwa permintaannya tidak perlu selalu dipenuhi agar dia bisa bertahan hidup. Selama ia selalu bergerak untuk hidup, ia akan hidup, dibandingkan mengkhawatirkan hal itu, mungkin lebih baik ia menjalani hidup tanpa kekhawatiran.
Toh Tuhan selalu punya waktu untuk mengawasinya dan menghadiahkan "joke" padanya setiap tahun.
Ulasan katalog mutasi WHO edisi ketiga untuk Mycobacterium tuberculosis: cara membaca gen resistensi obat TBC, lima grup bukti, dan batas penggunaannya.
Ulasan publikasi WHO 2026 tentang pelatihan cupping therapy: jenjang program, domain kompetensi, celah ilmu biomedis, dan relevansinya bagi keselamatan pasien.
Kemenkes menerbitkan pedoman alur klinis (clinical pathway) untuk rumah sakit melalui Keputusan Dirjen Kesehatan Lanjutan HK.02.02/D/2681/2025. Artikel ini mengulas cara menetapkan judul, format formulir, tahap penerapan, indikator evaluasi, serta catatan kritis bagi manajemen RS.
Seribu lima ratus tahun lebih sebelum kita, seorang pangeran terbuang menghentikan untanya di tepi bukit pasir dan mengajak kawannya menangisi bekas kemah kekasih. Dari satu seruan itu lahir pola elegi yang diwarisi sastra Arab selama berabad-abad.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
10 tanggapan
Decy
hmmm.. aku selalu percaya Tuhan selalu membantu saat kita membutuhkan . tetapi masih dalam batas kewajaran , sesuatu yg masih mungkin , dan bukan secara ” ajaib ”
tetapi setelah membaca postingan ini…
tampaknya masih banyak yg harus aku pikirkan tentang hal itu ..
tidak semua yg kita inginkan baik untuk kita,karena itu kita kalo berdoa minta aja yg terbaik menurut Allah,karena DIA lebih tahu apa yg baik untuk kita. seperti firmanNYA berikut ini yg merupakan ayat kesukaan saya :
… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS 2 : 216)
Sebuah cerita yang menggugah. Karena tidak selalu apa yang kita inginkan akan terkabulkan seperti permintaan dan kemauan sendiri. Yang Maha Kuasa selalu mempunyai cara-cara terbaik, penuh kejutan misterius, untuk mengabulkan permintaan itu, demi kebaikan diri kita sendiri dan yang lainnya.
Ini hanyalah kisah kecil untuk menginspirasi.
Terima kasih untuk award-nya, tapi jika saya ambil saya akan melanggar TOS blog ini sendiri. Sebagai gantinya, Mbak boleh ambil penawaran hadiah yang saya berikan hari ini 😉
Tinggalkan Balasan