Tepat sebulan yang lalu WHO mengumumkan merilis panduan atau pedoman baru untuk terapi malaria, dan merupakan panduan pertama yang menyertakan penyediaan secara aman dan efektif obat-obatan antimalaria.
Dalam tahun-tahun terakhir terapi jenis baru yang disebut terapi kombinasi berbasis artemisinin (ACTs) telah mengubah banyak hal dalam terapi malaria, namun jika tidak digunakan secara tepat – obat-obatan ini bisa jadi tidak efektif.
Buku ini berbahasa Inggris setebal 194 halaman dipublikasikan pada tahun 2010 dengan ISBN: 9789241547925. Dapat diunduh dengan mengklik gambar buku di atas. Atau gunakan pranala berikut.
Cystic fibrosis adalah kelainan genetik langka yang mengganggu transpor cairan di paru, pankreas, dan organ lain, menyebabkan infeksi paru berulang serta gangguan pencernaan. Meski jarang di Asia, kasus tetap ditemukan di Indonesia. Artikel ini membahas patofisiologi, diagnosis melalui uji keringat, serta era baru terapi CFTR modulator dan tantangan aksesnya.
Studi fase 3 UP-AA1/UP-AA2 di JAMA Dermatology menunjukkan upadacitinib—obat rematik golongan JAK inhibitor—membantu hingga 55% penderita alopesia areata berat menumbuhkan kembali minimal 80% rambut kulit kepala dalam 24 minggu. Meski menjanjikan, obat ini belum disetujui resmi untuk indikasi ini di Indonesia maupun global.
Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
20 tanggapan
narno
tak jarang saya sebagai guru biologi mendapatkan pertanyaan-pertanyaan seputar penyakit dari anak-anak, jadi saya pingin download, terima kasih Mas Cahya atas infonya
Sayangnya menurut lisensi yang diberikan, tidak bisa mengadopsi buku itu ke dalam bahasa lain tanpa izin dari WHO sebagai penerbit buku. Kecuali mungkin untuk tujuan non-profit, itu pun wajib memberitahukan dulu ke pihak WHO.
Saya mau unduh dulu Mas Cahya, karena Kalimantan cukup terkenal dengan Malaria-nya.
Bahkan terakhir, didaerah saya beberapa waktu yang lalu, jenis penyakit ini tidak menunjukan tanda-tanda yang berarti. Seperti test darah pasien harus opname.
Silakan Pak, biasanya pedoman seperti ini diberikan pada instasi kesehatan di suatu wilayah, tentunya setelah diaptasi dulu agar bisa diterapkan pada suatu lokal area.
Di daerah sulawesi tenggara prevalensi malaria masih cukup tinggi. Pengobatanx sesuai standar lama dg CQ, PQ, SP. Terimakasih infonya guna membenahi pelayanan di puskesmas.
Tinggalkan Balasan